Kamis, 09 November 2023

Al-IMAM AL-QUTB AL-HABIB ABUBAKAR BIN MUHAMMAD AS-SEGAF(GRESIK),RA



Al-IMAM AL-QUTB AL-HABIB ABUBAKAR BIN MUHAMMAD AS-SEGAF(GRESIK),RA

“KETAHUILAH bahwa Allah swt akan memberikan kepada hambanya segala apa yang dipanjatkan sesuai sesuai dengan niatnya. Menurut saya Allah swt niscaya akan mendatangkan segala nikmat-Nya dimuka dunia, dengan cara terlebih dahulu Dia titipkan didalam hati hamba-Nya yang berhati bersih. Untuk itu kemudian dibagi-bagikan kepada hamba-Nya yang lain.

Amal seorang hamba tidak akan naik dan diterima Allah swt kecuali dari hati yang bersih. Ketahuilah wahai saudaraku, seorang hamba belum dikatakan sebagai hamba Allah swt yang sejati jika belum membersihkan hatinya.”


“Wahai saudara-saudaraku, dengarkanlah apa yang dikatakan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsy, beliau meminta kepada kita untuk selalu meluangkan waktu menghadiri majlis-majlis semacam ini(ta’lim,dzikir)! Ketahuilah bahwa menghadiri suatu majlis yang mulia akan dapat menghantarkan kita kepada suatu derajat yang tidak dapat dicapai oleh banyak amal kebajikan yang lain. Simaklah apa yang dikatakan guruku tadi! ”


“Di zaman ini, hanya sedikit orang yang menunjukan adab luhur dalam majlis. Jika ada seseorang yang datang, mereka berdiri dan bersalaman atau menghentikan bacaan, padahal orang itu datang kemajlis tersebut tidak lain untuk mendengarkan. Oleh karenanya, banyak aku jumpai orang di zaman ini, jika datang seseorang, mereka berkata,”silahkan kemari” dan yang lain mengatakan juga “silahkan kemari” sedang orang yang duduk disamping mengipasinya. Gerakan-gerakan dan kegaduhan yang mereka timbulkan menghapus keberkahan majlis itu sendiri. Keberkahan majlis bisa diharapkan, apabila yang hadir beradab dan duduk di tempat yang mudah mereka capai. Jadi keberkahan majlis itu pada intinya adalah adab, sedangkan adab dan pengagungan itu letaknya dihati. Oleh karena itu, wahai saudara-saudaraku, aku anjurkan kepada kalian, hadirilah majlis-majlis Khoir(baik). Ajaklah anak-anak kalian kesana dan biasakan mereka untuk mendatanginya agar mereka menjadi anak-anak yang terdidik baik, lewat majlis-majlis yang baik pula.”

“Saat-saat ini aku jarang melihat santri-santri atau siswa-siswa madrasah yang menghargai ilmu. Banyak aku lihat mereka membawa mushaf atau kitab-kitab ilmu yang lain dengan cara yang tidak menghormatinya, menenteng atau membawa dibelakang punggungnya. Lebih dari itu mereka mendatangi tempat-tempat pendidikan yang tidak mengajarkan kepada anak-anak kita untuk mencintai ilmu tapi mencintai nilai semata-mata. Mereka diajarkan pemikiran filosof dan budaya pemikiran-pemikiran orang yahudi dan nasrani.”


“Aku teringat pada suatu kalam dari seorang shaleh yang mengatakan; tidak ada yang menyebabkan manusia rugi, kecuali keengganan mereka mengkaji buku-buku sejarah kaum sholihin dan berkiblat pada buku-buku modern dengan pola pikir moderat. Wahai saudara-saudaraku! Ikutilah jalan orang-orang tua kita yang sholihin, sebab mereka adalah orang-orang suci yang beramal ikhlas. Ketahuilah salaf kita tidak menyukai ilmu kecuali yang dapat membuahkan amal sholeh.”


AL-IMAM AL-QUTB AL-HABIB AHMAD BIN HASAN AL-ATTAS,RA



AL-IMAM AL-QUTB AL-HABIB AHMAD BIN HASAN AL-ATTAS,RA

“Insya Allah ucapanku yang kau tulis dan kumpulkan akan memberikan manfaat yang besar. Dan usahamu ini lebih bermanfaat dan langgeng daripada mencatat karomah-karomah yang terjadi. Karomah yang berlangsung pada saat itu saja dan akan dilupakan dengan berjalanya waktu. Namun manfaat ucapanku ini insya Allah Ta’ala akan abadi. Orang yang menghargai ucapanku belum datang, mereka adalah orang-orang masa depan.”


“Sesungguhnya terlalu memfasih-fasihkan bacaan adalah bid’ah. Andaikata Salaf membaca Al-Qur’an seperti mereka yang suka memfasih-fasihkan bacaanya, tentu mereka tidak dapat menghatamkan Al-Qur’an dalam semalam.”


“Imam Ghazali juga pernah berkata bahwa Hudhur dan Khusyu’ dalam membaca A-Qur’an tidak mungkin dapat dirasakan oleh orang yang membaca Al-Quran dengan terlalu memfasihkan huruf dan memberi tekanan berlebihan pada Tasyhid –tasyhidnya. Andaikata kalian curahkan seluruh konsentrasi kalian untuk merenungkan makna rahmat, pujian, rububiyyah, kekuasaan Allah swt (Al-Malik) penghambaan, permohonan hidayah, shirotol mustaqim yang ada dalam fatihah, maka itu lebih baik.”

“Jika kau membaca ayat sajdah dan pada saat itu kau berada di tempat yang tidak layak untuk sujud; maka bayangkanlah seakan –akan dirimu berada ditempat yang mulia, seperti masjidil haram atau masjid-masjid lainya. Setelah itu sujudlah dengan hatimu. Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani Ra dalam bukunya yang berjudul Al-Ghunyah mengatakan :”Jika aku berdiri mengerjakan sholat, maka bayangkanlah seakan-akan kau sedang menghadap Ka’bah dan saksikanlah Ka’bah itu dengan hatimu. Niscaya kau akan meningkat ke maqom yang lain.”


“Kerjakanlah shalat karena Allah swt memerintahkanya. Jadikanlah makna segala sesuatu sebagai tujuanmu. Jangan jadikan cara pengucapan huruf (makhraj) dan sejenisnya sebagai pusat perhatianmu dalam shalat. Tapi amati dan renungkan (tadabbur) makna ayat yang kau baca. Apa yang menghalangimu untuk merenungkan  makna basmalah, arti rahmat ayat pertama dan makna syukur. Renungkan dengan pemberi nikmat dan pemelihara alam, makna rahmat di ayat ke tiga, makna raja dan penguasa, makna ibadah, pertolongan, hidayah, shirotol mustaqim dan orang-orang yang berjalan diatasnya, yaitu orang-orang yang di beri nikmat oleh Allah swt.. renungkan tentang orang-orang yang berpaling, yakni orang-orang yang di murkai Allah swt.”


“Manusia mempunyai dua sayap yang dapat ia gunakan untuk terbang ketempat yang mulia, yaitu Niat dan Himmah (semangat dan tekad). Sedangkan penghuni zaman ini berpijak pada salah satu iantara keduanya. Ada yang memiliki niat , tapi tidak memiliki himmah . ada yang himmahnya besar tapi belum memiliki niat. Jika seseorang mempunyai niat, kemudian memperoleh himmah, maka Allah swt akan memperhatikanya dan akan menyampaikanya pada tujuan. Niat itu sebelum himmah dan himmah sebelum amal.”


“Setiap zaman ada 124.000 wali dan setiap wali mewarisi hal dari Nabi saw. Diantara mereka ada yang tahu dirinya wali, tapi ada juga yang tidak tahu.”

“Imam Junaid RA berkata :”Barang siapa membuka bagi dirinya satu pintu niat baik, maka Allah swt membukakan baginya 70 pintu Taufiq. Dan barang siapa membukakan untuk dirinya satu pintu niat buruk, maka Allah swt membukakan untuknya 70 pintu khidzlan (dorongan untuk bermaksiat).”


“Jika kau membaca sesuatu dan tidak dapat memahaminya, atau hatimu tidak hadir sewaktu membacanya, maka ulangi lagi diwaktu yang lain. Sebab setiap waktu memiliki rahasia yang berbeda.”


“Hati manusia seperti Baitul Ma’mur. Setiap hari ada 70.000 malaaikat yang thawaf mengelilinginya hingga hari kiamat. Dalam 24 jam hati 70.000 bisikan dan setiap bisikan dipegang oleh seorang malaikat.”


“Setiap orang memiliki 360 urat. Ada urat yang akan mendorongnya untuk berbuat kebaikan, dan ada yang mengerakanya untuk berbuat kejahaatan. Jika meliat orang shaleh, urat-urat kebaikan akan mengerakannya untuk berbuat baik. Jika meliht orang durhaka, maka urat-urat keburukanya akan menggerakanya untuk berbuat jahat.”


“Ilmu yang bermanfaat adalah yang tidak akan meninggalkanmu didunia maupun diakhirat. Ilmu adalah alat. Meskipun ilmu itu baik, tapi hanyalah alat, bukan tujuan. Ilmu digunakan hanya untuk mencapai tujuan. Ilmu harus diiringi adab, akhlaq dan niat-niat shaleh. Ilmu demikian inilah yng dapat mengantarkan seseorang kepada maqom-maqom yang tinggi.”


“Jika dalam hatimu terlintas bisikan buruk atau ajakan untuk bermaksiat, angkatlah kepalamu kelangit lalu ucapkan :”Allah…..dengan satu nafas. Perbuatan ini akan membakar dan menghapus dengan seketika bisikan-bisikan buruk dalam hati. Hikmah dari menengadahkan kepala ke langit adalah karena setan tidak dapat mendatangi manusia dari atas kepalanya. Allah berfirman “Kemudian iblis akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka dari kanan dan kiri mereka (QS.AL-A’raf : 17)

“Setiap kebajikan terasa berat bagi “NAFS”. Tapi jika dipaksakan, ia akan terbiasa dan dapat mengerjakanya dengan mudah. Sebagian orang jika melihat ”NAFS”nya benci pada perbuatan baik, ia mengikuti ”NAFS”nya dan cenderung kepadanya. Ia selalu berbuat demikian, hingga tidak mampu lagi berbuat baik. Akhirnya, hatinya menjadi keras. Sebenarnya jika hati mau menghadap Allah swt, Allah swt akan menghadap kepadanya. Jika berpaling,maka Allah swt pun akan berpaling darinya. Sifat ”NAFS” adalah suka menentang dan mudah bosan. Jika kau membiasakanya dengan kebaikan, ia akan menjadi baik; tapi jika kau membiasakan dengan keburukan , ia akan menjadi buruk.”


“Jika kau memandang seorang yang shaleh dan istiqomah, khusyu’ dan wara’, lalu kau bandingkan akhlaqmu dengan akhlaqnya, amalmu dengan amalnya, keadaanmu dengan keadaanya; maka kau akan mengetahui aib dan kekuranganmu. Setelah itu akan mudah bagimu untuk memperbaiki ucapan dan perbuatanmu yang salah, lahir maupun bathin. Itulah sebabnya kita dianjurkan untuk bergaul dengan orang-orang yang shaleh dan mulia serta dilarang bergaul dengan selain mereka. Sebab watak seseorang akan mencuri watak orang lain. Jika tidak kau temukan teman duduk yang shaleh pelajarilah buku,sifat, riwayat hidup dan semua prilaku kaum sholihin.”

https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

AL-IMAM AL-QUTB AL-HABIB ABDULLAH BIN MUKHSIN AL-ATTAS,RA



AL-IMAM AL-QUTB AL-HABIB ABDULLAH BIN MUKHSIN AL-ATTAS,RA


(keramat empang bgr) Berziarahlah kamu kepada orang-orang sholeh! Karena orang-orang sholeh adalah obat hati


Sebaik-baiknya teman adalah Al-Qur'an! dan seburuk-buruknya teman adalah syaitan!"


Bermaksiatlah sepuas kamu pasti kamu akan mati, dan beramal Sholehlah sepuas kamu pasti kamu akan mati ?


Orang yang buta bukan orang yang melihat banyaknya harta, akan tetapi, yang disebut orang buta, adalah orang yang tak mau melihat ilmu agama"


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SYEKH HARITS AL-MUHASIBI,RA



SYEKH HARITS AL-MUHASIBI,RA

Saudaraku! Kuperingatkan kau agar tidak sombong. Ingatlah bahwa Allah swt

Senantiasa mengawasimu. Oleh karena itu jangan sekali-kali menghina seseorang atau menolak kebenaran yang disampaikan kepadamu. Allah swt murka kepada seseorang yang bersikap demikian dan ia akan merendahkan mereka yang menyombongkan diri. Bagaimana kau dapat menghina seorang Muslim, padahal kau tidak pernah tahu bagaimana akhir usiamu dan usianya kelak. Di samping itu kau juga tidak menhetahui, kelak engkau akan masuk mana, surga atau neraka?

Jika mau bersikap jujur, maka yang paling pantas untuk kau hina adalah dirimu sendiri.

Sudahkah kau teliti keburukan-keburukan dirimu dan kekotoran jiwamu yang tidak diketahui orang lain, sehingga kau sucikan hati orang lain dank au cela dirimu sendiri?

Sesungguhnya kau dilarang untuk memuliakan dan menyucikan dirimu sendiri. Perbuatan ini haram bagimu, jika kau lakukan, kelak di hari kiamat kau akan berada di bawah telapak kaki orang-orang yang kau hina di dunia.

Renungkanlah ini dan memohonlah kepada Allah swt untuk menolongmu menghapuskan kesombongan dari hatimu. Semoga Allah swt melindungi kita semua dari sifat sombong ini.


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SYEIKH SALMAN AL-FARISI,RA



SYEIKH SALMAN AL-FARISI,RA

Tiga kelompok manusia yang membuatku heran hingga tertawa :

1. Orang yang senantiasa mengangan- angankan dunia,  padahal kematian selalu mengejarnya.

2. Orang yang lalai, padahal semua perbuatannya tidak akan dilalaikan ( akan dibalas )

3. Orang yang tertawa, padahal dia tidak tahu, Allah swt yang Maha memelihara alam semesta, murka atau ridha kepadanya


"Hati dan jasad adalah seperti seorang tuna netra ( orang buta ) dan seorang lumpuh memasuki sebuah kebun. Si lumpuh berkata kepada sang tuna netra, "Aku bias melihat buah-buahan yang ada di kebun ini tetapi tidak dapat memetiknya, karena aku lumpuh. Kau tidak dapat melihatnya, tetapi kau tidak lumpuh. Gendonglah aku." Sang tuna netra menggendong si lumpuh, dan memetik buah-buahan tersebut, kemudian mereka memakannya. Ruh dan jasad bekerja sama untuk berbuat maksiat kepada Allah swt, maka keduanya layak mendapat siksa."


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

Al-IMAM QUTHBIL MU’TI AL-HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSYI,RA



Al-IMAM QUTHBIL MU’TI AL-HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSYI,RA

Camkanlah, jangan sampai kalian tidak mempelajari ilmu bahasa, Nahwu dan shorof. Karena ilmu bahasa merupakan dasar dan perantara kalian untuk memahami semua ilmu “Wahai saudaraku, berprasangka baiklah kepada Allah swt, wujudkanlah kebenaran janji-Nya. cukuplah bagi kita firman Allah swt,seperti disabdakan Rasulullah saw,”Aku bersama prasangka hamba-Ku terhadap-Ku,maka berprasangkalah kepada-u sesukamu.”


Jika seorang hamba memedulikan penyakit hati seperti penyakit badan, niscaya mereka akan mendapatkan tabib di hadapan mereka. Tetapi, sedikit sekali yang membahas masalah ini, karena mereka telah dikuasai nafsu dan akal. Jika tak ada ketamakan, dan tak ada satu mahluk pun keluar dari lingkaran jejak nabi saw, tidak akan ada manusia mengejar dunia yang fana ini atau berpaling dari kebahagiaan akhirat yang kekal. Tak ada derajat yang lebih tinggi daripada prasangka baik. Karena di dalam prasangka baik terdapat keselamatan dan keberuntungan. Didalam keluasan rahmat Allah swt sirnalah amalmu seperti amal setiap mahluk. Di dalam rahasia Allah swt, yang dititipkan pada mahluk-Nya, terdapat sesuatu yang mengharuskan untuk berkeyakinan bahwa semua mahluk adalah Aulia.


Keteguhan yang sempurna berbeda-beda. Keteguhan dalam perkataan berbeda dengan keteguhan dalam perbuatan. Keteguhan dalam perbuatan berbeda dengan keteguhan dalam beramal. Keteguhan dalm beramal berbeda dengan keteguhan dalam mencari. Keteguhan dalam mencari berbeda dengan keteguhan dalam apa yang dicari. Sedangkan hakikatnya,secara utuh dan merupakan kedudukan yang terakhir, adalah tidak memalingkan pandangan dari Allah swt sekedip mata pun,bahkan yang lebih cepat dari itu.


Janganlah kau putuskan kehadiranmu ditempat-tempat yang baik karena alasan kesibukan dunia. Hati-hati lah karena itu merupakan tipu daya syetan. Hadirkanlah Allah swt ketika sendirian. Sembahlah Dia,seakan melihatnya, dan jika tidak melihatnya, sesungguhnya dia melihatmu.


Orang yang lalai mengira bahwa dirinya mencapai kelezatan dunia tanpa mengetahui bahwa sebenarnya kemanisan dunia bercampur dengan kepahitannya. Sedangkan kehidupan indah yang sebenarnya adalah berpaling dari dunia, kemudian masuk ke hadirat yang Maha Kaya dengan sifat faqir, miskin, lalu memetik sesuatu yang indah dari tempat itu. "Kerjakanlah segala perintah Allah swt dan tinggalkanlah larangan- Nya. Jangan sampai Allah swt melihatmu melakukan apa yang dilarang-Nya, atau kehilangan Mu pada perintahnya. Bangkitlah untuk memenuhi hak Allah swt. Bersemangatlah melakukan sesuatu yang membuat para salaf Mulia. Cabutlah ketajaman dari sarung pedang tabiatmu yang membelah akar cinta dari asalnya. Taburilah tanah dengan benih pohon-pohon kezuhudan, hingga menghasilkan qurb ( kedekatan) kepada Allah swt,air telaga dari celah wishal( persatuan dengan Allah swt ), dan pengetahuan padapuncak tujuan."


Sesungguhnya( balasan ) setiap amal tergantung dari niatnya.( HR.Bukhari dan Muslim ) Niat seorang Mukmin lebih baik daripada amalnya. Sudah menjadi sifat seorang Mukmin untuk menetapkan berbagai amal yang agung dan berusaha mengamalkannya, padahal dia hanya mampu mengamalkan sebagian darinya. Sebagai contoh adalah orang yang berniat menggunakan semua nafasnya ( waktunya ) untuk membaca wirid,  dzikir atau untuk berpikir. Ternyata dia hanya mampu menggunakan sebagian waktunya saja. Apa yang telah dia kerjakan itu baik, tapi niatnya tersebut lebih baik dari amal yang telah dia kerjakan."

https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

IMAM IBNU ATHA,RA



IMAM IBNU ATHA,RA

Jika sebelumnya kau sedikit melakukan shalat dan puasa sunah, maka perbaikilah kekuranganmu dengan banyak bershalawat kepada Rasulullah saw. Andaikata sepanjang hidupmu engkau melakukan segala jenis ketaatan dan kemudian Allah swt bershalawat kepadamu sekali saja, maka satu shalawat Allah ini akan mengalahkan semua amalmu itu. Sebab, engkau bershalawat kepada Rasulullah sesuai dengan kekuatanmu, sedangkan Allah swt bershalawat kepadamu sesuai dengan kebesaran-Nya. Ini jika Allah swt bershalawat kepadamu sekali, lalu bagaimana jika Allah swt membalas setiap shalawatmu dengan sepuluh shalawat sebagaimana‚yang disebutkan dalam sebuah Hadits Shahih? Betapa indah hidup ini jika kau isi dengan ketaatan kepada Allah swt, dengan berdzikir kepada-Nya dan bershalawat kepada Rasulullah saw."


Orang yang menggunakan masa sehatnya untuk bermaksiat kepada Allah swt, adalah seperti seorang anak yang mendapat warisan dari ayahnya sebesar seribu dinar,kemudian ia gunakan semua uang itu untuk membeli ular dan kalajengking yang sangat berbisa yang kemudian mengelilingi dan menggigitnya. Bukankah ular dan kalajengking tersebut akan membunuhnyaa? Kamu gunakan amasa sehatmu untuk bermaksiat kepada Allah swt, maka nilaimu adalah seperti burung pemakan bangkai yang terbang berkeliling  mencari bangkai, dimana pun ia dapatkan, maka ia segera mendarat. Jadilah seperti tawon, kecil tapi memiliki cita2 yang mulia. Ia hisap wewangian dan ia produksi madu yang enak. Engkau telah terlalu lama bergelimang kemaksiatan,kini terjunlah kedalam hal2 yang dicintai Allah swt.


Telah kujelaskan hakikat permasalahan ini kepadamu, tetapi orang yang lalai tidak akan sadar meskipun memperoleh berbagai rencana. Sebab wanita yang kurang waras akalnya ketika puteranya mati,ia justru tertawa. Begitu pula dirimu, engkau tinggalkan sholat malam, puasa sunah dan berbagai amal shaleh lain yang dapat kau kerjakan dengan seluruh anggota tubuhmu, tetapi tidak sedikitpun engkau merasa sakit. Kelalaian telah membunuh hatimu. Orang hidup akan meras sakit ketika tertusuk jarum,akan tetapi,sesosok mayat tidak akan  merasa sakit meskipun tubunya dipotong-potong dengan sebilah pedang. Saat ini hatimu sedang mati,karenaitu duduklah dimajelis yang penuh hikmah,sebab didalamnya terdapat hembusan karunia dari Syurga. Hembusan karuna itu dapat engkau temukan dirumahmu,diperjalananmu. Jangan tinggalkan majelis ilmu,andaikata dirimu masih melakukan banyak maksiat,jangan berkata : Apa manfaatnya aku datang kemajelis ilmu, sedangkan aku senantiasa bermaksiat dan tidak mampu meninggalkanya. Akan tetapi,lepaskanlah busur panahmu selalu,jika hari ini tidak tepat sasaran,bisa jadi besok tepat sasaran.”


Engkau hendaknya berpikir untuk melakukan amal sebaik mungkin, bukan sebanyak mungkin. Banyak amal jika tidak dilakukan dengan baik adalah seperti pakaian yang banyak jumlahnya, tetapi harganya murah harganya. Sedangkan sedikit amal tetapi berkualitas ( dikerjakan dengan baik ) adalah seperti sedikit pakaian tetapi mahal harganya. Amal yang berkualitas( dikerjakan dengan baik ) adalah seperti sebuah intan berlian, kecil bentuknya tetapi mahal harganya. Orang yang menjadikan hatinya selalu ingat kepada Allah swt dan berjuang untuk melindungi hatinya dari pengaruh hawa nafsu, maka itu lebih utama daripada banyak melakukan shalat dan puasa sunah ( tetapi hatinya dikuasai hawa nafsu ). Orang yang melakukan shalat dengan hati lalai adalah seperti seseorang yang menghadiahkan seratus peti kosong kepada seorang raja, tentunya sang raja akan marah dan selalu mengingat perbuatan buruknya ini. Sedangkan orang yang shalat dengan hati yang hadir ( khusyuk ), adalah seperti seorang yang menghdiahkan sebutir intan berlian seratus dinar kepada seorang raja, sang raja pun akan mengingat dan memujinya selalu.


Suatu perbuatan paling berbahaya yang harus kamu waspadai adalah dosa-dosa kecil. Sebab, ketika berbuat dosa besar, engkau menyadari bahayanya dan segera bertobat. Tetapi, terhadap dosa- dosa kecil, engkau seringkali meremehkannya dan tidak bertobat darinya. Engkau seperti seorang diselamatkan oleh Allah swt dari kejaran seekor harimau ( pemisalan dosa besar ), tetapi kemudian bertemu dan diterkam oleh lima puluh ekor srigala ( pemisalan dosa kecil ). Allah Ta'ala mewahyukan . Kalian menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah swt adalah besar.( An-Nur, 24 : 15 ).

Dosa besar jika disandarkan pada kemurahan Allah swt menjadi kecil. Sedangkan dosa-dosa kecil jika kau lakukan secara terus-menerus menjadi dosa besar. Racun meskipun sedikit mampu membunuh. Dosa kecil itu ibarat percikan-percikan api. sebuah kota. Dan pada hakikatnya api yang berkobar berasal dari percikan-percikan api kecil.


Ukurlah dirimu dengan shalat. Jika ketika shalat engkau tidak memikirkan segala sesuatu selain Allah swt, maka berbahagialah. Tetapi, jika tidak demikian, maka tangisilah dirimu setiap kali kau gerakkan kakimu menuju shalat. Pernahkah engkau melihat seorang kekasih tidak ingin bertemu kekasihnya? Allah Ta'ala  mewahyukan? Sesungguhnya shalat akan mencegah dari ( perbuatan-perbuatan ) keji dan mungkar. ( Al-Ankabut, 29 : 45 )


Barangsiapa ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah swt, maka ia perhatikan bagaimana shalatnya, ia kerjakan dengan tenang dan khusyuk, atau dengan tergesa-gesa dan lalai. Jika shalat tersebut ternyata kau lakukan dengan lalai dan tergesa-gesa, maka taburkanlah pasir ke wajahmu. Seseorang yang duduk bersama penjual parfum akan mencium aroma wanginya. Sedangkan shalat adalah sebuah ibadah yang seakan-akan kita sedang duduk bersama Allah swt. Jika engkau duduk bersama Allah swt, tetapi tidak memperoleh apa-apa, itu tandanya dalam hatimu terdapat penyakit, entah itu kesombongan, berbangga diri atau ketidak sopanan. Allah swt mewahyukan? Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. ( Al-A'raf, 7 : 146 ).


Selepas shalat ia tidak pantas bergegas ( tergesa-gesa ) untuk meninggalkan tempat shalatnya. Akan tetapi, hendaknya dia berdzikir kepada Allah swt dan beristigfar memohon ampun kepada-Nya atas segala kekurangan yang ia lakukan di dalam shalatnya. Berapa banyak shalat yang tidak layak untuk diterima Allah swt, tetapi setelah engkau beristigfar memohon ampun kepada-Nya atas shalat tersebut, Allah swt kemudian menerimanya. Dahulu Rasulullah saw selepas shalat beristigfar sebanyak tiga kali. Sesungguhnya orang yang bermaksiat kepada Allah swt adalah dia yang tidak mengenal siksa-Nya, dan orang yang tidak taat kepada-Nya adalah dia yang tidak mengetahui pahala yang Allah sediakan.”


Andaikata mereka melihat siksa neraka, tentu mereka tidak akan lalai. Dan andaikata mereka melihat berbagai kenikmatan yang disediakan Allah swt bagi penghuni surga,  tentu sekejap pun mereka tidak akan meninggalkan ibadah. "Jika engkau berteman dengan para pecinta menyeretmu untuk mencintai dunia. Jika engkau berteman dengan para pecinta Akhirat, maka mereka akan membawamu untuk mencintai Allah swt.


Jika kau ingin bermaksiat kepada Allah swt, maka lakukanlah di tempat dimana DIA tidak melihatmu dan dengan kekuatan yang tidak berasal dari-Nya, dan kedua hal ini mustahil dapat kamu lakukan, sebab semua yang kau gunakan untuk bermaksiat adalah nikmat-Nya. Kau gunakan nikmat yang IA anugerahkan untuk bermaksiat kepada-Nya. Bahkan kau sangat ahli bermaksiat dalam berbagai bidang. Terkadang engkau menggunjing, terkadang mengadu domba dan terkadang memandang yang haram. Ibadah yang kau bangun selama tujuh puluh tahun kau robohkan dalam sekejap. Hai penghancur ketaatan, Allah swt menjadikanmu miskin adalah agar kau berdoa' dan memohon kepada-Nya.


Hai orang yang menenggelamkan nafsunya dalam berbagai keinginan jahat dan maksiat, andai saja kau beri nafsumu hal-hal yang mubah ( tidak berdosa dan tidak berpahala ). Mengapa engkau tidak mencintai DIA yang ketika kau berbuat buruk kepada-Nya, justru memberimu berbagai nikmat dan bermurah kepadamu? "Jika ingin membersihkan air maka akan kau singkirkan segala hal yang dapat mengotorinya. Anggota tubuhmu ini seperti selokan-selokan yang bermuara ke hati. Karena itu jangan kau alirkan kotoran ke dalam hatimu, seperti pergunjingan, pengadu dombaan, ucapan yang buruk, pandangan yang haram dan lain sebagainya. Hati akan bercahaya dengan memakan makanan halal, berdzikir, membaca Al-Qur'an dan menjaga mata dari pandangan yang tidak mendatangkan pahala, pandangan yang kurang disukai agama dan pandangan yang haram. Jangan biarkan matamu memandang sesuatu, kecuali jika pandangan itu menambah ilmu dan hikmahmu."

https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

Rabu, 08 November 2023

AL-IMAM SYEKH ABU BAKAR BIN SALIM,RA



AL-IMAM SYEKH ABU BAKAR BIN SALIM,RA

Orang yang bahagia adalah orang yang disenangkan oleh Allah tanpa alasan tertentu dan orang yang sengsara adalah orang yang disengsarakan Allah tanpa sebab tertentu. Demikianlah menurut ilmu hakikat. Sedangkan menurut ilmu syariat; orang yang bahagia adalah orang yang oleh Allah diberi kesenangan dengan melakukan berbagai amal saleh, dan orang yang disengsarakan oleh Allah dengan meninggalkan amal-amal saleh dan melanggar syariat agama. Orang yang sengsara adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya Barangsiapa mengenal dirinya, ia tidak akan melihat selain Allah swt. Barangsiapa tidak mengenal dirinya, ia tidak akan melihat Allah swt.


Barangsiapa tidak memelihara waktunya, ia tidak akan selamat dari bencana. Dalam Qanaah terdapat ketenteraman dan keselamatan; dalam tamak terdapat kehinaan dan penyesalan. Orang yang arif melihat aib-aib dirinya; sedang orang yang lalai melihat aib-aib orang lain. Dan orang yang bahagia adalah orang yang melawan hawa nafsunya, berpaling dari alam untuk menghadap kepada penciptanya, dan melewatkan waktu2pagi dan sore dengan meneladani sunah nabinya.


Kesuksesanmu adalah ketika kamu membenci nafsumu dan kehancuranmu adalah saat kamu  meridhainya. Karena itu, bencilah nafsumu dan jangan meridhainya, niscaya kamu akan berhasil meraih segala cita- citamu, Insya Allah. Berprasangka baiklah kepada sesama hamba Allah, sebab buruk sangka timbul karena tiadanya taufiq. Ridhalah selalu pada qodho, bersikap sabarlah, walaupun musibah yang kamu alami teramat besar. Firman Allah : Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan dibalas dengan pahala tanpa batas. ( Az Zumar,39 :10 )


Ketahuilah oleh kalian sesungguhnya Allah swt bertajalli ( mengagungkan dirinya ) di hati para kekasihnya; para kaum Arifin, karena mereka menghapus selainnya di hati mereka dan mereka menghilangkan selain Allah swt dalam pandangan mereka terhadap semesta dan pada setiap kejadiannya bahwa semuanya adalah semata-mata ciptaan Allah swt, dan mereka melalui siang, pagi serta sore hari selalu dalam keadaan taat kepadanya; mereka selalu beribadat serta berharap dan takut kepadanya; serta selalu ruku dan bersujud kepadanya, mereka selalu dalam keadaan bahagia dan gembira serta ridho dengan segala ketentuan Qadha dan Qadar yang telah ditentukan Allah swt atas mereka; berkata Nabi Ayyub as : mana aku hendak memilih di antara dua perkara, maka aku akan memilih perkara yang ada Ridho Allah swt didalamnya karena hanya hal itulah yang mendatangkan kemaslahatan bagiku.


Berkata kaum Arifin : Kalau sekiranya kedua mataku melihat selain Allah, maka akan ku butakan, kalau sekiranya ke dua telingaku mendengar selain Allah, maka akan kutulikan, dan bilamana lidahku berkata yang tidak diperintahkan Allah, maka akan ku potong.


Sedikit amal dari hati menyamai amal seluruh manusia dan jin. Sesungguhnya Bala yang menimpamu pada saat lupamu, bila engkau menyadarinya adalah merupakan jalanmu untuk kembali mengenal Allah swt dan kembali mendekatkan dirimu kepadanya pada saat engkau meminta bala tersebut dihilangkannya, dan bala sesungguhnya adalah bilamana engkau melupakan Allah swt dan engkau lupa bahwa dirimu selalu faqir kepadanya.


Beristiqamahlah kalian dalam setiap amal, karena para Ahli kasyaf sekalipun semua bermohon kepada Allah swt agar mereka diberikan kekuatan dalam beristiqamah agar mereka tidak jatuh dalam keadaan terhijab darinya. Ketahuilah oleh kalian; Marifat kepada Allah swt adalah dengan kejelasan dan bukan dengan tersamar, dan bilamana seorang hamba diberinya marifat kepadanya, maka ia pasti akan melihat semua amal yang dicintai oleh Rasulullah saw.

https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

AL-IMAM QUTHBIL IRSYAD WAL BILAD AL-HABIB ABDULLAH AL-HADAD,RA



AL-IMAM QUTHBIL IRSYAD WAL BILAD AL-HABIB ABDULLAH AL-HADAD,RA

Sesungguhnya aku tidak ingin bercakap-cakap dengan masyarakat, aku juga tidak menyukai pembicaraan mereka, dan tidak peduli kepada siapapun dari mereka. Sudah menjadi tabiat dan watakku bahwa aku tidak menyukai kemegahan dan kemasyhuran. Aku lebih suka berkelana di gurun sahara. Itulah keinginanku; itulah yang kudambakan. Namun, aku menahan diri tidak melaksanakan;keinginanku agar masyarakat dapat mengambil manfaat dariku.


Ketahuilah! Amal yang bernilai tinggi adalah amal yang dianggap kecil dan dipandang remeh oleh nafsu. Adapun amal yang dipandang mulia dan bernilai oleh nafsu, pahalanya dapat sirna, baik karena pelakunya, amalnya itu sendiri ataupun karena orang lain yang berada sekitarnya."


Dizaman ini kita harus berhati-hati, sebab zaman ini adalah zaman syubhat. Para Ulama menyatakan, tidak sepatutnya seorang yang berilmu bingung membedakan yang baik dan buruk. Sebab, kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang sangat jelas,setiap orang dapat membedakannya.Seorang berilmu ketika harus memilih satu diantara dua kebaikan atau dua keburukan,maka dia akan memilih kebaikan yang terbaik dan meninggalkan keburukan yang terburuk.


Ikut langkah-langkah ulama salaf (ulama terdahulu) akan membuahkan kebaikan yang amat besar, walaupun si pengikut bukan tergolong ahlil bathin. Tetapi jika ia serasikan langkahnya dengan ulama salaf, maka ia akan mendapatkan seperti apa yang di dapat oleh mereka para salaf sholihin. Jika satu zaman itu rusak, maka wajiblah bagi mereka yang hidup di zaman itu, untuk mengikuti jejak langkah ulama salaf sholihin. Jika tidak mampu menyamakan diri dengan mereka dalam setiap langkah, paling tidak hampir menyamai mereka, sebab setiap orang dalam kehidupan itu harus memiliki panutan (imam), sedang orang yang tidak memiliki panutan (Imam) maka panutannya adalah setan


Seorang murid (pencari jalan menuju Allah) tidak boleh menyakiti hati gurunya karena belajar dan ilmunya tidak akan diberi berkah. Adakalanya seseorang murid (pencari jalan menuju Allah) diuji dengan kemiskinan, kepapaan dan kesempitan dalam kehidupan. Maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah SWT, disebabkan dengan hal tersebut di atas dan harus beranggapan berprasangka bahwa takdir / kehendak Allah menjadikan anda miskin, papa dan susah serta sempit sebagai sebesar-besarnya kenikmatan karena dunia adalah musuh Allah. Anda harus bersyukur, maka Allah akan mengangkat derajatnya sama dengan para nabi-Nya, para Auliya-Nya dan hamba- hamba yang sholeh.


Ketahuilah bahwa rizki itu telah ditentukan dan telah dibagikan oleh Allah SWT. Diantara hamba-hamba-Nya ada yang diluaskan rezekinya dan dilapangkan kehidupannya, dan dikurangkankan rizkinya menurut kebijaksanaan-Nya. Bersifatlah qonaah(cukup) atas apa yang ditentukan Allah bagimu. Awas dan waspadalah dengan panjang angan-angan dan harapan tentang kehidupan di dunia, karena dunia akan menariknya untuk mencintai dunia, dan anda akan terikat dengannya sehingga sukar untuk beribadat dan mengasingkan diri untuk menuju jalan akhirat. Aku tidak pernah melihat ada yang benar- benar memberi, selain Allah SWT. Jika ada seseorang memberiku sesuatu, kebaikannya itu tidak meninggikan kedudukannya di sisiku, karena aku mrnganggap orang itu hanyalah perantara saja,


Awas! Jangan sekali-kali anda mentaati syaikh (guru) itu hanya lahiriah semata, karena ketahuilah bahwa syaikh itu dapat melihat ketaatanmu padanya, dibelakangnya anda membantah dan mendurhakai kerena sangkaanmu, anda sangka Allah tidak tahu kelakuanmu, sedangkan syaikhmu itu dekat dengan-Nya. Kalau anda begitu akan mendapatkan kecelakaan, kesempitan dan kebinasaan.Bukankah Allah berjanji kepada barang siapa Aku cintai maka penglihatannya adalah penglihatan-KU,pendengarannya adalah pendengaran-KU, mulutnya adalah mulut-KU, tangannya adalah tangan-KU dan kakinya adalah kaki-KU, barangsiapa memusuhinya atau menyakitinya, maka AKU dan para malaikatKU mengumandangkan perang terhadap dirinya.


"Persahabatan,pertemanan dan pergaulan memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk membuat seseorang menjadi baik maupun buruk. Persahabatan dan pergaulan dengan orang-orang shaleh dan berbudi membawa manfaat, sedangkan persahabatan dan pertemanan dengan orang-orang fasik dan durhaka membawa bahaya. Hanya saja manfaat persahabatan dengan orang shaleh atau bahaya pergaulan dengan pendurhaka tersebut terkadang tidak tampak secara langsung, akan tetapi secara bertahap dan setelah berlangsung lama.


"Secara umum, pada awalnya kebaikan itu berat untuk dilakukan, tetapi akhirnya penuh dengan kenikmatan. Orang yang berbuat baik ibarat seorang pendaki gunung terjal. Ia tidak akan merasa tenang sebelum sampai ke puncaknya. Sedangkan, keburukan awalnya manis dan akhirnya kelak berat. Orang yang melakukan perbuatan buruk adalah ibarat seorang yang jatuh dari puncak gunung atau atap sebuah rumah. Ia baru merasa akan merasa kesakitan setelah mendarat di tanah."


Tuntutlah ilmu dari orang-orang yang benar-benar mewarisi ilmu dari Rosulullah SAW, yang sanad isnadnya (silsilah ilmunya sampai kepada Rosulullah)”. Para orang sholeh itu setelah wafat hanya hilang jasadnya saja, pada hakikatnya masih hidup seperti sedia kala malah tambah tajam pandangan bashirohnya dan makin kuat tawajuhnya (menghadap) kepada Allah SWT.


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

AL-IMAM QUTBIL ANFAS AL-HABIB UMAR AL-ATTAS,RA



AL-IMAM QUTBIL ANFAS AL-HABIB UMAR AL-ATTAS,RA

Sumber-sumber ilmu tidak akan berkurang sedikitpun dari generasi terkemudian, akan tetapi pada umumnya mereka datang dengan membawa wadah yang bocor, sehingga tidak memperoleh ilmu kecuali sedikit.Sebagian orang yang datang dengan membawa bejana yang dapat mencukupi dalam waktu sebulan, ada juga yang mencukupinya hanya 8 hari, ada juga yang hanya mencukupinya sehari, tetapi ada juga yang dapat mencukupinya sepanjang hidupnya.


Dulu di antara {manusia ada yang datang membawa pelita lengkap dengan minyak dengan koreknya, yakni dengan persiapan yang lengkap, sehingga gurunya dapat menyalakan. Tetapi kini banyak di antara mereka yang datang kepada gurunya, tetapi mereka tidak membawa)apapun yang gurunya dapat menyalakan.


Hendaknya orang-orang yang Menghendaki keselamatan Akhirat meninggalkan tidurnya,demi untuk mendapatkan siraman rahmat di malam hari.

Hendaknya kalian senantiasa menghadirkan hati kalian kepada Allah SWT dan hendaknya kalian bertawakal kepadanya sepenuh hati, sebab Allah SWT mengetahui di manapun kalian berada. Alangkah entengnya musibah dalam agama menurut kalian, Padahal kalian tidak pernah menyatakan belasungkawa andaikata aku terlambat sholat berjama’ah. Bila waktu Sholat telah tiba, tinggalkanlah semua kegiatanmu, sebab Allah SWT lebih pantas diperhatikan daripada yang lain.


Janganlah terlalu peduli dengan dunia dan penghuninya dan janganlah merasa iri pula dengan pakaian atau makanan yang dimiliki oleh penghuninya. Yang dikatakan orang baik adalah seorang yang telah melewati pintu surga sampai masuk kedalamnya. Perbanyaklah membaca Istigfar dan Al-Hamdulillah sebanyak mungkin setelah membaca maulud. Perbanyaklah baca Istigfar dan Sholawat, karena  keduanya adalah sebaik-baik dzikir yang dapat menolong kesulitan di masa kini.


Perhatikan kebiasaan baik yang engkau inginkan, wafat dalam kebiasaan itu, karena itu tetaplah dalam kebiasaan itu, dan perhatikanklah kebiasaan buruk yang engkau tidak inginkan wafat dalam kebiasaan seperti itu, karena itu jauhilah kebiasaan itu.


Tentang Sabda Rasulullah SAW : Seseorang adakalanya beramal kebajikan- kebajikan sampai antara ia dengan surga hanya tinggal sejengkal, tetapi dalam ketentuan Ilahi, ia ditetapkan sebagai penghuni neraka, sehingga ia melakukan perbuatan- perbuatan amal penghuni neraka, sampai ia masuk neraka. Seseorang adakalanya beramal kejahatan-kejahatan sampai antara ia dengan neraka hanya tinggal sejengkal, tetapi dalam ketetapan Ilahi, ia ditetapkan sebagai calon penghuni surga, maka ia beramal penghuni surga, sampai ia masuk surga”.


Pendapat Habir Umar Al-Attas tentang sabda Nabi SAW diatas : Seseorang yang selalu mengerjakan amalan ahli surga, kebanyakannya akan masuk ke dalam surga; sebab perbuatan lahiriyah adalah lambing perbuatan batiniyah, jika ia masuk ke dalam neraka, maka hal itu jarang sekali. Hal itu seperti orang yang jatuh dari tempat yang tidak terlalu tinggi, tentunya orang itu tidak akan berbahaya. Demikian pula seorang yang melakukanamal-amal ahli neraka, …kebanyakannya ia akan masuk ke dalam neraka; tetapi jika ia masuk ke dalam surga, maka hal itu jarang sekali terjadi.

Hal itu seperti orang yang jatuh dari puncak gunung, kebanyakan akan wafat.


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html


AL-IMAM QUTHBIL IRFAN AL-HABIB ALI AS-SAKRAN,RA

AL-IMAM QUTHBIL IRFAN AL-HABIB ALI AS-SAKRAN,RA

“Barang siapa memiliki hubungan dengan orang- orang yang telah meninggal dunia dengan terbiasa menghadiahkan pahala membaca Al-Qur’an, zikir, do’a, sedekah dan ibadah lainya, maka kelak dikubur dia tidak akan mrasa kesepian. Bahkan setelah meninggal dunia dia akan merasa senang. Dia seperti orang yang berkunjung kerumah teman yang pandai menghibur dan selalu memuliakannya. “


“Saudaraku! Jangan tinggalkan satupun summah dan adab yang terdapat dalam syari’at, tanpa udzur (alasan) yang benar. Sebab, Abdullah bin Mubarak Ra berkaata : *Barang siapa meremehkan adab, akibatnya dia akan meninggalkan sunnah. Dan barang siapa meremehkan sunnah, akibatnya dia akan meninggalkan yang wajib, akibatnya dia tidak akan memperoleh makrifat.”


“Rasulullah SAW bersabda : Maksiat merupakan utusan (kurir) kekufuran.

Memandang remeh hal-hal yang makruh akan mendorong seseorang untuk berbuat yang haram dan meremehkan yang haram akan mendorong seseorang untuk kufur. Oleh karena itu, wahai saudaraku,dengan berlandaskan sunnah dan hukum-hukum syari’at, biasakan dirimu untuk menentang dan tidak mengikuti keinginan nafsu. Curahkanlah semua tenagamu untuk berjuang mendapatkan keridhoan Allah SWT dan kesuksesan dihari esok.”


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

AL- IMAM MUHYIN NUFUS AL- HABIB ABDULLAH AL-AYDRUS AKHBAR,RA



AL- IMAM MUHYIN NUFUS AL- HABIB ABDULLAH AL-AYDRUS AKHBAR,RA

“Diantara waktu yang bernilai tinggi, merupakan pembuka pembendaharaan illahi, diantara zuhur dan ashar, magrib dan isya dan tengah malam terakhir sampai ba’da shubuh.”


“Sumber segala kebaikan dan pangkal segala kedudukan dan keberkahan akan dicapai melalui ingat mati, kubur dan bangkai.”


“Keridhaan Allah swt dan Rasul-Nya terletak pada Muthalaah (mempelajari dan memperdalam) Al-Qur’an dan Hadits serta kitab-kitab agama islam. Meninggalkan dan menjauhi ghibah adalah Raja atas dirinya, menjauhi naimah (mengadu domba) adalah ratu dirinya, baik sangka kepada orang lain adalah wilayah dirinya, duduk bercampur dalam majelis dzikir adalah keterbukaan hatinya.”


Peraslah jasadmu dengan mujahadah ( memerangi hawa nafsu dunia ) sehingga keluar minyak kemurnian. Barangsiapa yang menginginkan keridhaan Allah, hendaklah mendekatkan diri kepada Allah swt, karena keajaiban dan kelembutan Allah terdapat pada akhir malam.


Jangan kau abaikan sedekah pada setiap hari sekalipun sekecil atom; perbanyaklah baca Al quran setiap siang dan malam hari. Ciri-ciri orang yang bahagia adalah mendapatkan taufik dalam hidupnya, banyak ilmu dan amal serta baik perangi maupun tingkah lakunya.

“Orang yang berakal adalah yang diam (tidak bicara sembarangan).”

“ Orang yang takut pada Allah swt adalah orang yang banyak sedih (merasa bersalah).”

“Orang yang Roja’ (mengharap Ridho Allah swt) adalah orang yang banyak melakukan ibadah.”

“Orang yang mulia adalah yang besungguh-sungguh dalam kebaikan dan ridho Allah swt yang didambakan hidupnya.”

“Orang yang betaubat adalah yang menyesali perbuatanya, menjauhi pendengaran yang tidak bermanfaat, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.”

https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SAYYIDINA AL-IMAM AL-QUTB SYEIKH ABDURRAHMAN AS-SEGAF,RA



SAYYIDINA AL-IMAM AL-QUTB SYEIKH ABDURRAHMAN AS-SEGAF,RA

(Al-Muqaddam Ats- Tsani Li As-Sa'adati Ba'alawi)

Semua manusia membutuhkan ilmu,ilmu membutuhkan amal,amal membutuhkan aqal, aqal membutuhkan taufiq dan taufiq adalah pemberian Allah swt. Setiap ilmu tanpa amal, maka bathil. Setiap ilmu dan amal tanpa niat, maka tiada bernilai. Setiap ilmu,amal dan niat tanpa sesuai dengan sunnah, maka tertolak. Setiap ilmu,amal,niat dan sesuai sunnah, tanpa wara’ maka suatu kerugian. Di khawatirkan pelakunya akan kehilangan semuanya disaat hari ditimbangnya amal.


Janganlah engkau beranggapan bahwa amalan-amalan lahirmu itu bernilai. Sedikit dari amalan bathin lebiih baik dari lautan amalan lahir.


Obatnya hati adalah tidak tergantung pada makhluq. Barang siapa yang tidak mempunyai wirid, maka ia seperti monyet.. Barang siapa yang tidak menelaah dan mempelajari kitab ihya, maka ia tidak punya rasa malu.