Tampilkan postingan dengan label tahunbaruislam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahunbaruislam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juli 2023

Pesan Hijrah Nabi: Bangkitkan Thariqah!


 


Sebagaimana diketahui, perayaan tahun baru hijriyah sebetulnya merupakan momen memperingati sebuah peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam. Itulah peristiwa hijrah Rasulullah Saw. dari Makkah menuju Madinah, yang kemudian seusainya mulailah kalender Islam itu ditetapkan. Peristiwa bersejarah tersebut sungguh meninggalkan pesan-pesan berharga, baik intelektual, moral maupun spiritual.


Yang paling prinsip adalah ketika Rasulullah Saw. menyatakan: “Barangsiapa berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa berhijrah untuk memperolah dunia ataupun mengejar wanita, maka hijrahnya kepada apa yang ditujunya itu.” (HR. Bukhari)


Hadits di atas menekankan bahwa tujuan semestinya dari hijrah -yang juga tentunya menjadi tujuan ibadah secara umum- adalah semata-mata untuk menggapai ridho Allah dan Rasul-Nya. Bukan untuk meraih jabatan, kekayaan, jodoh atau kenikmatan duniawi lainnya, termasuk kekebalan, kesaktian, kedigdayaan dan semacamnya. Dan itulah ajaran inti nan murni tasawuf serta thariqah yang menjadi fokus para wali mursyid sepanjang masa, yakni kezuhudan dari cinta dunia serta ketekunan beribadah untuk mendekatan diri kepada Allah semata, dengan spirit Ilahi Anta maqshudi wa ridha-Ka mathlubi (Tuhanku, Engkaulah tujuanku, dan ridho-Mu lah permohonanku).


Di dalam al-Qur’an juga ditegaskan, “Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya. Dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.” (QS. asy-Syura: 20)


Dan dalam hadits lain, Rasulullah Saw. menyebutkan: “Orang yang berhijrah (sejatinya) adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari) Yang dimaksud dengan apa-apa yang dilarang oleh Allah di sini adalah perbuatan-perbuatan dosa. Sementara, sumber segala dosa tiada lain adalah cinta dunia (HR. Baihaqi). Dengan demikian, apabila seseorang mengamalkan thariqah sebagai misi membersihkan hati dari ketergila-gilaan pada dunia, maka dialah muhajir sejati yang meninggalkan larangan-larangan-Nya untuk menempuh jalan pintas menuju rahmat dan ridho-Nya.


Selepas kembali ke Makkah seraya membebaskannya, Rasulullah Saw. pun bersabda: “Tiada lagi hijrah setelah pembebasan Makkah, melainkan jihad dan niat.” (HR. Bukhari dan Muslim) Sementara, jihad yang paling utama tiada lain adalah jihad qolbu melawan hawa nafsu (HR. al-Baihaqi dan al-Khathib al-Baghdadi). Nah, di sini pula peran penting sebuah thariqah, karena seseorang yang bersuluk dalam thariqah sesungguhnya ia tengah berjuang memerangi hawa nafsunya, dengan bimbingan intens dari mursyidnya serta resep amalan yang ampuh untuk dijalankannya.


Beberapa abad pasca pembebasan Makkah, Imam Sholahuddin al-Ayyubi kemudian berhasil membebaskan Palestina. Rahasia kemenangannya pun terungkap. Dalam konferensi sufi internasional di Mesir, Oktober 2011 silam, Rektor Universitas al-Azhar periode 1995-2003, Prof. Dr. Ahmad Umar Hasyim mengingatkan bahwa Imam Sholahuddin al-Ayyubi sempat mengurungkan perjalanan jihadnya untuk membebaskan Palestina. Ketika itu, seorang sufi berpesan kepadanya: “Pulanglah beserta pasukanmu, karena kalian tidak akan berhasil membebaskan Palestina. Bagaimana kalian dapat membebaskannya, sementara hati kalian saja belum terbebas dari jajahan nafsu durjana!.” Imam Sholahuddin al-Ayyubi pun kembali beserta pasukannya untuk menghidupkan majelis-majelis zikir guna membebaskan hati dari jajahan musuh paling nyata. Hingga pada akhirnya Yerusalem merdeka, namun di tangan mereka yang berhati merdeka.


Alhasil, melalui thariqah, seorang hamba dapat fokus dan lebih terarah dalam mengimplementasikan pesan-pesan spiritual hijrah Rasulullah Saw. Tak heran, sebab target utama thariqah adalah hati, yang mana jika ia membaik maka membaiklah segalanya. Bagaimana tidak, sebab thariqah merupakan produk asli para kekasih Allah yang telah sukses berhijrah ruhiyah menuju ridho Ilahi nan cinta abadi-Nya. Wajar saja, Syekh Muhammad Zakiyuddin Ibrahim (1916-1998) dalam kitab Kalimah ar-Ra’id menegaskan:


إِنَّ الْعِلَاجَ الْوَحِيدَ لِكُلِّ الْأَمْرَاضِ النَّفْسِيَّةِ وَالْاِجْتِمَاعِيَّةِ وَالْوَطَنِيَّةِ لَا يُوجَدُ أَبَدًا إِلَّا عِنْدَ التَّصَوُّفِ.


“Sungguh, terapi/solusi satu-satunya bagi segala penyakit/problematika individu, sosial maupun nasional/kebangsaan, selamanya tidak akan ditemukan kecuali pada ilmu tasawuf (melalui thariqah).”


Penulis merupakan Mudir Awal Idarah Syu’biyah JATMAN Lombok Timur

Senin, 17 Juli 2023

Amalan Tahun Baru




MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM

Jangan lupa pada hari Selasa dan Malam Rabu
Setelah Shalat Ashar adalah penghujung akhir bulan Dzul Hijjah (Akhir Tahun Hijriyah) dianjurkan membaca Do’a Akhir Tahun.
Namun sebelum Do’a Akhir Tahun terlebih dahulu membaca:

1 Sayyidul Istighfar 3 kali

اَللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ ×٣

2 Shalawat Nabi 11 kali

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ×١١

3 Ayat Kursi 7 kali

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمٰوَاتِ وَمَا فِي اْلاَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ ×٧ /٣١٣

4 DO’A AKHIR TAHUN HIJRIYAH 

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ 
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ 
مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِي 
وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اَللّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيْمُ. 
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ×٣

Setelah Shalat Maghrib (Tanggal 1 Muharram) dianjurkan membaca Do’a Awal Tahun.
Namun sebelum membaca Do’a Awal Tahun terlebih dahulu membaca:

1 Shalawat Nabi 11 kali
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ×١١

2 Baqiyatus Shalihat 3 kali
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ  ×٣

3 DO’A AWAL TAHUN HIJRIYAH 

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ اْلقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَاءِهِ وَجُنُوْدِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفٰى يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ٣×

Setelah Berdo’a disarankan (Bagi yang mampu) pada malam 1 Muharram untuk membaca Ayat Kursi 360 kali (Tidak harus selesai dalam satu Majelis) sebagai benteng dari setan selama satu tahun, kemudian membaca bacaan berikut 300 kali:

اَللّهُمَّ يَا مُحَوِّلَ اْلأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِي إِلَى أَحْسَنِ اْلأَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَالُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلم  {× ٣٠٠}

“Ya Allah Zat pemindah berbagai kondisi, pindahlah kondisiku pada kondisi terbaik dengan daya dan kekuatan-Mu, wahai Zat Yang Maha Agung dan Maha Tinggi. Semoga  Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.” 300×

Wassalam Ustdz Drs Muhammad Daud