Rabu, 08 November 2023

IMAM MUHAMMAD AS-SYAFI’I,RA



IMAM MUHAMMAD AS-SYAFI’I,RA

"Cintailah orang sholeh, karena mereka memiliki kesholehan-Nya,

cintailah Nabi Muhammad SAW, karena dia kekasih Allah SWT, dan

cintailah Allah SWT, karena dia kecintaan Nabi dan orang Sholeh"./


“Dunia adalah tempat yang licin dan menggelincirkan, rumah yang hina, bangunan-bangunanya akan runtuh, penghuninya akan beralih kekuburan, perpisahan denganya adalah sesuatu keniscayaan, kekayaan di dunia sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kemiskinan, bemegah-megahan adalah suatu kerugian,maka memohonlah perlindungan Allah SWT, terimalah dengan hati yang lapang segala karunia-Nya. Jangan terpesona dengan kehidupanmu di dunia sehingga meninggalkan kehidupan akhirat. Ketahuilah, “sesungguhnya hidupmu didunia akan sirna, dindingnya juga miring dan hancur, maka perbanyaklah perbuatan baik dan janganlah terlalu banyak berangan-angan.”


“Menganggap benar dengan hanya satu pandangan merupakan suatu bentuk ketertipuan. Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat daripada berkelebihan dan penyesalan. Melihat dan berfikir, keduanya akan menyingkap keteguhan hati dan kecerdasan. Bermusyawarah dengan orang bijak merupakan bentuk kemantapan jiwa dan kekuatan mata hati.”


Ketahuilah bahwa orang yang jujur kepada Allah swt, ia akan selamat. Barangsiapa yang bersemangat dengan agamanya, ia pun akan selamat dari kerusakan, dan barangsiapa yang berlaku zuhud dengan urusan dunianya, niscaya kelak pahala Allah swt, akan Nampak ndah di matanya.


“Tujuan dari ilmu adalah mengamalkanya,maka ilmu yang hakiki adalah yang terefleksikan dalam kehidupanya, bukanya yang bertengger di kepala.”

“Jika engkau melihat seseorang berjalan diatas air dan bias terbang diudara, maka janganlah kehebatan itu menjadikan kalian lengah dan terheran-heran kepadanya sampai kamu mengetahui secara persis atas apa yang dikerjakanya itu berlandaskan  pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.”


“Jika rasa ujub menghinggapi aktifitasmu, mak lihatlah keridhaan siapa yang kau harapkan, pahala mana yang kau suka, sanksi mana yang kau benci. Maka jika engkau memikirkan satu diantara kedua hal ini, niscaya akan hadirdi depan matamu apa yang sudah kamu lakukan.”

“Bid’ah itu terbagi menjadi dua macam : segala sesuatu yang baru dan tidak sejalan dengan Al-qur’an, sunnah, atsar, ijma’ itu merupakan bid’ah dhalalah (bid’ah yang sesat). Sementara jika sesuatu yang baru itu tidak bersebrangan dengan Al-qur’an ,hadits,atsar dan ijma’ maka sesuatu yang baru itu disebut bid’ah khasanah (bid’ah yang baik).”

“Barang siapa yang dipancing untuk marah, namun ia tidak marah,maka dia tak ubahnya keledai,dan barang siapa yang diminta keridhoanya namun tidak ridho, maka dia adalah syaitan.”


“Tawadhu’ adalah perkara yang sangat di idam-idamkan. Orang yang paling timggi kedudukanya adalah mereka yang tidak melihat kedudukanya sendiri. Akan tetapi tawadhu’ dihadapan orang yang tidak bias menghargai orang lain merupakan bentuk kezhaliman terhadap diri sendiri.”


“Dasar ilmu adalah kemantapan dan buahnya adalah keselamatan. Dasar Wara’ (menjaga diri dari sesuatu yang meragukan) adalah Qona’ah,(menerima karunia Allah SWT dengan dada yang lapang) dan buahnya adalah ketenangan bathin. Dasar kesabaran adalah keteguhan hati dan buahnya adalah kemenangan. Dasar suatu aktifitas adalah taufiq(pertolongan Allah SWT) dan buahnya adalah kesuksesan. Dasar tujuan akhir dari segala perkara adalah Shiddiq(benar).”


“Diantara orang yang tidak mempunyai harga diri adalah mereka yang dengan mudahnya memberi tahukan usianya kepada orang lain, karena kalau usianya lebih muda, tentu mereka akan menganggapnya rendah dan jika usianya lebih tua, tentu mereka akan beranggapan bahwa ia sudah pikun.”


“Siapa yang merasa bahwa dalam dirinya terkumpul dua cinta, cinta dunia dan cinta kepada  penciptanya, maka ia telah berdusta.”

“Jika kalian melihat kitab yang didalamnya ada catatan tambahan dan perbaikan, maka lihatlah  kebenaran yang ada di dalamnya.”


“Trimalah dariku tiga hal ;

  1. Jangan berbicara panjang lebar tentang sesuatu yang tidak baik perihal sahabat Rasulullah SAW, karena kelak Rasulullah SAW nantinya yang akan menjadi seterumu.
  2. Janganlah kamu sibukan dirimu dengan ilmu kalam, sesungguhnya aku telah melakukan kajian dengan ahli ilmu kalam dan mereka telah melakukan ta’thil (meniadakan sifat Allah SWT)
  3. Dan janganlah menyibukan dirimu dalam nujum(ramalan dengan bintang)


IMAM HASAN BASHRI,RA



IMAM HASAN BASHRI,RA

“ Hidup didunia bagaikan ular berbisa yang lembut sentuhanya dan racunya akan mematikan. Berhati-hatilah hidup di dunia yang penuh pesona, rayuan dan godaan.”


“Engkau tidak akan memperoleh hakikat iman selama engkau mencela seseorang dengan   sebuah aib yang ada pada dirimu sendiri. Perbaikilah aibmu, baru kemudian engkau perbaiki orang lain. Setiap kau perbaiki satu aibmu, maka akan tampak aib lain yang harus kau perbaiki. Akhirnya kau sibuk memperbaiki dirimu sendiri. Dan sesungguhnya hamba yang paling dicintai Allah SWT adalah dia yang sibuk memperbaiki dirinya sendiri. Sepanjang sejarah kehidupan manusia, tidak ada hari seperti hari kiamat, hari dimana aib terbuka dan mata menangis.”


Orang Zuhud itu mempunyai tiga Syarat :

  1. Sedikit sekali menggemari dunia, sederhana dalam menggunakan segala miliknya, menerima apa yang ada, juga tidak merisaukan segala sesuatu yang tidak ada, akan tetapi giat dalam bekerja, karena bekerja adalah mencari rizki, sedangkan mencari rizki, suatu kewajiban.
  2. Pujian dan celaan adalah hal yang sama, tidak bergembira bila mendapat pujian, juga tidak bersedih jika mendapat celaan atau hinaan.
  3. Mengutamakan ridho Allah swt dari pada ridho manusia atau merasa tenteram jiwanya bersama Allah swt dan merasa bahagia sebab dapat mentaati semua tuntutannya.

SAYYIDINA AL-IMAM JA’FAR AS-SHODIQ,RA



SAYYIDINA AL-IMAM JA’FAR AS-SHODIQ(Amudusy-Syaraf ' ),RA

Keseimbangan tobat dan ibadah akan menimbulkan prilaku yang baik yang mendapat Ridho dari Allah swt. Sebab dengan tobat kita akan menyadari akan semua kesalahan  yang pernah kita lakukan,dan dengan tobat pula dapat meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah swt. Sesuai sabda Rasulullah saw : “apabila Allah swt menghendaki  seseorang menjadi baik, maka dia membuatnya menyadari akan kesalahan2 nya.”


Tiada bekal yg lebih utama daripada taqwa,tiada sesuatu yang lebih baik daripada diam, tiada musuh yang lebih berbahaya daripada kebidohan,tiada penyakit yang lebih parah daripada berbohong. jika engkau mendengar suatu kalimat dari seorang muslim,maka bawalah kalimat itu pada sebaik2'y tempat yang engkau temui,jika engkw tidak mampu untuk mendapatkan wadah tempat kalimat tersebut,maka celalah dirimu sndri*


Barangsiapa ang menjaga hatinya dari kelalaian berdzikir, melindungi dirinya dari jerat syahwat,serta menjaga akalnya dari penyimpangan,dia akan dikelompokan kedalam golongan mereka yang hidup hatinya. Kemudian bagi meeka yng menjaga diri dari memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi, yang memelihara keimananya dari bid’ah-bid’ah yang merusak, serta memelihara hartanya dari sesuatu yang haram,maka dirinya akan dikelompokan kedalam golongan orang-orang yang sholeh.


Jika engkau menjumpai sesuatu yang tidak engkau sukai dari perbuatan saudaramu, maka carilah satu,atau bahkan sampai 70 alasan, untuk membenarkan perbuatan saudaramu itu, jika engkau masih blum mendapatkanya, maka katakanlah,  semoga ia mempunyai alasan tertentu(knp berbuat demikian, yg aku tidak mengetahuinya.


Duhai Anakku! Barangsiapa membuka aib orang lain, maka aib keturunannya akan tersingkap. Barangsiapa menghunus pedang seorang yang bengis, maka dia akan terbunuh darinya. Barangsiapa menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya, maka dia sendiri yang akan terjerumus ke dalamnya. Barangsiapa memasuki tempat-tempat yang biasa dikunjungi orang-orang bodoh, maka dia akan direndahkan. Barangsiapa bergaul dengan Ulama, dia akan dimuliakan. Dan barangsiapa memasuki tempat-tempat kemaksiatan, maka dia akan dituduh berbuat maksiat

SAYYIDINA AL-IMAM MUHAMMAD AL-BAQIR,RA



SAYYIDINA AL-IMAM MUHAMMAD AL-BAQIR,RA

“Sesungguhnya petir dapat menyambar seorang mukmin atau bukan,tetapi tak akan menyambar orang yang berzikir.”

“Wahai putraku hindarilah sifat malas dan bosan, karena keduanya merupakan kunci keburukan. Sesungguhnya jika engkau malas,tidak akan banyak melaksanakan kewajiban. Jika engkau bosan,tak akan tahan dalam menunaikan kewajiban.”

“Seburuk-buruknya seorang teman itu adalah seseorang yang hanya menemanimu ketika kamu kaya dan meninggalkanmu ketika kamu miskin”

“Jika engkau menginginkan suatu kenikmatan dapat terus engkau nikmati, perbanyaklah mensyukurinya.

Jika engkau merasa rizki lambat datang, perbanyaklah istigfar.

Jika engkau ditimpa kesedihan, perbanyaklah membaca LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH. 

Jika engkau takut, ucapkanlah HASBUNALLAH WANI’MAL WAKIIL.

Jika engkau kagum terhadap sesuatu, ucapkanlah MASYA ALLAH, LA QUWWATA ILLA BILLAH.

Jika engkau dikhianati,bacalah WA UFAWWIDU AMRII ILALLAH, INNALLAHA BASHIRUN BIL ‘IBAAD.

Jika engkau ditimpa kesumpekan, ucapkanlah LA ILAAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNII KUNTU MINADZ DZAALIMIIN. “


SAYYIDINA AL-IMAM ALI ZAINAL ABIDIN AS-SAJAD,RA



SAYYIDINA AL-IMAM ALI ZAINAL ABIDIN AS-SAJAD,RA

“Wahai nafsu hentikanlah kecondonganmu kepada dunia dan kecenderungan untuk meramaikanya, tidaklah engkau menjadikan sebagai pelajaran terhadap para pendahulumu yang telah ditelan bumi serta para ssahabatmu yang telah membuatmu bersedih karena kepergianya, demikian juga kawan-kawanmu yang telah berpindah kedalam tanah, mereka sekarang telah berada didalam perut bumi, dibalik permukaanya, kebaikan-kebaikan mereka ikut lebur menyatu didalamnya, sudah berapa banyak manusia-manusia yang telah dibinasakan oleh kekejaman masa dari abad ke abad, serta beberapa banyak manusi-manusia yang telah dirusak oleh bumi dengan bencana-bencananya, lalu merka ditenggelamkan di dalam gumpalan tanhnya, dari berbagai jenis manusia yang pernah engkau ajak bergaul dan kemudian mereka kamu antarkan ke dalam kuburnya.”

“Betapa banyak manusia yang telah ditipu oleh dunia dari mereka yang justru mendiaminya, dan betapa banyak manusia yang telah dibanting oleh dunia dari mereka yang justru menempatinya, lalu dunia itu tidak mau mengangkatnya lagi dari keterpelesetanya, tidak menyelamatkanya dari kebinasaanya, tidak menyembuhkan dari kepedihanya, tidak membebaskanya dari penyakitnya, dan tidak melepaskanya dari penderitaanya.”


“Amal yang paling utama disisi Allah SWT, adalah sesuatu yang dilakukan menurut sunnah Rasulullah SAW.”

“Orang-orang yang menjadi pimpinan para manusia adalah orang-orang yang  bermurah hati dan bertaqwa, sedangkan diakhirat nanti, yang mulia adalah orang-orang ahli agama, ahli keutamaan dan orang ahli ilmu yang bertaqwa, karena sesungguhnya ulama adalah ahli waris para nabi.”


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SYEIKH AL-IMAM IBRAHIM BIN ADAM,RA



SYEIKH AL-IMAM IBRAHIM BIN ADAM,RA

10 Pesan Ibrahim bin Adam

  1. Kalian mengenal Allah tetapi kalian tidak menunaikan hak-Nya.
  2. Kalian mengaku mencintai Rasul-Nya, tetapi kalian meninggalkan sunnahnya.
  3. Kalian membaca Al-Qur’an, tetapi kalian tidak mengamalkan isinya.
  4. Kalian banyak diberi nikmat karunia, akan tetpi kalian tidak mensyukurinya.
  5. Kalian mengatakan bahwa syetan adalah musuh, tetapi kalian justru mengikuti langkahnya.
  6. Kalian mengaku bahwa Syurga adalah benar adanya, namun kalian tidak melakukan amalan2 yg mengantar kesana.
  7. Kalian mengaku bahwa Neraka adalah benar adanya, tetapi kalian tidak lari dari panas siksanya.
  8. Kalian mengaku bahwa kematian benar adanya, namun kalian tidak mempersiapkan diri kesana.
  9. Kalian sibuk mengurusi kekurangan orang lain, tetapi kalian lupa akan kekurangan diri sendiri.
  10. Kalian menguburkan jenazah, akan tetapi tidak mau mengambil pelajaran dari peristiwa kematian


Ada 7 perkara yg perlu di ingat :

  1. Orang yg banyak bicara janganlah kamu harapkan sangat kesadaran hatinya
  2. Orang yg banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata2 hikmat darinya
  3. Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya
  4. Orang yg cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya
  5. Orang yg memilih berkawan dengan orang yg zalim janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya
  6. Orang yg mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan keredhaan Allah swt daripadanya


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

AS-SYAHID SAYYIDINA HASAN & HUSEIN JANNAH RA



AS-SYAHID SAYYIDINA HASAN SYABABUL JANNAH,RA


Tinggalkan apa yang meragukan hatimu, beralihan kepada sesuatu yang tidak meragukan hatimu, karena sesungguhnya kebenaran itu membawa ketenangan di dalam hati.

Manusia celaka karena tiga hal : Sombong, rakus dan dengki.

Sombong adalah penyebab rusaknya agama dan karena sifat inilah iblis mendapat laknat.

Rakus adalah musuh bagi hati manusia dank arena sifat inilah Nabi Adam dikeluarkan dari surga.

Dengki adalah menuju kejahatan dank arena sifat inilah Qabil membunuh Habil.




AS-SYAHID SAYYIDINA HUSEIN SYABABUL JANNAH,RA

“Bilamana dunia dianggap sesuatu yang sangat berharga, maka sesungguhnya pahala Allah SWT adalah lebih berharga dan lebih mulia, bilamana tubuh ini dirawat hanya untuk menyambut kematian, maka terbunuhnya seseorang dengan pedang dijalan Allah SWT lebih utama. Bilamana rizki yang sudah ditentukan, maka sedikitnya keserakahan seseorang dalam berusaha adalah lebih baik. Bilamana harta benda dihimpun hanya untuk ditinggalkan, maka apa gunanya seorang pelit terhadap sesuatu yang pasti ia tinggalkan.”

“Sabar adalah mahkota, kesetiaan adalah harga diri, memberi adalah kenikmatan, banyak bicara adalah membual (omang kosong), tergesa-gesa adalah kebodohan, kebodohan adalah aib, berlebih-lebihan (dalam berkata) adalah omong kosong, berteman dengan orang yang ahli berbuat hina adalah kejahatan dan berteman dengan ahli kefasikan adalah pusat prasangka buruk.”

Bilamana dirimu digigit oleh kekejaman masa, maka janganlah kamu mengadu kepada manusia. Dan janganlah kamu meminta selain kepada Allah Tuhan yang Maha penolong, yang Maha Tahu dan yang Maha Benar. Karena seandainya kamu hidup dan kamu telah berkeliling dari belahan barat sampai kebelahan timur, maka tentu kamu tidak menemukan seorangpun yang mampu membuat orang lain bahagia atau sengsara


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB KWH



SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB KWH

“Ketahuilah..!! Sesungguhnya kalian akan mati dan setelah itu dibangkitkan. Kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas semua amal kalian, serta mendapatkan balasan yang setimpal. Karena itu jangan tertipu kehidupan dunia. Kehidupan dunia ini penuh ujian, bersifat sementara dan sarat dengan tipu daya. Semua yang ada didalamnya akan musnah. Para penghuninya pun saling berebut untuk memperolehnya. Ketahuilah! “kalian beserta segala perhiasan kehidupan dunia akan mengalami hal yang sama dengan mereka yang terdahulu, orang-orang yang panjang umurnya dan lebih megah rumahnya. Sekarang jasad mereka telah menjadi tulang belulang, rumah mereka kosong. Mereka berada dikubur dekat dan penghuninya terasingkan. Mereka digerogoti oleh cacing,tertimbun oleh bebatuan dan pasir. Bayangkan kalian kelak akan menjadi seperti mereka, tubuh kalian hancur dan sendiri dikubur. Apa yang akan terjadi dengan kalian jika kiamat tiba, semua yang dikubur dibangkitkan dan segala rahasia yang tersembunyi dalam dada dibongkar, pada saat itulah setiap jiwa akan memperoleh balasan sesuai dengan perbuatanya selama hidup didunia.”


“Hapalkanlah lima hal ini :


1.    Seorang hamba hendaknya tidak berharap kecuali kepada Allah SWT

2.    Seorang hamba hendaknya hanya takut akan dosa-dosanya

3.    Seorang yang bodoh hendaknya tidak merasa malu untuk bertanya

4.    Seorang yang berilmu ketika ditanya tentang sebuah persoalan dan tidak mengetahui jawabanya, hendaknya tiak malu untuk mengatakan,”Allah SWT Ynag Maha Mengetahui

5.    Bagi iman,sabar ibarat kepala sebuah tubuh, sehingga tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak memiliki kesabaran


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

Nasihat NABI MUHAMMAD SAW




NABI MUHAMMAD SAW


Ma'rifat adalah Modalku,

Akal fikiran adalah Sumber agamaku,

Cinta adalah dasar hidupku,

Rindu kenderaanku,

Zikrullah adalah kawan dekatku,

Keteguhan adalah perbendaharaanku,

Duka adalah kawanku,

Ilmu adalah senjataku,

Ketabahan adalah pakaianku,

Kerelaan adalah sasaranku,

Faqr (kesederhanaan) adalah kebanggaanku,

Menahan diri adalah pekerjaanku,

Keyakinan adalah makananku,

Kejujuran adalah perantaraanku,

Ketaatan adalah ukuranku,

Berjihad adalah perangaiku

Dan Hiburanku adalah sholat


Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia karena sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau. Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku. Bersungguh-sungguhlah engkau mencari Syurga. Putuskan harapan dari makhluk karena sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa ditangan mereka. Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajud karena sesungguhnya pertolongan itu beserta qiamullail. 

Nabi Muhammad saw bersabda : Wahai Ali apakah engkau menginginkan 600 ribu kambing, 600 ribu dinar atau 600 ribu kalimat ? Lalu, Imam Ali as menjawab : Wahai,Rasulullah saw aku menginginkan 600 ribu kalimat Lalu, Rasulullah saw bersabda : Wahai Ali! Aku akan meringkas 600 ribu kalimat itu dalam enam kalimat.

1. Jika engkau melihat manusia berlomba-lomba mengerjakan yang bukan kewajiban mereka, maka sibukkanlah dirimu dengan menyempurnakan kewajibanmu.

2.Jika engkau melihat manusia berlomba-lomba dalam urusan dunia,maka sibukkanlah dirimu dengan urusan akhirat.

3. Apabila manusia sibuk mengurusi aib (cela)orang lain, maka uruslah aibmu sendiri.

4. Jika manusia saling memperindah dunianya,makahiasilah akhiratmu.

5. Dan jika engkau melihat manusia sibuk dengan memperbanyak amal,maka beramallah yang ikhlas.

6. Dan ketika engkau melihat manusia menjadikan makhluk sebagai perantaranya, maka jadikanlah Allah sebagai perantaramu.

Sesungguhnya orang yang paling dibenci di hadapan Allah Ta'ala ialah orang yang ditinggalkan Allah Ta'ala bersendirian. Ia tersesat dari jalan yang benar dan bergerak tanpa petunjuk. Apabila ia dipanggil kepada perkebunan dunia ini, ia giat. Tetapi apabila ia dipanggil ke perkebunan akhirat, ia enggan serta bertangguh. Seakan-akan untuk apa yang ia giat adalah wajib baginya, sedangkan segala yang untuk itu, ia enggan tidak dituntut darinya.


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

Jumat, 20 Oktober 2023

Ke-Mursyidan


Seorang mursyid—karena memiliki tugas dan tanggung jawab sangat berat—harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya:

Pertama, dia harus alim dan ahli dalam memberi pencerahan kepada para murid dalam hal ilmu fiqh, aqa’id, dan tauhid dengan pengetahuan yang dapat menyingkirkan segala purbasangka dan keragu-raguan dalam benak para murid terkait dengan hal-hal tersebut;

Kedua, mengetahui semua sifat kesempurnaan hati, semua adabnya, semua kegelisahan jiwa dan penyakitnya, serta mengetahui cara menyehatkan dan memperbaikinya;

Ketiga, pandai menyimpan rahasia para murid, tidak membuka aib muridnya tetapi selalu  mengawasinya dengan pandangan sufi yang tajam dan memperbaikinya dengan sangat bijaksana;

Keempat, selalu berlapang dada dan ikhlas, tidak ingin menerima pujian dan sanjungan, tidak membebani para murid dengan apa yang tidak sanggup mereka kerjakan atau apa yang kurang mereka suka;

Kelima, selalu bermurah hati dalam memberi pengajaran; berbagai pendapat yang lain menyatakan bahwa syarat seorang mursyid haruslah seorang wali berdasarkan dalil QS. al-Kahfi ayat 17.

Sementara itu dalam beberapa kitab seorang mursyid dipersyaratkan harus seorang yang tabakhur fil ilmi, berpengetahuan luas, sehingga mampu menjawab semua permasalahan yang diajukan oleh para murid, dan ada juga dipersyaratkan harus seorang yang kasyaf, mampu melihat kejadian di masa lampau dan di masa yang akan datang.

Baru pada sekitar tahun 1994 sebagian ulama Jawa Tengah memutuskan dalam bahtsul masail bahwa syarat menjadi seorang mursyid cukuplah mampu menjawab semua permasalahan yang diajukan oleh pengikutnya terutama yang berhubungan dengan soal ibadah.

Tawasul




Tawasul adalah mencari perantara atau jalan terabas ketika memohon sesuatu atau mendekatkan diri kepada Allah Swt. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah dan carilah perantara (wasilah) menuju Allah.”

Di surat yang lain Allah berfirman: “Orang-orang yang mereka seru itu pun orangorang yang mencari jalan (wasilah) kepada Tuhan mereka (meskipun) orang-orang tersebut lebih dekat (kepada Allah) dan mengharap rahmat Nya.”


Setidaknya ada empat prinsip yang harus dipegang teguh dalam bertawasul agar tidak terjatuh kepada kemusyrikan dan tercapai apa yang menjadi maksudnya. Empat prinsip itu adalah:

Pertama, tidak meyakini bahwa para nabi, wali, atau siapa saja yang ditawasuli adalah tempat memohon karena hanya Allah-lah tempat memohon dan Dzat Yang Maha Mengabulkan permohonan;

Kedua, menyadari bahwa dirinya penuh dosa dan kezaliman—sehingga tercegah dari pengabulan  ibadah dan doa—dan karena itu memakai perantaraan orang-orang yang dekat kepada Allah Swt.—sebab merekalah yang paling berhak dikabulkan permohonannya;

Ketiga, menyadari bahwa bertawasul adalah cara memohon kepada Allah yang lebih sopan;

Keempat,menyadari sepenuhnya bahwa sebenarnya seluruh anugerah Allah yang tercurah kepada makhluk-Nya selalu melalui sebuah perantara.


Bentuk tawasul bisa bermacam-macam. Namun secara garis besar, tawasul dapat dikelompokkan ke dalam dua bentuk, yaitu tawasul lewat amal kebajikan yang pernah diperbuat dan tawasul lewat orang lain.

Tata Cara Berziarah ahli Tarekat


Para pengikut Tarekat Naqsyabandiyah, Qodiriyah, dan lain-lain biasanya mempunyai tata cara tertentu ketika berziarah ke makam wali.

Tata cara tersebut, pada garis besarnya, adalah:

Pertama, mengucapkan salam;

Kedua, duduk menghadap ke ahli kubur dengan membelakangi ka’bah;

Ketiga, membaca al-Fatihah satu kali, Surat al-Ikhlas sebelas kali, dan Ayat Kursi satu kali;

Keempat, menghadiahkan pahala dari bacaan-bacaan tersebut kepada ahli kubur;

Kelima, duduk berdiam diri dan mengosongkan diri dari segala pikiran atau prasangka sehingga menyerupai kain yang bersih;

Keenam, menggambarkan dalam hati ruhani orang yang diziarahi sebagai cahaya yang lepas dari segala rabaan inderawi;

Ketujuh, menjaga cahaya tersebut di dalam hati sampai si peziarah mendapatkan sebuah pancaran cahaya dari berbagai pancaran cahaya yang ada;

Kedelapan, menjadikan gurunya wasilah antara dirinya dan orang yang diziarahi; dan

Kesembilan, menjadikan orang yang diziarahi wasilah antara dia (si peziarah) dan Allah Swt.


Para peziarah makam wali biasa mengambil bunga-bunga yang telah ditebarkan dan mengambil air yang disediakan di sekitar makam. Semua ini dilakukan sebagai upaya mendapatkan berkah (tabaruk). Semua ini dilakukan karena upaya tabaruk lewat berbagai benda yang berhubungan dengan sang wali ketika dia masih hidup sudah tidak mungkin dilakukan karena sang wali mungkin telah wafat puluhan atau ratusan tahun yang lalu. Maka bunga-bunga yang ditaburkan oleh para peziarah sebelumnya  diambil karena bunga-bunga itu dianggap telah berhubungan dengan sang wali. Air yang disediakan di makam pun diambil oleh para peziarah karena ia diyakini berasal dari mata air atau sumur yang dibuat oleh sang wali.


Fadhilah al-Fatihah



Dalam sebuah hadits dikisahkan bahwa Malaikat Jibril a.s. berkata kepada Rasulullah Saw.: “Wahai Muhammad, aku pernah khawatir siksa akan menimpa umatmu, namun ketika turun al-Fatihah aku merasa tenang.” Rasulullah Saw. bertanya: “Mengapa, ya Jibril?” Jibril a.s. menjawab, “Sesungguhnya Allah ta’ala pernah mengatakan bahwa neraka Jahanam disiapkan untuk umatmu. Neraka Jahanam memiliki tujuh pintu, sedangkan ayat-ayat al-Fatihah ada tujuh. Barangsiapa membaca ketujuh ayat itu, maka jadilah masing-masing ayat tersebut penutup buat tujuh pintu Jahanam, dan dengan demikian umatmu melewatinya dengan selamat.”

Memperbanyak membaca surat alFatihah bisa menambah banyaknya nikmat Allah yang diberikan kepada pembacanya. Sebab, surat al-Fatihah adalah Surat Syukur. Padahal, Allah berjanji bahwa barangsiapa mendapat nikmat dan lantas dia bersyukur maka Allah akan menambah nikmat tersebut; sebaliknya, barangsiapa mengingkari nikmat Allah maka sungguh siksa Allah sangat pedih.

Diriwayatkan dari Umar bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila engkau mengucapkan alhamdulillahi robbil alamin, maka sesungguhnya engkau benar-benar telah bersyukur kepada Allah ta’ala.” (HR. Ibnu Jarir, ad-Dailami, dan Hakim)

Surat al-Fatihah juga merupakan surat pencegah berbagai petaka dan penyakit bagi siapa saja yang membacanya.

Diriwayatkan dari Ibn Abbas dikisahkan bahwa ketika cucu Rasulullah Saw., Hasan ibn Ali ibn Abi Thalib, menderita sakit yang sulit disembuhkan, Rasulullah Saw. bersusah hati, dan kemudian Allah memerintahkan Rasulullah Saw. untuk membacakan sebuah surat yang tidak ada huruf fa’-nya— karena huruf fa’ berasal dari kata âfat yang berarti petaka—ke wadah berisi air sebanyak 40 kali, dan dengan air tersebut Hasan kemudian dibasuh kedua tangannya, kedua kakinya, wajahnya, kepalanya, serta anggota tubuhnya yang tak terlihat dan yang terlihat, dan insyaallah Allah akan menghilangkan apa saja yang menyakitinya.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa menjalankan shalat 12 rakaat di waktu siang atau malam; kemudian membaca al-Fatihah, membaca surat-surat, melakukan tasyahud (tahiyat) dalam setiap dua rakaat, dan membaca salam; kemudian sesudah tasyahud pada dua rakaat yang terakhir sebelum salam melakukan sujud; kemudian dalam sujud itu membaca al-Fatihah 7 kali, Ayat Kursi 7 kali, dan mengucapkan: Lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lahu. Lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alâ kulli syai’in qadîr. sebanyak 10 kali. Kemudian membaca: Allâhumma innî as’aluka bima’âqidil ‘izzi min ‘arsyika wamuntahar rahmati min kitâbika wa bismikal a’zhami wa wajhikal a’lâ wakalimâtikat tâmmâti an taqdhiya hâjatî. “Kemudian menyebut hajatnya, lalu mengangkat kepalanya dan membaca salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri; maka sesungguhnya Allah Swt. akan mengabulkan hajatnya.” Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Jangan kau ajarkan doa ini kepada orang-orang bodoh karena doa ini mustajabah.”

Berkata Syaikh al-Imam Ahmad ibn Ali al-Buni: “Barangsiapa membaca al-Fatihah 30 kali setelah shalat subuh, kemudian 25 kali sesudah shalat zhuhur, kemudian 20 kali sesudah shalat ashar, kemudian 15 kali sesudah shalat maghrib dan 10 kali sesudah shalat isya’, sehingga hitungannya mencapai 100 kali, maka dia akan terkabul hajatnya secara cepat.”

Beliau juga mengatakan: “Barangsiapa membaca al-Fatihah 100 kali sehabis setiap shalat maktubah (shalat lima waktu), maka dia akan mencapai tujuannya dengan cepat.”

Beliau juga mengatakan: “Barangsiapa membaca al-Fatihah sebanyak hurufnya, yaitu 125 kali, setiap hari, maka dia akan mencapai tujuannya (hajatnya) dengan mudah dan cepat

Syaikh al-Imam Muhyidin ibnu Arabi menyatakan: “Barangsiapa memiliki hajat, maka baca al-Fatihah 40 kali sesudah shalat maghrib sesudah menyelesaikan shalat fardhu dan shalat sunahnya; dan tidak beranjak dari duduknya sampai ia menyelesaikan bacaannya; dan kemudian meminta kepada Allah Swt. dengan membaca doa:

Ilâhi ilmuka kâfin ‘anis suâli ikfinî bihaqqil fâtihati suâlan, wa karamuka kâfin ‘anil maqâli akrimnî bihaqqil fâtihati maqâlan, wa hashshil mâ fî dhamîrî.

Dan kemudian menyebutkan hajatnya. Sayyid Muhammad Haqy an-Nazily menyebutkan bahwa sebagian ulama berkata: “Barangsiapa melanggengkan membaca al-Fatihah di waktu sahur 41 kali, maka Allah Swt. akan membuka rezekinya dan memudahkan semua urusannya dengan tanpa susah payah.” Syaikh at-Tamimi rahimahullah berkata: “Barangsiapa melanggengkan membaca al-Fatihah dengan Basmalah di antara shalat sunah subuh dan shalat fardhu subuh sebanyak 41 kali, maka apa pun yang dicarinya akan tercapai; bila dia seorang fakir maka Allah ta’ala akan membuatnya kaya, bila dia memiliki utang maka utangnya akan lunas, bila dia sakit maka dia akan disembuhkan dengan cepat, dan bila dia lemah maka dia akan dikuatkan.” Sebagian ulama mengatakan: “Barangsiapa melanggengkan membaca al-Fatihah di waktu sahur 41 kali, maka Allah Swt. akan membuka rezekinya dan memudahkan semua urusannya dengan gampang.

Baca Inspirasi yang lain di blog kami