Rabu, 08 November 2023

SAYYIDINA AL-IMAM MUHAMMAD MAULA AD-DAWILAYH. RA



SAYYIDINA AL-IMAM MUHAMMAD MAULA AD-DAWILAYH. RA


"Sesungguhnya aku tidak takut miskin, sebab yakin bahwa karunia Allah lebih dekat dari yang ditanganku. Sesungguhnya aku tidak membenci kematian, sebab yang membenci kematian berarti membenci bertemu dengan Allah swt. Aku tidak pernah membenci tamu, meskipun tidak memiliki sesuatu yang dapat aku hidangkan."


Syekh Abdurrahman Assegaff berkata: "Bilamana ayahku sedang membaca satu ayat AL- Quran, maka lidah beliau seolah-olah menjadi bara. Dan tak lama kemudian akan terlihat bibir beliau terbakar, karena dahsyatnya rasa Khauf beliau kepada Allah swt.


Dan ayahandaku pernah berkata kepadaku : "Kalau sekiranya lidahku berada diluar badanku ketika aku sedang membaca ayat Al-Qur'an niscaya akan aku bakar lidahku dengan tanganku sendiri sebagai peringatan bagi diriku sendiri agar bertaqwa kepada Allah swt."


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SAYYIDINA AL-IMAM SYEIKH ABU HASAN ALI ASY-SYADZILI,RA



SAYYIDINA AL-IMAM SYEIKH ABU HASAN ALI ASY-SYADZILI,RA

“Jika kasyaf bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah, tinggalkanlah Kasyaf dan berpeganglah pada Al-Qur’an dan Sunnah. Katakan pada dirimu sesungguhnya Allah swt menjamin keselamatan saya dalam kitab-Nya dan Sunnah Rasul-Nya dari kesalahan, bukan dari Kasyaf, ilham, maupun Musyahadah sebelum mencari kebenaranya dalam Al-Qur’an dan Sunnah terlebih dahulu.”

“Jika engkau menginginkan bagian dari anugerah para wali, berpalinglah dari manusia kecuali dia menunjukkanmu kepada Allah swt dengan cara yang benar dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunah”


“Manakala dzikir terasa berat di lisanmu, sementara pintu kontemplasi tertutup, ketahuilah bahwa hal itu semata-mata karena dosa-dosamu atau kemunafikan dalam hatimu. Tak ada jalan bagimu, kecuali bertaubat, memperbaiki diri, hanya menggantungkan diri kepada Allah swt dan ikhlas beragama.”


“Ketuklah pintu zikir dengan hasrat dan sikap sangat membutuhkan kepada Allah swt melalui kontemplasi, menjauhkan diri segala hal selain Allah swt. Lakukanlah dengan menjaga rahasia bhatin, agar jauh dari bisikan nafsu dalam seluruh nafas dan jiwa, sehingga kalian memiliki kekayaan rohani. Tuntaskan lisanmu dengan berdzikir, hatimu untuk tafakur dan tubuhmu untuk menuruti perintah-Nya. dengan demikian kalian bias tergolong orang-oran shaleh.”

https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SYEIKH IMAM AL-GHAZALI,RA



SYEIKH IMAM AL-GHAZALI,RA

Renungkanlah pendeknya umurmu. Andaikata engkau berumur seratus tahun sekalipun,maka umurmu itu pendek jika dibandingkan dengan masa hidupmu kelak diakhirat yg abadi,selama-lamanya. Coba renungkan agar dapat beristirahat (pensiun)selama 20 th,dalam satu bulan atau setahun engkau sanggup menanggung berbagai beban berat dan kehinaan didalam mencari dunia. Tetapi mengapa engkau tidak sanggup menanggung beban ibadah selama beberapa hari demi mengharapkan kebahagiaan abadi diakhirat nanti ? jangan panjang angan2,engkau nanti akan berat untuk beramal. Yakinilah bahwa tak lama lagi engkau akan mati. Katakana dalam hatimu :pagi ini aku akan beribadah meskipun berat, siapa tahu nanti malam aku mati. Malam ini aku akan sabar beribadah, siapa tahu besok aku mati. Sebab, kematian tidak datang pada waktu,keadaan dan tahun tertentu. Yg jelas pasti ia datang. Oleh karena itu,mempersiapkan diri menyambut kedatangan maut lebih utama daripada mempersiapkan diri menyambut dunia. Bukankah kau menyadari betapa pendek hidupmu didunia? Bukankah bisa jadi ajalmu hanya tersisa satu tarikan dan hembusan nafas atau satu hari? Etiap hari ;lakukanlah hal ini dan paksakan dirimu untuk sabar beribadah kepad Allah swt. Andaikata engkau ditakdirkan untuk hidup selama 50th dan kau biasakan dirimu untuk sabar beribadah, nafsumu akan tetap berontak,tetapi ketika maut menjemput kau akan berbahagia selama-lamanya. Tetapi, ketika engkau tunda2 dirimu u/ beramal, dan kematian datang diwaktu yang tidak kau perkirakan.


Kehidupan seorang muslim tidak dapat dicapai dengan sempurna, kecuali mengikuti jalan Allah SWT yang dilalui secara bertahap. Tahapan- tahapan itu antara lain : tobat, sabar, faqir,zuhud, tawakal, cinta, makrifat dan ridha. Karena itu seseorang yang mempelajari tasawuf wajib mendidik jiwa dan akhlaknya. Sementara itu, hati adalah cermin yang sanggup menangkap makrifat.


Dan kesanggupan itu terletak pada hati yang suci dan jernih.

"Berbicara tentang nasihat, kulihat diriku tak pantas untuk memberikannya. Sebab, nasihat seperti zakat, nishabnya adalah kemampuan untuk memetik nasihat itu bagi dirinya sendiri. Seseorang yang belum mencapai nishab, bagaimana ia akan mengeluarkan zakat ? Dan seorang yang tak memiliki cahaya, bagaimana dapat dijadikan sebagai alat penerang oleh orang lain? Bagaimana bayangan akan lurus jika kayunya bengkok? Allah swt mewahyukan kepada 'Isa bin Maryam AS : "Nasihatilah dirimu, jika kau mampu memetik nasihat, maka nasihatilah orang lain. Jika tidak, maka malulah kepada-Ku"

"Barangsiapa hendak mengetahui aib-aibnya, maka ia dapat menempuh empat jalan berikut :

1. Duduk dihadapan seorang guru yang mampu mengetahui keburukan hati dan berbagai bahaya yang tersembunyi didalamnya. Kemudian ia memasrahkan dirinya kepada sang guru dan mengikuti petunjuknya dalam bermujahadah membersihkan aib itu. Ini adalah keadaan seorang murid dengan syeikhnya dan seorang pelajar dengan gurunya. Sang guru akan menunjukkan aib-aibnya dan cara pengobatannya, tapi di zaman ini guru semacam ini langka.

2. Mencari seorang teman yang jujur, memiliki bashiroh ( mata hati yang tajam ) dan berpegangan pada agama. Ia kemudian menjadikan temannya itu sebagai pengawas yang mengamati keadaan, perbuatan, serta semua aib batin dan zhohirnya, sehingga ia dapat memperingatkannya. Demikian inilah yang dahulu dilakukan oleh orang-orang cerdik, orang-orang terkemuka dan para pemimpin agama.

3. Berusaha mengetahui aib dari ucapan musuh-musuhnya. Sebab pandangan yang penuh kebencian akan berusaha menyingkapkan keburukan seseorang. Bisa jadi manfaat yang diperoleh seseorang dari musuh yang sangat membencinya dan suka mencari-cari kesalahannya adalah lebih banyak dari teman yang suka bermanis muka, memuji dan menyembunyikan aib-aibnya. Namun, sudah menjadi watak manusia untuk mendustakan ucapan musuh-musuhnya dan mengangnya sebagai ungkapan kedengkian.Tetapi, orang yang memiliki mata hati jernih mampu memetik pelajaran dari berbagai keburukan dirinya yang disebutkan oleh musuhnya.

4. Bergaul dengan masyarakat. Setiap kali melihat perilaku tercela seseorang, maka ia segera menuduh dirinya sendiri juga memiliki sifat tercela itu. Kemudian ia tuntut dirinya untuk segera meninggalkannya. Sebab, seorang Mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Ketika melihat aib orang lain ia akan melihat aib-aibnya sendiri


Sangat jauh jika bermaksud memaknai sehat atau kenyang tanpa mengalami sendiri rasa sehat atau kenyang. Mengalami mabuk lebih jelas daripada hanya mendengar tentang arti mabuk, meskipun yang mengalaminya mungkin belum pernah mendengar teori mabuk. Maka mengetahui arti dan syarat-syarat zuhud tidak sama dengan bersifat zuhud.


"Kehidupan seorang muslim tidak dapat dicapai dengan sempurna, kecuali mengikuti jalan Allah SWT yang dilalui secara bertahap. Tahapan- tahapan itu antara lain : tobat, sabar, faqir, zuhud, tawakal, cinta, makrifat dan ridha. Karena itu seseorang yang mempelajari tasawuf wajib mendidik jiwa dan akhlaknya. Sementara itu, hati adalah cermin yang sanggup menangkap makrifat. Dan kesanggupan itu terletak pada hati yang suci dan jernih."


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SAYYIDINA AL-IMAM QUTBIL RABBANI SYEIKH ABDUL QODIR AL-ZAELANI,RA




SAYYIDINA AL-IMAM QUTBIL RABBANI SYEIKH ABDUL QODIR AL-ZAELANI,RA

“Hai orang-orang yang lalai! Secara terang-terangan engkau menentang Allah swt Yang Maha Benar dengan bermaksiat kepada-Nya tetapi merasa aman dari siksa-Nya? ketahuilah tak lama lagi rasa aman itu akan berubah menjadi ketakutan, masa luangmu menjadi kesempitan, kesehatanmu menjadi sakit, kemulianmu menjadi kehinaan, kedudukanmu menjadi rendah, kekayaanmu menjadi kemiskinan. Ketahuilah ! rasa aman dari siksa Allah swt ‘Azza wajalla yang akan kau peroleh di hari kiamat sesuai dengan rasa takutmu kepada-Nya didunia ini. Sebaliknya, ketakutanmu dihari kiamat, sesuai rasa aman mu (dari siksa Allah swt) didunia. Sayangnya! engkau tenggelam didunia dan terperosok ke lembah kelalaian, sehingga cara hidupmu seperti hewan. Yang kalian ketahui hanya makan, minum, menikah dan tidur. Keadaan kalian ini tampak nyata bagi orang-orang yang berhati suci. Rasa rakus terhadap dunia, keinginan untuk mencari dan menumpuk-numpuk harta telah memalingkan kalian dari jalan Allah swt dan pintu-Nya. Hai yang ternoda arena ketamakanya, andaikata kau bersama penghuni bumi bersatu untuk mendatangkan sesuatu yang bukan bagianmu, maka kalian semua tidak akan mampu mendatangkanya. Oleh karena itu tinggalkanlah rasa tamak untuk mencari sesuatu(rezeki) yang telah ditetapkan untukmu, maupun yang tidak ditetapkan untukmu. Apakah pantas bagiseorang yang berakal untuk menghabiskan waktunya memikirkan sesuatu yang telah selesai pembagianya.”


“Tabir penutup kalbumu tak akan tersibak selama  engkau belum lepas dari alam ciptaan; tidak berpaling darinya dalam  keadaan hidup selama hawa nafsumu belum pupus; selama engkau melepaskan diri dari kemaujudan dunia dan akhirat, selama jiwamu belum bersatu dengan kehendak Allah swt dan cahayanya. Jika jiwamu bersatu dengan kehendak Allah swt dan mencapai kedekatan  dengan-Nya lewat pertolongan-Nya. Makna hakiki bersatu dengan Allah swt ialah berlepas diri dari makhluk dan kedirian, serta sesuai dengan kehendak-Nya tanpa gerakmu, yang ada hanya kehendak-Nya. Inilah keadaan fana dirimu, dan dalam keadaan itulah engkau bersatu denga-Nya, bukan bersatu dengan ciptaa-Nya. Sesuai firman Allah swt; “tak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya”. dan dialah yang maha mendengar dan maha melihat.”


“Anak-ku pertama-tama nasehatilah dirimu, kemudian nasehatilah orang lain. Perhatikanlah dirimu, jangan mengurusi prang lain. Jangan mengurusi orang lain selama dalam dirimu masih ada sesuatu yang harus diperbaiki. Sungguh celaka, engkau mengetahui cara menyelamatkan orang lain! Engkau buta, bagaimana dapat menuntun orang lain? Hanya yang memiliki penglihatan tajamlah yang mampu menuntun umat manusia. Hanya orang yang mengenal Allah swt lah yang dapat mengembalikan manusia kejalan-Nya. Seseorang yangtidak mengenal-Nya, bagaimana dapat menuntun umat manusia ke jalan-Nya?”


“Kalian mengahadiri majelis ilmu hanya untuk mencari jalan keluar bagi permasalahan duniawi kalian, bukan untuk mengobati penyakit hati. Kalian tidak mendengarkan nasehat para penceramah, tetapi meneliti kesalahan mereka, kemudian menghina dan menertawakanya, kalian juga bermain-main dalam majelis. Sesungguhnya kalian sedang mempertaruhkan diri kepada Allah swt Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Segeralah bertobat, jangam mencontoh musuh-musuh Allah swt. Berusahalah untuk mengambil manfaat dari apa yang kalian dengar.”


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html


IMAM MUHAMMAD AS-SYAFI’I,RA



IMAM MUHAMMAD AS-SYAFI’I,RA

"Cintailah orang sholeh, karena mereka memiliki kesholehan-Nya,

cintailah Nabi Muhammad SAW, karena dia kekasih Allah SWT, dan

cintailah Allah SWT, karena dia kecintaan Nabi dan orang Sholeh"./


“Dunia adalah tempat yang licin dan menggelincirkan, rumah yang hina, bangunan-bangunanya akan runtuh, penghuninya akan beralih kekuburan, perpisahan denganya adalah sesuatu keniscayaan, kekayaan di dunia sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kemiskinan, bemegah-megahan adalah suatu kerugian,maka memohonlah perlindungan Allah SWT, terimalah dengan hati yang lapang segala karunia-Nya. Jangan terpesona dengan kehidupanmu di dunia sehingga meninggalkan kehidupan akhirat. Ketahuilah, “sesungguhnya hidupmu didunia akan sirna, dindingnya juga miring dan hancur, maka perbanyaklah perbuatan baik dan janganlah terlalu banyak berangan-angan.”


“Menganggap benar dengan hanya satu pandangan merupakan suatu bentuk ketertipuan. Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat daripada berkelebihan dan penyesalan. Melihat dan berfikir, keduanya akan menyingkap keteguhan hati dan kecerdasan. Bermusyawarah dengan orang bijak merupakan bentuk kemantapan jiwa dan kekuatan mata hati.”


Ketahuilah bahwa orang yang jujur kepada Allah swt, ia akan selamat. Barangsiapa yang bersemangat dengan agamanya, ia pun akan selamat dari kerusakan, dan barangsiapa yang berlaku zuhud dengan urusan dunianya, niscaya kelak pahala Allah swt, akan Nampak ndah di matanya.


“Tujuan dari ilmu adalah mengamalkanya,maka ilmu yang hakiki adalah yang terefleksikan dalam kehidupanya, bukanya yang bertengger di kepala.”

“Jika engkau melihat seseorang berjalan diatas air dan bias terbang diudara, maka janganlah kehebatan itu menjadikan kalian lengah dan terheran-heran kepadanya sampai kamu mengetahui secara persis atas apa yang dikerjakanya itu berlandaskan  pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.”


“Jika rasa ujub menghinggapi aktifitasmu, mak lihatlah keridhaan siapa yang kau harapkan, pahala mana yang kau suka, sanksi mana yang kau benci. Maka jika engkau memikirkan satu diantara kedua hal ini, niscaya akan hadirdi depan matamu apa yang sudah kamu lakukan.”

“Bid’ah itu terbagi menjadi dua macam : segala sesuatu yang baru dan tidak sejalan dengan Al-qur’an, sunnah, atsar, ijma’ itu merupakan bid’ah dhalalah (bid’ah yang sesat). Sementara jika sesuatu yang baru itu tidak bersebrangan dengan Al-qur’an ,hadits,atsar dan ijma’ maka sesuatu yang baru itu disebut bid’ah khasanah (bid’ah yang baik).”

“Barang siapa yang dipancing untuk marah, namun ia tidak marah,maka dia tak ubahnya keledai,dan barang siapa yang diminta keridhoanya namun tidak ridho, maka dia adalah syaitan.”


“Tawadhu’ adalah perkara yang sangat di idam-idamkan. Orang yang paling timggi kedudukanya adalah mereka yang tidak melihat kedudukanya sendiri. Akan tetapi tawadhu’ dihadapan orang yang tidak bias menghargai orang lain merupakan bentuk kezhaliman terhadap diri sendiri.”


“Dasar ilmu adalah kemantapan dan buahnya adalah keselamatan. Dasar Wara’ (menjaga diri dari sesuatu yang meragukan) adalah Qona’ah,(menerima karunia Allah SWT dengan dada yang lapang) dan buahnya adalah ketenangan bathin. Dasar kesabaran adalah keteguhan hati dan buahnya adalah kemenangan. Dasar suatu aktifitas adalah taufiq(pertolongan Allah SWT) dan buahnya adalah kesuksesan. Dasar tujuan akhir dari segala perkara adalah Shiddiq(benar).”


“Diantara orang yang tidak mempunyai harga diri adalah mereka yang dengan mudahnya memberi tahukan usianya kepada orang lain, karena kalau usianya lebih muda, tentu mereka akan menganggapnya rendah dan jika usianya lebih tua, tentu mereka akan beranggapan bahwa ia sudah pikun.”


“Siapa yang merasa bahwa dalam dirinya terkumpul dua cinta, cinta dunia dan cinta kepada  penciptanya, maka ia telah berdusta.”

“Jika kalian melihat kitab yang didalamnya ada catatan tambahan dan perbaikan, maka lihatlah  kebenaran yang ada di dalamnya.”


“Trimalah dariku tiga hal ;

  1. Jangan berbicara panjang lebar tentang sesuatu yang tidak baik perihal sahabat Rasulullah SAW, karena kelak Rasulullah SAW nantinya yang akan menjadi seterumu.
  2. Janganlah kamu sibukan dirimu dengan ilmu kalam, sesungguhnya aku telah melakukan kajian dengan ahli ilmu kalam dan mereka telah melakukan ta’thil (meniadakan sifat Allah SWT)
  3. Dan janganlah menyibukan dirimu dalam nujum(ramalan dengan bintang)


IMAM HASAN BASHRI,RA



IMAM HASAN BASHRI,RA

“ Hidup didunia bagaikan ular berbisa yang lembut sentuhanya dan racunya akan mematikan. Berhati-hatilah hidup di dunia yang penuh pesona, rayuan dan godaan.”


“Engkau tidak akan memperoleh hakikat iman selama engkau mencela seseorang dengan   sebuah aib yang ada pada dirimu sendiri. Perbaikilah aibmu, baru kemudian engkau perbaiki orang lain. Setiap kau perbaiki satu aibmu, maka akan tampak aib lain yang harus kau perbaiki. Akhirnya kau sibuk memperbaiki dirimu sendiri. Dan sesungguhnya hamba yang paling dicintai Allah SWT adalah dia yang sibuk memperbaiki dirinya sendiri. Sepanjang sejarah kehidupan manusia, tidak ada hari seperti hari kiamat, hari dimana aib terbuka dan mata menangis.”


Orang Zuhud itu mempunyai tiga Syarat :

  1. Sedikit sekali menggemari dunia, sederhana dalam menggunakan segala miliknya, menerima apa yang ada, juga tidak merisaukan segala sesuatu yang tidak ada, akan tetapi giat dalam bekerja, karena bekerja adalah mencari rizki, sedangkan mencari rizki, suatu kewajiban.
  2. Pujian dan celaan adalah hal yang sama, tidak bergembira bila mendapat pujian, juga tidak bersedih jika mendapat celaan atau hinaan.
  3. Mengutamakan ridho Allah swt dari pada ridho manusia atau merasa tenteram jiwanya bersama Allah swt dan merasa bahagia sebab dapat mentaati semua tuntutannya.

SAYYIDINA AL-IMAM JA’FAR AS-SHODIQ,RA



SAYYIDINA AL-IMAM JA’FAR AS-SHODIQ(Amudusy-Syaraf ' ),RA

Keseimbangan tobat dan ibadah akan menimbulkan prilaku yang baik yang mendapat Ridho dari Allah swt. Sebab dengan tobat kita akan menyadari akan semua kesalahan  yang pernah kita lakukan,dan dengan tobat pula dapat meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah swt. Sesuai sabda Rasulullah saw : “apabila Allah swt menghendaki  seseorang menjadi baik, maka dia membuatnya menyadari akan kesalahan2 nya.”


Tiada bekal yg lebih utama daripada taqwa,tiada sesuatu yang lebih baik daripada diam, tiada musuh yang lebih berbahaya daripada kebidohan,tiada penyakit yang lebih parah daripada berbohong. jika engkau mendengar suatu kalimat dari seorang muslim,maka bawalah kalimat itu pada sebaik2'y tempat yang engkau temui,jika engkw tidak mampu untuk mendapatkan wadah tempat kalimat tersebut,maka celalah dirimu sndri*


Barangsiapa ang menjaga hatinya dari kelalaian berdzikir, melindungi dirinya dari jerat syahwat,serta menjaga akalnya dari penyimpangan,dia akan dikelompokan kedalam golongan mereka yang hidup hatinya. Kemudian bagi meeka yng menjaga diri dari memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi, yang memelihara keimananya dari bid’ah-bid’ah yang merusak, serta memelihara hartanya dari sesuatu yang haram,maka dirinya akan dikelompokan kedalam golongan orang-orang yang sholeh.


Jika engkau menjumpai sesuatu yang tidak engkau sukai dari perbuatan saudaramu, maka carilah satu,atau bahkan sampai 70 alasan, untuk membenarkan perbuatan saudaramu itu, jika engkau masih blum mendapatkanya, maka katakanlah,  semoga ia mempunyai alasan tertentu(knp berbuat demikian, yg aku tidak mengetahuinya.


Duhai Anakku! Barangsiapa membuka aib orang lain, maka aib keturunannya akan tersingkap. Barangsiapa menghunus pedang seorang yang bengis, maka dia akan terbunuh darinya. Barangsiapa menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya, maka dia sendiri yang akan terjerumus ke dalamnya. Barangsiapa memasuki tempat-tempat yang biasa dikunjungi orang-orang bodoh, maka dia akan direndahkan. Barangsiapa bergaul dengan Ulama, dia akan dimuliakan. Dan barangsiapa memasuki tempat-tempat kemaksiatan, maka dia akan dituduh berbuat maksiat

SAYYIDINA AL-IMAM MUHAMMAD AL-BAQIR,RA



SAYYIDINA AL-IMAM MUHAMMAD AL-BAQIR,RA

“Sesungguhnya petir dapat menyambar seorang mukmin atau bukan,tetapi tak akan menyambar orang yang berzikir.”

“Wahai putraku hindarilah sifat malas dan bosan, karena keduanya merupakan kunci keburukan. Sesungguhnya jika engkau malas,tidak akan banyak melaksanakan kewajiban. Jika engkau bosan,tak akan tahan dalam menunaikan kewajiban.”

“Seburuk-buruknya seorang teman itu adalah seseorang yang hanya menemanimu ketika kamu kaya dan meninggalkanmu ketika kamu miskin”

“Jika engkau menginginkan suatu kenikmatan dapat terus engkau nikmati, perbanyaklah mensyukurinya.

Jika engkau merasa rizki lambat datang, perbanyaklah istigfar.

Jika engkau ditimpa kesedihan, perbanyaklah membaca LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH. 

Jika engkau takut, ucapkanlah HASBUNALLAH WANI’MAL WAKIIL.

Jika engkau kagum terhadap sesuatu, ucapkanlah MASYA ALLAH, LA QUWWATA ILLA BILLAH.

Jika engkau dikhianati,bacalah WA UFAWWIDU AMRII ILALLAH, INNALLAHA BASHIRUN BIL ‘IBAAD.

Jika engkau ditimpa kesumpekan, ucapkanlah LA ILAAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNII KUNTU MINADZ DZAALIMIIN. “


SAYYIDINA AL-IMAM ALI ZAINAL ABIDIN AS-SAJAD,RA



SAYYIDINA AL-IMAM ALI ZAINAL ABIDIN AS-SAJAD,RA

“Wahai nafsu hentikanlah kecondonganmu kepada dunia dan kecenderungan untuk meramaikanya, tidaklah engkau menjadikan sebagai pelajaran terhadap para pendahulumu yang telah ditelan bumi serta para ssahabatmu yang telah membuatmu bersedih karena kepergianya, demikian juga kawan-kawanmu yang telah berpindah kedalam tanah, mereka sekarang telah berada didalam perut bumi, dibalik permukaanya, kebaikan-kebaikan mereka ikut lebur menyatu didalamnya, sudah berapa banyak manusia-manusia yang telah dibinasakan oleh kekejaman masa dari abad ke abad, serta beberapa banyak manusi-manusia yang telah dirusak oleh bumi dengan bencana-bencananya, lalu merka ditenggelamkan di dalam gumpalan tanhnya, dari berbagai jenis manusia yang pernah engkau ajak bergaul dan kemudian mereka kamu antarkan ke dalam kuburnya.”

“Betapa banyak manusia yang telah ditipu oleh dunia dari mereka yang justru mendiaminya, dan betapa banyak manusia yang telah dibanting oleh dunia dari mereka yang justru menempatinya, lalu dunia itu tidak mau mengangkatnya lagi dari keterpelesetanya, tidak menyelamatkanya dari kebinasaanya, tidak menyembuhkan dari kepedihanya, tidak membebaskanya dari penyakitnya, dan tidak melepaskanya dari penderitaanya.”


“Amal yang paling utama disisi Allah SWT, adalah sesuatu yang dilakukan menurut sunnah Rasulullah SAW.”

“Orang-orang yang menjadi pimpinan para manusia adalah orang-orang yang  bermurah hati dan bertaqwa, sedangkan diakhirat nanti, yang mulia adalah orang-orang ahli agama, ahli keutamaan dan orang ahli ilmu yang bertaqwa, karena sesungguhnya ulama adalah ahli waris para nabi.”


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SYEIKH AL-IMAM IBRAHIM BIN ADAM,RA



SYEIKH AL-IMAM IBRAHIM BIN ADAM,RA

10 Pesan Ibrahim bin Adam

  1. Kalian mengenal Allah tetapi kalian tidak menunaikan hak-Nya.
  2. Kalian mengaku mencintai Rasul-Nya, tetapi kalian meninggalkan sunnahnya.
  3. Kalian membaca Al-Qur’an, tetapi kalian tidak mengamalkan isinya.
  4. Kalian banyak diberi nikmat karunia, akan tetpi kalian tidak mensyukurinya.
  5. Kalian mengatakan bahwa syetan adalah musuh, tetapi kalian justru mengikuti langkahnya.
  6. Kalian mengaku bahwa Syurga adalah benar adanya, namun kalian tidak melakukan amalan2 yg mengantar kesana.
  7. Kalian mengaku bahwa Neraka adalah benar adanya, tetapi kalian tidak lari dari panas siksanya.
  8. Kalian mengaku bahwa kematian benar adanya, namun kalian tidak mempersiapkan diri kesana.
  9. Kalian sibuk mengurusi kekurangan orang lain, tetapi kalian lupa akan kekurangan diri sendiri.
  10. Kalian menguburkan jenazah, akan tetapi tidak mau mengambil pelajaran dari peristiwa kematian


Ada 7 perkara yg perlu di ingat :

  1. Orang yg banyak bicara janganlah kamu harapkan sangat kesadaran hatinya
  2. Orang yg banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata2 hikmat darinya
  3. Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya
  4. Orang yg cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya
  5. Orang yg memilih berkawan dengan orang yg zalim janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya
  6. Orang yg mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan keredhaan Allah swt daripadanya


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

AS-SYAHID SAYYIDINA HASAN & HUSEIN JANNAH RA



AS-SYAHID SAYYIDINA HASAN SYABABUL JANNAH,RA


Tinggalkan apa yang meragukan hatimu, beralihan kepada sesuatu yang tidak meragukan hatimu, karena sesungguhnya kebenaran itu membawa ketenangan di dalam hati.

Manusia celaka karena tiga hal : Sombong, rakus dan dengki.

Sombong adalah penyebab rusaknya agama dan karena sifat inilah iblis mendapat laknat.

Rakus adalah musuh bagi hati manusia dank arena sifat inilah Nabi Adam dikeluarkan dari surga.

Dengki adalah menuju kejahatan dank arena sifat inilah Qabil membunuh Habil.




AS-SYAHID SAYYIDINA HUSEIN SYABABUL JANNAH,RA

“Bilamana dunia dianggap sesuatu yang sangat berharga, maka sesungguhnya pahala Allah SWT adalah lebih berharga dan lebih mulia, bilamana tubuh ini dirawat hanya untuk menyambut kematian, maka terbunuhnya seseorang dengan pedang dijalan Allah SWT lebih utama. Bilamana rizki yang sudah ditentukan, maka sedikitnya keserakahan seseorang dalam berusaha adalah lebih baik. Bilamana harta benda dihimpun hanya untuk ditinggalkan, maka apa gunanya seorang pelit terhadap sesuatu yang pasti ia tinggalkan.”

“Sabar adalah mahkota, kesetiaan adalah harga diri, memberi adalah kenikmatan, banyak bicara adalah membual (omang kosong), tergesa-gesa adalah kebodohan, kebodohan adalah aib, berlebih-lebihan (dalam berkata) adalah omong kosong, berteman dengan orang yang ahli berbuat hina adalah kejahatan dan berteman dengan ahli kefasikan adalah pusat prasangka buruk.”

Bilamana dirimu digigit oleh kekejaman masa, maka janganlah kamu mengadu kepada manusia. Dan janganlah kamu meminta selain kepada Allah Tuhan yang Maha penolong, yang Maha Tahu dan yang Maha Benar. Karena seandainya kamu hidup dan kamu telah berkeliling dari belahan barat sampai kebelahan timur, maka tentu kamu tidak menemukan seorangpun yang mampu membuat orang lain bahagia atau sengsara


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB KWH



SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB KWH

“Ketahuilah..!! Sesungguhnya kalian akan mati dan setelah itu dibangkitkan. Kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas semua amal kalian, serta mendapatkan balasan yang setimpal. Karena itu jangan tertipu kehidupan dunia. Kehidupan dunia ini penuh ujian, bersifat sementara dan sarat dengan tipu daya. Semua yang ada didalamnya akan musnah. Para penghuninya pun saling berebut untuk memperolehnya. Ketahuilah! “kalian beserta segala perhiasan kehidupan dunia akan mengalami hal yang sama dengan mereka yang terdahulu, orang-orang yang panjang umurnya dan lebih megah rumahnya. Sekarang jasad mereka telah menjadi tulang belulang, rumah mereka kosong. Mereka berada dikubur dekat dan penghuninya terasingkan. Mereka digerogoti oleh cacing,tertimbun oleh bebatuan dan pasir. Bayangkan kalian kelak akan menjadi seperti mereka, tubuh kalian hancur dan sendiri dikubur. Apa yang akan terjadi dengan kalian jika kiamat tiba, semua yang dikubur dibangkitkan dan segala rahasia yang tersembunyi dalam dada dibongkar, pada saat itulah setiap jiwa akan memperoleh balasan sesuai dengan perbuatanya selama hidup didunia.”


“Hapalkanlah lima hal ini :


1.    Seorang hamba hendaknya tidak berharap kecuali kepada Allah SWT

2.    Seorang hamba hendaknya hanya takut akan dosa-dosanya

3.    Seorang yang bodoh hendaknya tidak merasa malu untuk bertanya

4.    Seorang yang berilmu ketika ditanya tentang sebuah persoalan dan tidak mengetahui jawabanya, hendaknya tiak malu untuk mengatakan,”Allah SWT Ynag Maha Mengetahui

5.    Bagi iman,sabar ibarat kepala sebuah tubuh, sehingga tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak memiliki kesabaran


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

Nasihat NABI MUHAMMAD SAW




NABI MUHAMMAD SAW


Ma'rifat adalah Modalku,

Akal fikiran adalah Sumber agamaku,

Cinta adalah dasar hidupku,

Rindu kenderaanku,

Zikrullah adalah kawan dekatku,

Keteguhan adalah perbendaharaanku,

Duka adalah kawanku,

Ilmu adalah senjataku,

Ketabahan adalah pakaianku,

Kerelaan adalah sasaranku,

Faqr (kesederhanaan) adalah kebanggaanku,

Menahan diri adalah pekerjaanku,

Keyakinan adalah makananku,

Kejujuran adalah perantaraanku,

Ketaatan adalah ukuranku,

Berjihad adalah perangaiku

Dan Hiburanku adalah sholat


Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia karena sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau. Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku. Bersungguh-sungguhlah engkau mencari Syurga. Putuskan harapan dari makhluk karena sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa ditangan mereka. Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajud karena sesungguhnya pertolongan itu beserta qiamullail. 

Nabi Muhammad saw bersabda : Wahai Ali apakah engkau menginginkan 600 ribu kambing, 600 ribu dinar atau 600 ribu kalimat ? Lalu, Imam Ali as menjawab : Wahai,Rasulullah saw aku menginginkan 600 ribu kalimat Lalu, Rasulullah saw bersabda : Wahai Ali! Aku akan meringkas 600 ribu kalimat itu dalam enam kalimat.

1. Jika engkau melihat manusia berlomba-lomba mengerjakan yang bukan kewajiban mereka, maka sibukkanlah dirimu dengan menyempurnakan kewajibanmu.

2.Jika engkau melihat manusia berlomba-lomba dalam urusan dunia,maka sibukkanlah dirimu dengan urusan akhirat.

3. Apabila manusia sibuk mengurusi aib (cela)orang lain, maka uruslah aibmu sendiri.

4. Jika manusia saling memperindah dunianya,makahiasilah akhiratmu.

5. Dan jika engkau melihat manusia sibuk dengan memperbanyak amal,maka beramallah yang ikhlas.

6. Dan ketika engkau melihat manusia menjadikan makhluk sebagai perantaranya, maka jadikanlah Allah sebagai perantaramu.

Sesungguhnya orang yang paling dibenci di hadapan Allah Ta'ala ialah orang yang ditinggalkan Allah Ta'ala bersendirian. Ia tersesat dari jalan yang benar dan bergerak tanpa petunjuk. Apabila ia dipanggil kepada perkebunan dunia ini, ia giat. Tetapi apabila ia dipanggil ke perkebunan akhirat, ia enggan serta bertangguh. Seakan-akan untuk apa yang ia giat adalah wajib baginya, sedangkan segala yang untuk itu, ia enggan tidak dituntut darinya.


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html