Kamis, 29 Mei 2025

Penjelasan tentang rahasia Nafas, Amfas, Tanafas, Nufus

 

Penjelasan tentang rahasia Nafas, Amfas, Tanafas, Nufus

Tanggal: 30 Mei 2025 

Pendahuluan

Penjelasan tentang rahasia Nafas, Amfas, Tanafas, Nufus dalam perspektif tasawuf sangat dalam dan menyentuh inti penciptaan manusia. Dalam ilmu hakikat dan ma'rifat, istilah-istilah ini merujuk pada proses spiritual dan ontologis bagaimana wujud manusia hadir dari alam ghaib ke alam nyata, dari hakikat ke syariat.

Isi Utama

1. Nafas (ู†َูَุณ)

Nafas secara bahasa berarti “hembusan” atau “nafas”. Dalam konteks tasawuf, nafas adalah Sirrul-Hayat—rahasia kehidupan. Ia adalah hembusan ilahiyah dari Tuhan ke dalam ruh manusia. Ketika manusia ditiupkan ruh dalam rahim (biasanya di usia kandungan 120 hari), itulah saat nafas Ilahi masuk—nafas rahmaniyyah—yang menjadi sumber kehidupan makhluk.


> Dalam Al-Qur’an: “Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya ruh-Nya...” (QS. As-Sajdah: 9)


Makna๐™ฃ๐™ฎ๐™–: Nafas adalah jalan penghubung antara ruhani dan jasmani. Manusia hidup karena nafas, dan nafas ini adalah titisan dari Nafas Tuhan, yang disebut “Nafasul Rahman”—hembusan kasih sayang Tuhan.

2. Amfas (ุฃَู†ูَุงุณ)

Amfas adalah bentuk jamak dari nafas. Ini menggambarkan proses terus-menerus dari nafas ilahiyah. Dalam tradisi sufi, setiap nafas yang diambil manusia adalah pancaran dari wujud Tuhan, dan di dalamnya tersimpan rahasia ciptaan dan ketetapan-Nya.


> “Setiap amfas adalah amanah, maka jangan sampai nafasmu berlalu tanpa dzikir.”


Kaitan dengan kehidupan: Amfas menjadi tanda hidupnya hati. Setiap hembusan yang tidak disertai kesadaran kepada Tuhan, menjadi kerugian besar dalam pandangan ruhani.

3. Tanafas (ุชَู†َูُّุณ)

Tanafas berarti “proses bernafas”. Dalam konteks batin, ini adalah dinamika antara pengambilan (inhalasi) dan pelepasan (ekshalasi) energi ruhani. Para arifin mengatakan bahwa setiap tanafas yang sadar (muraqabah an-nafas) adalah bentuk ibadah. 

 > Di sinilah muncul praktik “muraqabah an-nafas” — menjaga kesadaran dalam setiap hembusan nafas.

Maknanya: Proses tanafas secara spiritual adalah cerminan jalannya ruh dari alam azali ke alam dunia—menyerap rahmat, melepaskan keluh kesah, hingga kembali pada asal.

4. Nufus (ู†ُูُูˆุณ)

Nufus adalah jamak dari nafs—jiwa. Ini menyangkut tahapan-tahapan jiwa dalam perjalanan hidup manusia. Mulai dari nafs ammarah (jiwa yang memerintah kepada keburukan) hingga nafs muthma’innah (jiwa yang tenang, kembali kepada Tuhan).

Kaitan dengan kelahiran:

Sejak dalam kandungan, manusia sudah memiliki nufus—jiwa yang terbungkus fitrah. Ketika lahir ke dunia, jiwa ini perlahan diselimuti oleh hijab dunia, hawa nafsu, dan ego. Perjalanan hidup adalah proses menyucikan nufus ini agar kembali kepada Tuhan dalam keadaan murni. Hubungan dari Kandungan hingga Lahir 1. Dalam kandungan (rahim): Nafas Ilahi ditiupkan, jiwa mulai hidup. 2. Menjelang lahir: Proses tanafas awal dimulai, tubuh bersiap menyambut dunia. 3. Saat lahir: Nafas pertama adalah tanda masuknya ruh ke alam dunia. Saat itu, amfas ilahiyah menyertai. 4. Hidup di dunia: Manusia diberi waktu (dihitung dari nafas ke nafas) untuk mengenal asalnya. 5. Tujuan hidup: Menyadari bahwa setiap nafas adalah pinjaman, dan setiap hembusan membawa kita mendekati kematian (dan kembali).

Penutup

> “Sebelum engkau mengenal Tuhan dengan kata, kenalilah Dia melalui nafasmu. Sebab setiap nafas adalah kalimat rahasia yang Dia bisikkan ke dalam dada hamba-Nya.”


Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Jangan Meninggalkan Dzikir

Al-Hikam Pasal 57


Jangan Meninggalkan Dzikir

ู„ุงَุชุชู€ْุฑُูƒِ ุงู„ุฐِูƒْุฑَ ู„ِุนَุฏَู…ِ ุญُุถูˆُุฑِูƒَ ู…َุนَ ุงู„ู„ู‡ِ ููŠู‡ِ ู„ุงَู†َّ ุบูู„َุชَูƒَ ุนู† ูˆُุฌُูˆุฏِ ุฐِูƒุฑِู‡ِ ุฃَุดَุฏُّ ู…ู† ุบَูู„َุชِูƒَ ูู‰ ูˆُุฌูˆُุฏِ ุฐِูƒุฑِู‡ِ ูุนَุณุงَู‡ُ ุฃَู†ْ ูŠَุฑْูَุนَูƒَ ู…ู† ุฐِูƒุฑٍ ู…ุน ูˆุฌูˆุฏِุบَูู„َุฉٍ ุฅู„ู‰ ุฐِูƒุฑٍ ู…ุนَ ูˆُุฌูˆุฏِ ูŠَู‚ุธุฉٍ ، ูˆู…ู† ุฐูƒุฑٍ ู…ุนَ ูˆُุฌูˆุฏِ ูŠَู‚ุธุฉٍ ุฅู„ู‰ ุฐِูƒุฑٍ ู…ุนَ ูˆُุฌูˆุฏِ ุญُุถูˆُุฑٍ، ูˆู…ู† ุฐูƒุฑٍ ู…ุนَ ูˆُุฌูˆุฏِ ุญُุถูˆُุฑٍ ุฅู„ู‰ ุฐِูƒุฑٍ ู…ุนَ ูˆُุฌูˆุฏِ ุบู€َูŠْุจَุฉٍ ุนู…َّุง ุณِูˆู‰َ ุงู„ู…َุฐูƒู€ُูˆุฑِ ูˆَู…ุงَ ุฐٰู„ูƒَ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ุจِุนَุฒِูŠุฒِ

"Jangan meninggalkan dzikir, karena engkau belum bisa selalu ingat kepada Alloh di waktu berdzikir, sebab kelalaianmu terhadap Alloh ketika tidak berdzikir itu lebih berbahaya dari pada kelalaianmu terhadap Alloh ketika kamu berdzikir." Semoga Alloh menaikkan derajatmu dari dzikir dengan kelalaian, kepada dzikir yang disertai ingat terhadap Alloh, kemudian naik pula dari dzikir dengan kesadaran ingat, kepada dzikir yang disertai rasa hadir, dan dari dzikir yang disertai rasa hadir kepada dzikir hingga lupa terhadap segala sesuatu selain Alloh. Dan yang demikian itu bagi Alloh tidak berat [tidak sulit].

Syarah

Empat keadaan yang berkaitan dengan dzikir:

1: Berdzikir dalam keadaan hati tidak ingat kepada Alloh.

2: Berdzikir dalam keadaan hati yang ingat kepada Alloh.

3: Berdzikir dengan disertai rasa kehadiran Alloh di dalam hati.

4: Berdzikir dalam keadaan fana' dari makhluk, lenyap segala sesuatu dari hati, hanya Alloh saja yang ada.

Seorang salik tidak boleh meninggalkan Dzikir, disebabkan karena hatinya belum bisa ingat/menghadap kepada Alloh. akan tetapi ia harus tetap selalu berdzikir walaupun hatinya masih belum bisa khudhur.

Karena orang yang meninggalkan dzikir itu jauh dengan Alloh hati dan lisannya. berbeda dengan orang yang mau berdzikir, meskipun hatinya masih jauh dengan Alloh karena belum bisa mengingat Alloh waktu berdzikir, tapi lisannya dekat dengan Alloh.

karena tidaklah sulit bagi Alloh untuk mengubah suasana hati hamba-Nya yang berdzikir dari suasana yang kurang baik kepada yang lebih baik hingga mencapai yang terbaik. Menaikkan satu tingkat [derajat] kelain tingkat [derajat], dzikir adalah satu-satunya jalan yang terdekat menuju kepada Alloh, bahkan sangat mudah dan ringan.

Abu Qasim al-Qusyairy berkata: "Dzikir itu simbol wilayah [kewalian], dan pelita penerangan untuk sampai, dan tanda sehatnya permulaannya, dan menunjukkan jernihnya akhir puncaknya, dan tiada suatu amal yang menyamai dzikir, sebab segala amal perbuatan itu ditujukan untuk berdzikir, maka dzikir itu bagaikan jiwa dari segala amal. Sedang kelebihan dzikir dan keutamaannya tidak dapat dibatasi".

Allah berfirman: "Berdzikirlah [ingatlah] kamu kepada-ku, niscaya Aku berdzikir [ingat] kepadamu." [QS. Al-Baqorah 152 ].

Dalam hadits Qudsi, Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda, Alloh 'Azza wa Jalla berfirman: "Aku selalu mengikuti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika ia berdzikir kepada-Ku. Jika ia berdzikir [mengingat] dalam dirinya. Aku pun berdzikir padanya dalam dzat-Ku dan jika ia berdzikir pada-Ku di keramaian, maka Aku pun berdzikir padanya dalam keramaian yang lebih baik dari pada kelompoknya, dan jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia datang kepada-Ku berjalan, Aku akan datang kepadanya berjalan cepat."

Abdullah bin Abbas rodhiyallohu 'anhu berkata: "Tidak ada suatu kewajiban yang diwajibkan oleh Alloh pada hamba-Nya melainkan ada batas-batasnya, kemudian bagi orang-orang yang berudzur dimaafkan jika ia tidak dapat melakukannya, kecuali dzikir, maka tidak ada batas dan tidak ada udzur yang dapat diterima untuk tidak berdzikir, kecuali jika berubah akal [gila].

Alloh berfirman: "... Bagi orang-orang yang mempunyai pikiran [sempurna akal]. Yang selalu berdzikir [mengingat] Alloh sambil berdiri, duduk dan berbaring." [QS. Ali-Imran 190-191].

Firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman, Berdzikirlah [ingatlah] kamu kepada Alloh dengan dzikir sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."

Yakni pagi, siang, sore, malam, di darat, di laut, di udara, dalam perjalanan [musafir] berdiam diri pada semua tempat dan waktu, bagi yang kaya, miskin, sehat, sakit, terang-terangan atau sembunyi dengan lisan atau hati dan pada tiap keadaan.

Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Rabu, 28 Mei 2025


 


Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Kelompok Latifah-latifah

 Kelompok latifah-latifah

1. Latifah Al-Qalbi

Artinya halusnya hati yang ada di bawah susu/dada sebelah kira, condong ke arah kiri kira-kira dua jari, saat berzikir pikiran hendaknya mengingat-ingat kepada apa yang dipahami dari kebesaran nama Allah, yaitu diantaranya adalah Zat Allah swt yang wajib sempurna (kamal) bagi-Nya, dan tidak mungkin kurang (naqis), serta mengharap limpahan rahmat dan anugerah Allah. Latifah ini menjadi tempat bersarangnya an-nafsu allawwamah yaitu nafsu yang mencela, terdiri dari 9 :

  1. Al-Laum yaitu mencela
  2. Al-Hawa yaitu hawa nafsu
  3. Al-Makru yaitu tipu daya
  4. Al-Ujbu yaitu tertegun/heran kepada amalnya sendiri, merasa sudah banyak dan paling baik (amalnya)
  5. Al-Gibah yaitu membicarakn kejelekan orang lain
  6. Al-Riyaa yaitu beramal karena orang lain, tidak ikhlas karena Allah
  7. Azh-Zhulmu yaitu menganiaya
  8. Al-Kidzbu yaitu bohong, dan
  9. Al-Gaflah yaitu lupa ingat/zikir kepada Allah
Oleh karena itu, dengan zikir sirrike arah latifah al-qalbi tersebut dimohonkan kepada Allah, semoga semua sifat-sifat yang tercela mazmumat tersebutbisa sirna dan lenyap

2. Latifah Ar-Ruuh
Artinya halusnya hati yang ada di bawah susu/dada sebelah kanan condong ke arah kanan dengan jarak dua jari. Latifah ini tempat an-nafsu al-mulhamah, nafsu yang mendapat ilham, terdiri dari 7, yaitu :
  1. As-Sakhawah yaitu dermawan/pemberi
  2. Al-Qanaa'ah yaitu menerima (atas pemberian Allah)
  3. Al-Hilmu yaitu kasih sayang
  4. At-Tawaadhu yaitu rendah hati
  5. At-Taubah yaitu tobat nasuha
  6. As-Shabru yaitu sabar/tahan uji
  7. At-Tahammul yaitu tahan terhadap sakit/cobaan
3. Latifah As-Sirr
Artinya halusnya rasa yang ada di bawah susu/dadasebelah kiri condong ke arah dada dengan jarak dua jari. Latifah ini menjadi pusat tempatnya an-nafsu al-muthma'innah, nafsu yang tenang, yaitu :
  1. Al-Juud yaitu dermawan, murah hati, tidak pernah merasa enggan/berat hati untuk mengeluarkan hartanya karena taat
  2. Ar-Tawakkal yaitu pasrah diri kepada Allah
  3. Al-'Ibaadah yaitu beribadah kepada Allah dengan penuh ikhlas
  4. Asy-Syukru yaitu bersyukur dan berterima kasih kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diberikan
  5. Ar-Ridhaa yaitu rela atas hukum Allah
  6. Al-Khasyyah yaitu takut berbuat maksiat karena takut siksa dan laknat Allah
4. Latifah Al-Khafiyyi
Artinya halusnya sesuatu yang samar yang ada dibawah susu/dada sebelah kanan condong ke arah dada dengan jarak dua jari.Latifah ini menjadi pusat tempatnya an-nafsu al-mardhiyyah (nafsu yang mendapatkan ridha Allah), terdiri :
  1. Husnul-Khuluq yaitu baiknya budi perkerti
  2. Tarku Maa Siwallahi Ta'alaa yaitu meninggal sesuatu selain Allah
  3. Al-Luthfu yaitu belas kasih kepada semua makhluk
  4. Hamlul-Kholqi 'Alash-Sholaahi yaitu mengajak kepada makhluk agar dapat berbuat baik
  5. Ash-Shofhu 'An Dzunuubil-Khalqi yaitu memberi maaf atas kesalahan makhluk
  6. Hubbul-Khalqi Wal-Mailu ilaihim Li ikhraajihim min Zhulumaati Thobaa'i'ihim Ilaa Anwari Arwaahihim yaitu cinta kepada makhluk, dengan tujuan mengeluarkan mareka dari tabiat-tabiatnya yang jelek, tercela dan hawa nafsu menuju ke sifat-sifat yang dimiliki para malaikat yang baik, dan akhlak yang terpuji.
5. Latifah Al-Akhfa
Artinya halusnya sesuatu yang lebih samar yang ada di tengah dada. Latifah ini menjadi pusat tempatnya an-nafsu al-kaamilah, yaitu nafsu yang sempurna, terdiri :


Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Jumat, 23 Mei 2025

Keampuhan Sholawat Jibril

"Keampuhan Sholawat Jibril"

"ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ"
Di namakan sholawat Jibril, karena sholawat ini adalah kesukaan malaikat Jibril, sholawat yang selalu di baca malaikat Jibril. Sebelum Nabi Adam tercipta sholawat ini sudah ada dan di amalkan malaikat Jibril. Sholawat Jibril adalah Sholawat yang paling tua, di bandingkan shighat-sgighat sholawat lainnya.

Di Lirboyo, setiap hari Jum'ah kira-kira 30 menit sebelum adzan pertama... Mbah Kyai Anwar Manshur mewiridkan sholawat ini bersama para santri.

Mbah Yai Anwar Manshur dawuh "Sholawat Jibril ini di ijazahkan oleh Mbah Kyai Mahrus Ali... Kalau punya hajat besar, seperti bangun pondok, madrasah, masjid atau bangun rumah... Setiap hari di baca 10 ribu kali , hajatnya akan berhasil dan terbebas dari hutang... Kalau tidak ada hajat, sehari cukup di baca 1000 kali... Khusus malam Jumah atau hari Jumah di baca 10 ribu kali".

Sholawat Jibril ini juga kesukaan Mbah Yai Abdul Karim Lirboyo dan Mbah Yai Ma'ruf Kedunglo ...

Mak Syah (Nyai Aisyah, Puteri Mbah Yai Abdul Karim, Ibunya Gus Ma'shum) dawuh :
"Mbah Yai Abdul Karim ketika jalan-jalan ke mana saja... mengelilingi pondok, atau nunggu santri2 yang ro'an (kerja bakti)... Lisannya tidak lepas dari sholawat".

Berkata Imam asy-Sya'roni... di ruwayatkan dari Nabiyyulloh khodlir 'alayhi as salam, Rosululloh SAW bersabda :
ู…ู† ู‚ุงู„ "ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ" ูู‚ุฏ ูุชุญ ุนู„ู‰ ู†ูุณู‡ ุณุจุนูŠู† ุจุงุจุงً ู…ู† ุงู„ุฑุญู…ุฉ ูˆَุฃَู„ْู‚َู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…َุญَุจَّุชَู‡ُ ูِูŠ ู‚ُู„ُูˆุจِ ุงู„ู†ًّุงุณِ ูَู„ุงَ ูŠَุจْุบُุถُู‡ُ ุฅู„ุงَّ ู…َู†ْ ูِูŠ ู‚َู„ْุจِู‡ِ ู†ِูَุงู‚ٌ
"Barangsiapa mengucapkan
 "ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ"
Maka sungguh dia telah membuka 70 pintu Rahmat, dan Alloh akan menjadikannya di cintai di hati para manusia, tidak ada yang membencinya, kecuali orang yang di dalam hatinya terdapat kemunafikan"

Oleh Riqo

Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Dzikir apa saja yang dibaca pada saat Suluk


Dzikir yang dibaca saat suluk sangat bervariasi tergantung pada tarekat yang diikuti dan bimbingan dari mursyid. Setiap tarekat memiliki wirid dan dzikir khusus yang diyakini memiliki fadhilah dan manfaat tertentu dalam perjalanan spiritual.


Berikut adalah beberapa contoh dzikir yang umum diamalkan dalam suluk di beberapa tarekat populer di Indonesia:


Tarekat Naqsyabandiyah:


- Dzikir Ismu Dzat (ุงู„ู„ู‡... ุงู„ู„ู‡... Allah): Mengulang-ulang nama Allah dalam hati (khafi) atau secara lisan (jahr) dengan jumlah tertentu yang ditentukan oleh mursyid. Ini adalah dzikir inti dalam tarekat Naqsyabandiyah.

- Dzikir Nafi Itsbat (ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡): Mengucapkan kalimat tauhid "La ilaha illallah" dengan metode dan adab khusus yang diajarkan oleh mursyid, seringkali disertai dengan pengaturan nafas dan visualisasi pergerakan kalimat tersebut dalam tubuh.

- Khatam Khawajikan: Serangkaian wirid dan doa khusus yang dilakukan dalam kelompok dan memiliki tata cara tertentu, termasuk membaca istighfar, Al-Fatihah, shalawat, dan surah-surah pilihan.

- Muraqabah: Meditasi atau kontemplasi untuk merasakan kehadiran Allah dan membersihkan hati dari pikiran-pikiran negatif. Terdapat berbagai jenis muraqabah dalam Naqsyabandiyah.

- Munajat: Doa-doa permohonan dan pengagungan kepada Allah, seperti "Ilahi Anta Maqsudi wa Ridloka Mathlubi" (Ya Allah, Engkaulah tujuanku dan ridha-Mu yang kucari).

- Wirid Lathaif: Dzikir yang difokuskan pada tujuh titik ู„ุทุงุฆู (lathaif) atau pusat energi spiritual dalam tubuh.


Tarekat Qadiriyah:


- Dzikir Jahr (ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡): Mengucapkan kalimat tauhid "La ilaha illallah" dengan suara keras atau jelas.

- Istighfar (ุฃุณุชุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุธูŠู… ูˆุฃุชูˆุจ ุฅู„ูŠู‡): Memohon ampunan kepada Allah.

- Shalawat: Mengucapkan pujian dan permohonan berkah kepada Nabi Muhammad ๏ทบ.

- Hasbunallah wa Ni'mal Wakil (ุญَุณْุจُู†َุง ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَู†ِุนْู…َ ุงู„ْูˆَูƒِูŠู„ُ): Mengucapkan kalimat penyerahan diri kepada Allah.

- Wirid Harian: Amalan-amalan dzikir dan doa yang dibaca setiap pagi dan sore dengan jumlah tertentu.


Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN):


Tarekat ini menggabungkan amalan dari Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah, sehingga dzikir yang diamalkan juga mencakup kombinasi dari dzikir jahr dan khafi, nafi itsbat, ismu dzat, serta wirid-wirid lainnya sesuai dengan bimbingan mursyid TQN.


Penting untuk diperhatikan:


- Bimbingan Mursyid: Jenis, jumlah, tata cara, dan waktu pelaksanaan dzikir selama suluk selalu ditentukan dan diawasi oleh mursyid. Murid tidak diperkenankan menentukan sendiri amalannya.

- Niat: Seluruh dzikir dan amalan suluk harus dilakukan dengan niat yang tulus hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

- Adab: Melaksanakan dzikir dengan penuh khusyuk, tadharru' (merendahkan diri), dan mengikuti adab yang diajarkan oleh mursyid.


Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat mengenai dzikir apa saja yang dibaca saat suluk adalah bergantung pada tarekat yang diikuti dan arahan dari mursyid. Jika Anda berminat untuk melakukan suluk, langkah pertama yang paling penting adalah mencari seorang mursyid yang mursyid dan mengikuti bimbingan beliau.


Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil 'aliyil 'azhim. Allahumma sholli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad. Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih


Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Kamis, 22 Mei 2025

Ilmu TITIK BA

( ุจ ) ILMU TITIK
Alfaqir Syarifudin Saridin

Inti dari alqur'an ialah Alfatihah
Inti dari Alfatihah ialah BISMILLAH, inti Dari Bismillah adalah Huruf ุจ, inti dari Huruf ุจ adalah titik (.)
Itulah hakikat alam semesta dan seisinya.. 

ILMU TITIK (ุจ) ialah Makrifatullah, dan ilmu tak bisa didapat Sembarangan, Ada Syaratnya, Ada Masyayikhnya, Ada Usahanya.. 
bukan Dengan Cara Membaca Kitab atau Artikel Tertentu lalu Kita Menjadi Makrifat, Itu Namanya Meraba-raba Bukan me-RASA... 

Tulisan saya ini Hanya sekedar Washilah yang sebatas hanya pada Kepahaman Saja.. 
Tak Bisa membuat kalian Sampai Pada Makrifat (Musyahadah)... 
Kalian harus merasakan Dan tenggelam Sendiri Didalamnya.. 

Huruf BA tanpa titik ibarat DZATTUL HAQ ALLAH yang sudah ada ketika segala sesuatunya belum ada.. 
Allah masih dalam FanaNya sendiri atau Bathin.. 
Karena Dzattul haq inilah tercipta alam Semesta. . 

( ุง )
Kemudian. . Allah meniupkan RuhNya yang disebut NUR HAQ ALLAH..
berdiri Sendiri dalam Diri yang disebut Huruf ALIF.. 

Nur haq allah inilah yang menganasirkan dirinya menjadi 4 unsur yg disebut NUR MUHAMMAD.. 
Jadi inilah hakekat penciptaan adam di Surga .. 
ALLAH DALIL MUHAMMAD
atau
ALLAH NYATA PADA MUHAMMAD
Itu pun belum nampak dan masih Ghaib atau masih dalam bathin Allah yang disebut AHMAD (Allah + Muhammad)
Maka inilah Hakekat Huruf ( ุซ ) memiliki e titik dalam Wadah.. 
Dzat allah Maujud pada Ruh disebut Nur Haq Allah.. 
Nur Haq Allah Maujud Disebut Nur Muhammad.. 
Dan Setelah menganasirkan dirinya dari 4 unsur lalu SEMPURNALAH DIA. . 
Inilah yang disebut KEHIDUPAN

(ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ)
 kenapa huruf ALIF lenyap dalam BA dalam Bacaan BISMILLAH...??? Karena semuanya berasal dari ALIF GHAIB yang hilang dari bacaan (ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ). . 
Akulah yang Dzohir dan akulah yang Bathin.. 
Jadi sebenernya Hanya allah yang nyata senyata-nyatanya.. 

Agar kira bisa sedikit memahami dengan pemahaman lebih jelasnya Begini, " Apabila telah ku sempurnakan Dirimu yang Dzohir, Aku tiupkan Ruh-ku ".. 
Inilah yang disebut diri yang bathin atau AHMAD tadi. " ALLAH MUHAMMAD "

Ketika bergerak disebut nyawa. . 
Ketika lahir disebut insan.. 
Saat keluar masuk disebut Nafas.. 
Melihat disebut Bashor.. 
Mendengar disebur Sama'.. 
Dan berbicara disebut Kalam.. 
Dan segalanya Wujud nyata pada dirimu sendiri.... 

" Ku tiupkan kepadanya Ruhku, maka hendaklah kamu bersujud kepadanya "
Karena Ruh ada bagian dari Diri Allah sendiri.. 
Allah Me-WUJUD dalam diri sendiri dengan disebut Ruh.. 

Ruh itu tidak diciptakan tapi Ditiupkan ( TAJJALI).. 
Karena Ruh bukanlah Makhluk.. 
Ruh akan Kembali kepada Allah setelah kematian, karena sifat Ruh itu Adalah Suci.. 

SESUNGGUHNYA ILMU TITIK ุจ itu mengajarkan Bagaimana Cara memindahkan titik yang berada diluar Wadah (Titik Ba).. 
Dipindahkan menjadi Titik didalam wadah Titik nun ( ู† ). Sehingga titik itu menjadi Cahaya Bagi Diri.. 

Karena Titik ุจ pada (ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ) merupakan pintu gerbang dan sekaligus gudang yang menyimpab semua khazanahnya. . 

Makanya hal ini di isyaratkan dalam SURAT ALFATIHAH yg diawali dengan Huruf ุจ (titik dibawah) Dan diakhiri Dengan Huruf ู† (titik diatas). . 

Intinya kita harus menjadikan titik diluar itu menjadi titik didalam, Seperti titik didalam (ู†)..

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil 'aliyil 'azhim. Allahumma sholli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad. Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih


Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Manusia terdiri dari Jiwa dan Raga

 

Manusia terdiri dari Jiwa dan Raga

Tanggal: 23 Mei 2025 | Penulis: Admin Majelis Sekumpul

Pendahuluan

Manusia terdiri dari jiwa dan raga, sebagaimana raga yang selalu berubah-ubah, jiwa juga. Raga bisa sakit, bisa sehat. Dari muda jadi tua, cerdas cemerlang tiba-tiba pikun dan pelupa

Jiwa dan Raga Manusia

Iman dan Tauhid

Iman dan Tauhid pun juga begitu, iman turun naik,
Hati mudah bolak balik, sebab watak alamiah hidup adalah perubahan,
Boleh jadi hari ini seorang yang beriman, besok belum tentu, hari ini bermaksiat , besok mungkin sudah bertaubat,

Apalagi di zaman fitnah, yang penuh cobaan dan ujian , seperti sekarang, berikan dan bertauhid bagaikan menggenggam bara api,
Bila tidak waspada diri, perubahan sedikit, bisa saja membuat iman Tauhid sirna,
Hilang kepercayaan pada kuasa dan kehendak Tuhan

Pengertian Tauhid ini juga disebut ma'rifat, yakni mengenal Allah dengan benar,
Orang yang ma'rifat punya satu pengetahuan, Allah dibalik segalanya,
Sehingga tidak perlu cemas berlebihan dan takut berlebihan,

Warna warni kehidupan sebagai wujud kehendak Allah , ketika sakit selalu berikhtiar, mencari kesembuhan, ia merasa yakin berikhtiarnya Allah yang menggerakkan ia ikhtiar , sehingga ia bertawakal dan pasrah, sebagai wujud peryataan bahwa hatinya sudah Tashdiq.

Tashdiq

Tashdiq itu pintu masuk ke fase lebih tinggi , yakni Tahaqquq ( kemantapan yg penuh)
Jiwa orang yang sudah tahaqquq , menjadi lebih tegar, lebih tangguh dalam situasi apapun, ia lebih rileks dan santai walaupun menghadapi musibah dan becana,

Maqom Tahaqquq membuahkan wushul , ia mendapatkan bayan ( keterbukaan) dan kasyaf ( penyingkapan ) , rahasia2 Allah dan rencana2Nya dalam kehidupan duniawi dan ukhrawi yang terpancar didalam hati sang hamba,
Pencapaiannya ini berbeda-beda bagi setiap orang sesuai atas kehendak-Nya,
Perjalanan Tauhid itu begitu panjang
Sudah saatnya kita semua selalu memohon taufiq dari Allah , agar hati kita di bimbing pada Tauhid dan Iman yang benar, termasuk dianugrahkan ketenangan hati, kebahagiaan, kesehatan, kepuasan menerima kenyataan, dan sejahteraan lahir batin,
Terus Istiqomah dzikir, terutama dzikir sirrul asrrornya,

Penutup

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil 'aliyil 'azhim. Allahumma sholli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad. Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih


Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Kitab Fathur Rabbani - SebabCinta Allah kepada hamba

Kitab Fathur Rabbani - Sebab Cinta Allah kepada Hamba

Tanggal: 23 Mei 2025 | Penulis: Admin Majelis Sekumpul


Wahai hamba, engkau letakkan di manakah rasa penghambaan untuk Al-haq. Bawalah kemari rupa penghambaanmu yang benar, dan genggamlah rasa kecukupan dan segala urusanmu. Engkau adalah hamba yang lari dari Tuhanmu. Kembalilah kepada-Nya, pasrahkan jiwa ragamu untuk Dia dan rendahkan dirimu di bawah perintah-Nya dengan sabar dan menerima. Bila hal ini telah sempurna atas dirimu sempurnalah penghambaanmu, lalu datanglah kecukupan untukmu dari Dia.


Difimankan-Nya :

“Bukankah Allah lebih cukup daripada hamba-Nya.”

Bila penghambaanmu sehat, tentu engkau lebih mencintai Dia dan cintamu kepada-Nya dalam hati lebih merekat, begitu pula kejinakanmu dan kedekatanmu tanpa ada cela. Ketidak adanya pencarianmu itu membaikan yang lain selain Dia, maka kerelaan-Nya pun terlimpah untukmu meliputi segala situasi. Kendati bumi menyempit atas dirimu tentu tetap melapangkannya.

Dan jika pun pintu terkunci untukmu engkau tidak marah kepada Dia, dan engkau tetap tidak mendekati pintu selain pintu-Nya, dan engkau jiga tidak makan selain pemberian-Nya. Nah, demikian ini sebagaimana pernah terjadi atas diri Nabi Musa (ketika masih bayi).

Difirmankan :

“dan Kami cegah Musa menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusuikan (nya) sebelum itu.” (QS. XXVIII : 12).

Tuhan kita Azza wa Jalla kuasa menyaksikan segala apa pun. Dia datang dalam setiap sesuatu. Dia penjaga segala sesuatu. Dan bila Dia menjaga setiap sesuatu maka tiada daya bagimu untuk memperkosanya. Tiada perintah yang bisa diingkari setelah diketahui. Janganlah kembali kepada Dia jika engkau masih mengharamkan segala kebaikan. Bersabarlah bersama-Nya dan jangan bersabar dari selain dia. Bila engkau tahu bahwa orang penyabar itu mampu berbuat demikian. Untuk apa akal ini?

Firman-Nya :

“Wahai orang-orang beriman, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. III : 200)

Tentang sabar banyak ayat Al-Qur’an yang mensitirnya dan kesemua itu menunjukkan atas kebaikan dan nikmat, mendapat sebaik-baik balasan, pemberian, kepuasan hati dunia akhirat. Maka hendaklah kamu menjaga hal itu. Kamu telah mendengar berita tentang dunia akhirat hendaknya engkau mencari bekal di kubur.

Tujulah orang-orang shalih dan berbuat baik karena ketentuanmu berdiri tegak. Engkau jangan seperti orang bila sedang berpetuah tapi tidak menggunkanan petuah itu sendiri, bila mendengar tidak mau melaksanakan.

Agamamu itu bisa lenyap oleh empat perkara :

1. Engkau tidak mau beramal terhadap sesuatu yang engkau ketahui.

2. Engkau lakukan pekerjaan atas dasar sesuatu yang tidak engkau ketahui.

3. Engkau tidak mau belajar terhadap sesuatu yang tidak engkau ketahui, bahkan engkau membiarkan dirimu kekal bodoh.

4. Engkau menghalangi orang untuk belajar sesuatu yang tidak mereka ketahui.

Wahai manusia bila engkau didatangi majelis dzikir, ikutilah dengan melepaskan rasa duka cita, bukan dengan kebencian. Karena pemalinganmu dari petuah orang itu suatu kekeliruan, menggoncangkan, peremehan, penertawaan, dan mempermainkan. Hentikan tindakan ini, engkau jangan seperti musuh-musuh Allah dan gunakanlah apa yang engkau dengar.

Wahai sahaya sungguh engkau telah dipandu dengan tradisi dan Allah memandumu dengan mencari pembahagiaan dan berhenti bersama Allah, lupa atas causalita dan tawakkal kepada-Nya. Peliharalah pemula amal ikhlas dalam usaha itu.

Firman Allah :

“Dan bukan aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar menyembah Aku.”

Bukanlah engkau dicipta untuk membaut kacau, engkau dicipta bukan sekedar permainan, engkau dicipta bukan sekedar untuk makan, minum, tidur dan kawin. Ingat wahai pelupa! Hatimu melangkah menuju Dia satu langkah dan cinta-Nya melangkah menuju kamu beberapa langkah.” Dia pemberi rizki kepada siapa yang dikehendaki tanpa batas.”

Wahai hamba orang-orang bodoh itu engkau kencani, maka kegoblokan mereka itu niscaya berbalik padamu. Bila ingin berteman, rangkullah orang beriman, yang yaqin, alim dan yang beramal dengan ilmunya. Alangkah bagus keadaan mukmin dalam segala perilaku mereka, alangkah kuat keteguhan mereka, dan alangkah hebat penyitaan untuk nafsu, hawa mereka.

Karena itu Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Keriangan orang beriman terlukis di wajah dan sedihnya di hati.”

Inilah di antara keteguhan mereka ditentukan oleh riang gembira di raut wajah dan menyembunyikan sedih di antara dirinya dan Allah. Cita mereka kekal, selamanya, banyak berfikir, banyak menagis, sedikit tertawa.

Sabda Nabi SAW :

“Tiada keriangan bagi mukmin selain berjumpa dengan Tuhan.”

Orang beriman menutupi sedihnya dengan riang gembira, jiwa luar bergerak jiwa dalam bekerja dan diam bersama Tuhannya. Lahiriahnya untuk keluarga dan batiniahnya untuk Tuhan. Mereka tidak bersedia membuka rahasia untuk keluarga tetangga anak dan tidak kepada satu pun manusia.

Dengarlah sabda Nabi :

“Perbantukanlah perbuatanmu terhadap urusanmu dengan tidak menampakkan (merahasiakan).”

Wahai sahaya jadikan aku cerminmu, jadikan aku cermin hati dan rahasiamu dan cermin perbuatanmu. Dekatlah padaku tentu engkau melihat dirimu sesuatu yang tidak engkau lihat ada padaku. Bila engkau butuh tentang urusan agama hendaklah engkau bersama aku, karena aku tidak lebih cenderung padamu dalam urusan agama Allah, bahkan aku tidak malu menekuni agama Allah.

Sungguh engkau berada dalam asuhan tangan kasar tanpa membawa hasil, bahkan menjadi munafiq. Tinggalkan dunia dalam rumahmu, dekatlah kemari, karena aku selalu dalam pemberhentian pintu akhirat. Bertetaplah di samping ku dan dengarkan kataku. Beramallah untuk Dia sebelum mati mendatangimu dalam waktu dekat ini. Gunakan rotasi waktu ini untuk takut kepada Allah.

Bila engkau tidak punya rasa takut maka tiada kesentausaan bagimu di dunia dan akhirat. Takut kepada Allah menunjukkan pengetahuan yang dalam akan Allah.

Dia berfirman :

“Hanyalah yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya adalah orang-orang berilmu.”

Tiada orang penakut kepada Allah kecuali golongan orang berilmu (Ulama). Mereka adalah golongan orang bila bekerja dengan ilmu, beramal dan memahami apa yang diamalkan, mereka tidak mencari balasan dari Al-Haq, terhadap apa yang dikerjakan, kecuali mereka hanya menghara kerelaan Dia dan bisa dekat dengan-Nya.

Mereka menghendaki mahabah, ikhlas dan terbuka hijab yang menyelimutinya. Mereka berkehendak agar pintu-Nya tidak ditiup di hadapannya dunia akhirat.

Mereka tidak terlalu cinta hidup di dunia juga di akhirat dan yang lain selain Dia. Dunia untuk manusia dan akhirat untuk manusia. Sedang Al-Haq untuk orang yang beriman semata, bertaqwa, arif, mencictai-Nya, yakin dan khusyu di hadapan-Nya.

Mereka adalah gambaran orang-orang yang sedih remuk redam karena Dia. Mereka adalah eksponen manusia yang takut Allah dengan tersembunyi. Dia Maha Ghaib dari ketampanan sikap lahiri mereka. Bagaimana perlu takut? Setiap waktu Dia dalam kesibukan, merubah, mengganti, penolong ini penghina itu, penghidup ini dan pemati itu, penerima ini dan penolak itu, pendekat ini dan penjauh itu.

Firman-Nya :

“Dia tiak ditanya tentang apa yang diperbuatnya dan merekalah yang akan ditanyai.” (QS. XXI : 23).

Penutup

Wahai Allah perdekatkanlah kami dengan Engkau dan jangan jauhkan kami dari-Mu.

“Dan berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.”.


Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Kamis, 14 November 2024

Kisah Auj bin Unuq, Raksasa yang Hidup di Zaman Nabi Nuh dan Nabi Musa

Meskipun keberadaan Auj bin Unuq tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an, kisahnya muncul dalam berbagai kitab tafsir dan cerita rakyat Islam. Kisah Auj bin Unuq mungkin tak begitu familiar bagi kebanyakan orang, sebab kisah tentangnya memang tak begitu jelas keasliannya. Adapun Auj bin Unuq adalah seorang raksasa yang dikenal karena ukurannya yang sangat besar dan kekuatannya yang luar biasa. Dalam literatur Islam dan mitos kuno, Auj bin Unuq sering digambarkan sebagai makhluk raksasa yang sombong dan jahat, menantang kekuasaan Tuhan serta para nabi.

Dalam beberapa sumber, disebutkan bahwa Auj bin Unuq memiliki ukuran tubuh yang sangat besar hingga kakinya mampu menjejak dasar laut sementara kepalanya menjulang di atas awan. Meskipun keberadaan Auj bin Unuq tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an, kisahnya muncul dalam berbagai kitab tafsir dan cerita rakyat Islam.
Siapakah Auj bin Unuq?
Auj bin Unuq adalah tokoh yang disebut dalam berbagai kisah mitologi dan literatur Islam kuno. Disebutkan bahwa Auj bin Unuq terlahir seratus tahun sebelum wafatnya Nabi Adam as. Ibunya bernama Anaq, putri dari Nabi Adam as. Ketika Nabi Adam as meninggal dunia dalam usia 930 tahun, beliau meninggalkan 40.000 anak cucu yang hidup tersebar di muka bumi. Beliau sendiri memiliki sekitar 21 putra dan 20 putri, yang di antaranya adalah Anaq, ibu dari Auj.

Banyak yang mengatakan bahwa Auj dilahirkan oleh ibunya dari sebuah perzinaan (lahir tanpa melalui pernikahan). Auj merupakan seorang kafir yang sangat kejam, jahat, sombong dan tidak berperikemanusiaan. Dikutip dari buku Kisah Para Nabi karya Imam Ibnu Katsir, Auj bin Unuq atau Ibnu Inaq ini telah hidup sejak masa Nabi Nuh AS hingga masa Nabi Musa AS.

Auj bertubuh raksasa. Ketika duduk, dia membutuhkan tempat yang panjang dan lebarnya 1000 x 1000 meter. Di setiap tangannya terdapat 10 jari dan setiap jari memiliki dua kuku. Umur Auj bin Unuq adalah 3.800 tahun. Tinggi tubuhnya adalah 23.330. hasta. Dengan badannya yang sangat tinggi itu, dia dapat mengambil ikan dari dasar laut dan memanggangnya di dekat matahari.
Ukuran setiap jari tangannya ialah tiga hasta. Ketika berdiri, awan berada di sekitar pingggulnya. Seluruh binatang takut padanya. Mereka akan lari ketakutan begitu melihat Auj bin Unuq. Raksasa Auj bin Unuq sering disebut dalam berbagai kitab sejarah kuno, terutama dalam konteks pertempuran melawan para nabi.

Kisah mengenai Auj bin Unuq ini sendiri terbagi menjadi dua versi, dan tidak dapat diketahui mana yang benar atau tidak. Sebab, keberadaan Auj bin Unuq sendiri lekat dengan kisah dongeng karena tak memiliki sumber serta dasar yang kuat.

Auj bin Unuq disebut sebagai keturunan Nabi Adan AS dan memiliki tubuh raksasa. Ia hidup di zaman Nabi Nuh AS hingga Nabi Musa AS. Ketika Nabi Nuh diperintahkan membuat bahtera, Auj bin Unuq ikut membantu beliau dalam pembuatan bahtera itu. Dia membawakan kayu-kayu yang berat dari hutan.

Untuk membalas jasanya, Nabi Nuh as selalu memberinya roti. Auj sangat membenci penduduk kota yang memusuhi Nabi Nuh as. Dan apabila ia datang ke kota, semua orang takut dan gemetar melihat kedatangannya.

Tatkala Nabi Nuh merampungkan membuat bahtera dan banjir mulai datang, Auj memohon kepada Nabi Nuh agar ia diberi tempat dalam bahtera tersebut. Akan tetapi Nabi Nuh menolak keinginannya itu. Saat banjir melanda seluruh dunia, tinggi air tidak mencapai lutut Auj bin Unuq, Auj pun hidup hingga masa Nabi Musa as.

Kisah Auj bin Unuq Versi Kedua
Dari sumber lain, Auj bin Unuq dikisahkan sebagai seorang raksasa keturunan Nabi Adam AS yang memiliki sifat kejam, sombong, dan jahat. Dikisahkan, Auj bin Unuq ini mengejek dan mengolok-olok Nabi Nuh AS dengan perkataan yang buruk. Salah satu perkataannya yaitu ketika sedang berada di bahtera Nabi Nuh, dia berkata, "Mangkuk apa yang kamu buat ini?"

Masih terdapat riwayat-riwayat lain yang mengatakan tentang keburukan Auj bin Unuq. Namun sangat sedikit sumber yang mengisahkannya karena kisah ini merupakan mitos yang bertentangan dengan dalil, baik secara akal ataupun naqal (Al-Qur'an dan hadits).
Auj bin Unuq Mitos atau Fakta?
Secara akal, jika anak Nabi Nuh yang dibinasakan karena kekufurannya padahal ayahnya adalah seorang Nabi, bagaimana mungkin Auj bin Unuq yang lebih kufur dan dzalim tidak dibinasakan.

Secara naqal, Allah SWT berfirman dalam surat As Safaat ayat 80-82,

Artinya: "Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. Kemudian Kami tenggelamkan yang lain."

Di antara doa Nabi Nuh yang dikabulkan juga disebutkan dalam Al-Qur'an,

"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi."

Mitos Auj bin Unuq ini juga bertentangan dengan hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dengan tinggi 60 hasta. Kemudian semakin lama tinggi manusia semakin berkurang, hingga saat ini." Hadits tersebut merupakan hadits yang shahih, terpercaya, dapat diandalkan, dan terjaga.

Hadits tersebut juga menunjukkan bahwa tidak ada keturunan Nabi Adam yang memiliki tubuh lebih tinggi dari Nabi Adam. Dalam bukunya, Ibnu Katsir berpandangan bahwa kisah Auj bin Unuq adalah mitos belaka dan cerita yang hanya dikarang oleh beberapa orang zindik dan pelaku dosa (musuh-musuh Nabi Muhammad SAW).

Sayangnya, informasi mengenai kehidupan Auj bin Unuq sangat terbatas dan tidak banyak yang diketahui tentang dirinya. Dari kisah tersebut, maka sudah sepantasnya sebagai umat muslim yang beriman untuk memilah dan mencari sumber yang shahih berdasarkan dalil (Al-Qur'an dan hadits).

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil 'aliyil 'azhim. Allahumma sholli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad. Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih


Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Selasa, 12 November 2024

15 Manfaat Zikir bagi Umat Islam beserta Makna dan Caranya


Manfaat dzikir sangat besar untuk setiap umat Muslim yang rutin mengerjakannya. Nggak hanya mendapatkan pahala, ibadah zikir juga bisa mendatangkan keberkahan hidup di dunia dan akhirat yang melimpah, lho.

Sebab, di setiap kalimat zikir yang kamu ucapkan berisi makna mengagungkan dan memuji Allah SWT. Zikir bisa menjadi cara untuk kita mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik itu saat bahagia, sedih, sakit, maupun sehat.

Zikir berasal dari bahasa Arab ‘dzakara, yadzukur, dzukr’, yang artinya adalah mengingat atau menyebut. Dalam Islam pengertian zikir adalah mengingat Allah SWT di dalam hati serta melafalkannya dengan lidah.

Dengan berzikir, kita senantiasa terus mengingat Allah SWT yang bisa membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang. Zikir juga menjadi salah satu amalan yang sangat disukai Nabi Muhammad SAW.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga memerintahkan hamba-Nya untuk berzikir, baik setelah salat, zikir pagi petang, dan sebagainya. Salah satunya ada di surat Ar-Ra’d ayat 28 yang berbunyi: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hari mereka menjadi tentram dengan zikir kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28).

Manfaat Zikir bagi Umat Islam

Berikut adalah manfaat dzikir bagi umat Islam menurut Al-Qur’an dan hadits beserta dengan maknanya.

1. Memberikan ketenangan dan ketentraman hati

Dengan berzikir, hati akan terasa lebih tenang dan damai. Hal ini merupakan jaminan oleh Allah SWT seperti yang tertuang dalam surat Ar-Ra’d ayat 28: “Ingatlah dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.”

2. Mendapatkan ampunan dan pahala yang besar

Zikir bisa mengugurkan dosa-dosa kecil yang pernah kita lakukan, lho. Tak hanya ampunan dari Allah SWT, berzikir juga bisa memberikan pahala yang besar.
Manfaat zikir ini tertuang dalam surah Al-Ahzab ayat 35: “Orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah, lelaki maupun perempuan, maka Allah sediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.”

3. Mendapatkan pertolongan Allah

Seperti yang sudah disebutkan tadi ya, zikir menjadi cara untuk kita terus mengingat Allah SWT.
Sebaliknya, Allah pun menjanjikan dengan terus mengingat-Nya, maka Allah akan mendatangkan pertolongan untuk hamba-Nya seperti yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 152: “Maka Ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu.”

4. Dilancarkan rezekinya

Dalam surat Al-Jumuah ayat 10, Allah SWT berfirman: “Carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”
Surat ini menyiratkan kepada kita bahwa dengan mengingat atau berzikir kepada Allah, bisa menambah kemudahan dan kelancaran rezeki seseorang.

5. Jauh dari godaan setan

Rutin berzikir bisa membantu kita menjauhkan diri dari godaan setan dan jin. Semakin sering berzikir, maka akan semakin meningkat keimanan kita kepada Allah SWT yang membuat jin dan setan enggan untuk mendekati kita.
Seperti yang tertuang dalam surat Az-zukhruf ayat 36: “Barangsiapa yang berpaling dari mengingat Allah, maka akan Kami jadikan setan sebagai pendamping yang selalu menemaninya.”

6. Menghilangkan kemunafikan

Dikatakan oleh Ibnul Qayyin, manfaat terbesar dari zikir adalah untuk menghilangkan kemunafikan. Hal ini dikarenakan keengganan orang munafik untuk berzikir kepada Allah SAW.

Seperti firman Allah di surat An-Nisa’ ayat 142: “…Dan apabila mereka berdiri sholat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka berzikir kepada Allah kecuali sedikit sekali.”

7. Dijanjikan surga oleh Allah SWT

Allah SWT menjanjikan surga kepada siapa aja yang berzikir setiap hari.
Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengucapkan zikir di siang hari dalam penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum subuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari)

8. Mendapatkan perlindungan di hari kiamat

Rasullah SAW pernah bersabda mengenai golongan apa saja yang akan mendapatkan naungan dari Allah di hari kiamat. Salah satunya adalah orang yang selalu mengingat Allah dengan berzikir.

“Ada tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat… di antaranya adalah seorang lelaki yang mengingat Allah dalam keadaan sepi, kemudian meneteslah air matanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Mendapatkan kebahagiaan setelah mati

Setelah mati, seluruh harta benda yang dimiliki akan ditinggalkan. Namun, amalan baik seperti zikir yang dilakukan akan memberikan kebahagian setelah mati.
Imam Ghazali pernah menyampaikan keutamaan zikir, sesungguhnya seseorang yang mati tidak benar-benar lenyap, yang juga melenyapkan amalan zikir. Ia hanya lenyap dari dunia dan alam syahadah, bukan dari alam malakut. Hal ini pun tertera dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 169-170.

10. Amalan yang disukai Rasulullah SAW

Rasulullah SAW tidak pernah melewatkan zikir setiap hari. Maka dari itu, zikir menjadi salah satu sunah rasul yang sangat dianjurkan untuk umat Muslim. Dengan mengamalkannya, kamu sudah meneladani sifat-sifat Rasulullah dan mendekatkan diri sesuai sunnahnya.

11. Mendekatkan diri pada Allah SWT

Zikir adalah salah satu amalan yang paling disukai Allah SWT. Rajin berzikir akan membuat kamu lebih dekat dengan-Nya.
Hal ini pun tertuang dalam sabda Rasulullah SAW berikut ini: “Maukah kamu aku tunjukkan perbuatan yang terbaik, paling suci di sisi Allah, dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infak emas atau perak?” Para sahabat menjawab: “Mau (wahai Rasulullah)!” Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah Yang Mahatinggi.” (HR. At-Tirmidzi No. 3377)

12. Mendapatkan banyak kebaikan dalam hidup

Rasulullah SAW bersabda, “Tiada suatu kaum yang duduk sambil berzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diselimuti oleh rahmat dan Allah akan mengingat mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Bukhari)

Hal ini menandakan bahwa zikir bisa memberikan kita limpahan kebaikan yang datang bertubi-tubi di dalam kehidupan sehari-hari.

13. Membersihkan hati

Manusia diciptakan dari tanah yang merupakan lambang dari kehinaan dan kekotoran. Karena tercipta dari tanah, maka sifat menusia cenderung kotor seperti iri, benci, sombong, dan sebagainya. Untuk membersihkan hati, manusia perlu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berzikir.

14. Menyehatkan otak

Ada sebuah penelitian dari Universitas Washington, yang dimuat dalam majalah Scientific American edisi Desember 1993, yang menyebutkan bahwa berzikir ternyata bisa mengaktifkan syaraf-syaraf di otak, lho. Saat kita berzikir dengan mengucapkan kalimat seperti Subhanallah, beberapa kawasan di otak menjadi aktif.

15. Mengontrol diri dari emosi

Manfaat dzikir lainnya adalah membuat seseorang bisa lebih sabar dan mengontrol emosi dengan lebih baik. Sebab sebagai umat Islam, kita harus selalu berperilaku baik kepada sesama manusia atau makhluk hidup lainnya.

Tata Cara Berzikir

Allah SWT juga memberikan petunjuk zikir dalam surat Al-A’raf ayat 205 yang memerintahkan untuk berzikir dalam hati dan secara perlahan. “Dan Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang…” (QS. Al-A’raf [7]: 205).

Dalam surat tersebut juga kita jadi tahu kalau zikir tidak hanya bisa dilakukan setiap selesai sholat Fardhu atau sholat Sunnah, tetapi ada juga zikir pagi dan petang yang bisa senantiasa menjaga kamu sepanjang hari. 

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil 'aliyil 'azhim. Allahumma sholli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad. Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih


Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Jumat, 08 November 2024

Kisah Nabi Daud Lengkap

1. Masa Muda Nabi Daud
Kisah Nabi Daud diawali dengan masa kecilnya. Nabi Daud tumbuh dalam keluarga yang taat beragama dan dihormati. Sejak kecil, ia menunjukkan tanda-tanda kebijaksanaan dan keberanian yang luar biasa. Allah SWT memberinya kemampuan luar biasa dalam memainkan alat musik.
Keberanian Daud diuji ketika ia menghadapi raksasa Jalut (Goliath) dalam pertempuran antara Bani Israil dan kaum Filistin. Dengan hanya menggunakan ketapel dan batu, Daud berhasil mengalahkan Jalut yang bersenjata lengkap dan sangat menakutkan.

2. Mengalahkan Jalut
Ketika Bani Israil sedang berada dalam peperangan melawan kaum Filistin, mereka sangat ketakutan oleh kehadiran Jalut, seorang prajurit raksasa yang kuat dan menakutkan. Tidak ada satu pun prajurit Bani Israil yang berani melawan Jalut, sampai Daud, yang saat itu masih sangat muda, tampil dengan keberanian luar biasa.

Dengan ketepatan yang luar biasa, Daud melemparkan batu dari ketapelnya dan mengenai kepala Jalut, membuat raksasa itu jatuh dan mati seketika. Kemenangan ini tidak hanya menunjukkan keberanian dan keimanan Daud, tetapi juga menjadi titik balik dalam peperangan tersebut.

3. Keistimewaan Suara Nabi Daud
Ketika ia membaca Zabur, kitab yang diturunkan kepadanya, baik manusia maupun makhluk lainnya terpesona oleh keindahan suaranya. Gunung-gunung dan burung-burung pun ikut bertasbih bersamanya, menunjukkan betapa besar pengaruh suara Daud dalam menyebarkan ajaran Allah SWT.

Mukjizat para utusan Allah memang sangat menakjubkan, seperti halnya mukjizat Allah kepada nabi lainnya yang juga diabadikan dalam Al-Qur’an terkait kisah nabi Zakaria, kisah nabi Muhammad, kisah nabi Yusuf, kisah nabi Musa, kisah nabi Nuh, hingga kisah nabi Adam.

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil 'aliyil 'azhim. Allahumma sholli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad. Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih


Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!

Rabu, 06 November 2024

Nasihat ‘Orang Gila’ kepada Raja Harun Ar-Rasyid tentang Kekuasaan

Pada suatu waktu, di tengah gemerlapnya kekuasaan dan kejayaan Abbasiyah, Khalifah Harun Ar-Rasyid yang terkenal dengan kebijaksanaannya dan kekayaannya, berhadapan dengan sebuah nasihat yang sangat berharga dari seorang yang dianggap gila oleh masyarakat. Orang tersebut adalah Bahlul, seorang sufi terkenal yang sering dianggap "gila" oleh orang-orang karena cara pandangnya yang unik dan berbeda dari norma kebanyakan. Namun, dalam banyak kisah hidupnya, Bahlul menyampaikan nasihat-nasihat yang sangat tajam dan penuh makna, terutama tentang kekuasaan yang seringkali menyesatkan manusia. Kisah yang melibatkan Bahlul dan Khalifah Harun Ar-Rasyid ini menggambarkan bagaimana seorang yang dianggap sebagai orang gila bisa memberikan pelajaran hidup yang luar biasa bagi seorang penguasa yang paling berkuasa pada masanya. Nasihat Bahlul kepada Harun Ar-Rasyid menjadi sebuah pelajaran abadi mengenai kekuasaan, kesombongan, dan kehidupan yang penuh dengan ujian.

Perjumpaan Harun Ar-Rasyid dengan Bahlul

Khalifah Harun Ar-Rasyid, yang pada masa pemerintahannya memimpin kerajaan besar dan makmur, suatu kali bertemu dengan Bahlul, yang dikenal dengan kelakuannya yang sering dianggap tidak biasa. Pada suatu kesempatan, Harun Ar-Rasyid bertanya kepada Bahlul, yang saat itu sedang duduk di tepi jalan dengan penampilan yang kusut dan sikap yang cenderung tidak sesuai dengan kepribadian seorang bijak. Sang Khalifah penasaran, mengapa orang yang tampaknya tidak waras ini bisa begitu tenang dan penuh keyakinan. Mungkin Harun Ar-Rasyid mengira bahwa seorang yang berpakaian lusuh dan tampak tidak berdaya seperti Bahlul tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang kehidupan atau kekuasaan. Namun, Bahlul, dengan cara yang unik, memberikan sebuah jawaban yang mengejutkan Khalifah. Dengan cerdas, Bahlul memulai percakapan dengan cara yang berbeda, menggugah Khalifah untuk lebih berpikir dalam tentang dunia kekuasaan yang sedang ia jalani.

Bahlul dan Nasihatnya Tentang Kekuasaan

Suatu hari, saat Harun Ar-Rasyid sedang duduk di hadapan rakyatnya, Bahlul mendekat dan memberanikan diri untuk menyampaikan nasihat. Bahlul berkata, "Wahai Khalifah, bagaimana kamu bisa merasa bangga dengan kekuasaan yang kamu miliki, padahal segala sesuatu yang kamu miliki bisa saja hilang dalam sekejap mata? Apa yang kamu miliki saat ini, apakah itu milikmu selamanya?" Kata-kata Bahlul ini jelas merupakan kritik tajam terhadap sikap sombong dan ketergantungan pada kekuasaan yang sering muncul pada pemimpin yang berada di puncak kejayaan. Bahlul mengingatkan Harun Ar-Rasyid bahwa kekuasaan adalah sesuatu yang sementara. Semua yang dimiliki oleh seorang penguasa bisa saja lenyap seiring berjalannya waktu. Bahkan, orang yang memiliki kekuasaan yang besar sekalipun, pada akhirnya akan meninggalkan dunia ini. "Kekuasaanmu," lanjut Bahlul, "adalah amanah, bukan milikmu untuk selamanya. Jangan sampai kamu terperangkap dalam dunia yang fana ini." Nasihat ini menggugah Harun Ar-Rasyid untuk merenung tentang bagaimana dia seharusnya memandang kekuasaannya.

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil 'aliyil 'azhim. Allahumma sholli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad. Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih


Dalam kebersamaan, kita temukan kedamaian.

Temukan kisah, nilai, dan inspirasi dari tanah kelahiran di blog kami:

Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur

๐Ÿ“– Baca sekarang dan rasakan hangatnya budaya dan spiritualitas lokal.

#MajelisSekumpul #SadulurSalembur #BlogKomunitas #NilaiLokal

Terima kasih telah membaca di Majelis Sekumpul - Sadulur Salembur.

Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat!