Senin, 07 Oktober 2024

KISAH K.H. BISRI MUSTOFA, MENGOREKSI KARYANYA SETELAH WAFAT

KISAH K.H. BISRI MUSTOFA (AYAHANDA GUS MUS), MENGOREKSI KARYANYA SETELAH WAFAT

Suatu hari K.H. Musthofa Bisri (Gus Mus), putra Kiai Bisri Musthofa, pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah, kedatangan seorang tamu dari Cirebon, Jawa Barat.
“Assalamu ‘alaikum. Anda Gus Mus?” tanya si tamu yang namanya tidak tercatat dalam ingatannya.

“Ya, benar, saya Musthofa,” jawab tuan rumah, yang dikenal egaliter.

“Saya dari Cirebon,” kata si tamu. “Saya ingin menyampaikan pesan Kiai Bisri. Beliau berpesan kepada saya agar menemui Anda, dan meminta agar Anda mengoreksi cetakan Al-Quran Menara Kudus. Karena pada cetakan itu, dalam surah Al-Fath, di situ ada kesalahan kecil.”

Tentu saja Kiai Musthofa kaget. Namun untuk tidak mengecewakan tamunya, ia menahan diri untuk mengatakan yang sebenarnya. “Kapan Anda ketemu beliau?” tanya Gus Mus, panggilan Kiai Musthofa

“Kemarin di Cirebon,” jawab si tamu datar.

Gus Mus kemudian tidak terlalu memikirkan hai ihwal tamunya. Pesannya itulah yang lebih istimewa. Kepada tamunya itu;Gus Mus mengungkapkan bahwa Kiai Bisri adalah ayahnya, tapi telah meninggal empat puluh hari sebelumnya

Tentu saja si tamu keheranan, namun ia juga tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena memang kedatangannya hanya untuk menyampaikan pesan singkat itu. Sedang Gus Mus kemudian segera menemui K.H. Abu Amar dan K.H. Arwani di Kudus, keesokan harinya. Kedua kiai itu adalah penghafal Al-Quran yang dipercaya penerbit Menara Kudus untuk menerbitkan kitab Tafsir Al-lbriz, sebagai tashhih atau korektor. la ingin meyakinkan dirinya tentang pesan orang dari Cirebon itu kepada mereka.

Setelah berdiskusi mendalam, ternyata informasi tersebut benar. Kesalahan itu terdapat dalam ayat ke-16 surah Al-Fath (48). Ayat tersebut mestinya berbunyi radhiyallahu ‘anil, bukan radhi- yallahu ,alal.

Pengalaman yang sama juga dialami lagi oleh Gus Mus. Dalam kesempatan yang lain ia mendapat tamu, juga dari Cirebon. “Anda diminta Kiai Bisri agar melanjutkan karya beliau yang belum selesai,” kata tamu itu.

“Kapan Anda ketemu beliau?” tanya Gus Mus.

“Kemarin di Cirebon,” jawab si tamu, juga dengan nada ringan dan datar.

Setelah mengucapkan terima kasih, kepada tamunya kali itu Gus Mus menjelaskan bahwa Kiai Bisri telah wafat beberapa waktu sebelumnya.

Reaksi si tamu pun sama, karena tujuannya ke Rembang tak lain hanyalah untuk menyampaikan pesan Kiai Bisri. Pengalaman Gus Mus itu mempertegas kebenaran firman Allah seperti termaktub dalam surah Al-Hijr (15) ayat 9, yang maknanya, “Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al-Quran dan kami benar-benar memeliharanya.”

Mengenai Kiai Bisri Musthofa, beliau wafat pada hari Rabu 16 Februari 1977 pada usia 64 tahun, tepat seminggu menjelang pemilihan umum tahun tersebut. Sedangkan Gus Mus atau Musthofa Bisri adalah putra keduanya yang kini meneruskan memimpin Pesantren Pesantren Raudhatuth Thalibin, Rembang, peninggalannya. Selain meninggalkan seorang istri dan delapan orang anak serta sekian cucu, almarhum juga meninggalkan karya berjumlah 25 judul buku, termasuk kitab tafsir Al-lbriz. Buku-bukunya banyak dibaca para santri, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tentang keikhlasan, ia pernah menyampaikan pesannya. Keikhlasan tidak lahir dengan sendirinya. Melainkan bersamaan dengan suatu kondisi ketika seseorang merasa ridha atas hasil ikhtiarnya. Inilah yang sering dilupakan seseorang dalam menuntut keikhlasan. Misalnya, seseorang diminta ikhlas setelah bekerja tanpa imbalan yang jelas. Ini, menurutnya, tidak lebih dari pemerkosaan terhadap makna ikhlas. Dalam hal ini Kiai Bisri tidak segan-segan memberi muatan ikhlas dengan perhitungan yang jelas dalam pengertian ekonomi.

Lahumul Fatihah

Waliyulloh Mbah Hamid Pasuruan

"Akhlak Mulia Waliyulloh Mbah Hamid Pasuruan Dan Ijazah Ijazahnya"

Beliau sangat tawadlu’ (rendah hati) kepada siapa saja, bahkan kepada yg lebih muda sekalipun. Suaranya pelan dan sangat pelan. Ketika apa saja pelan, entah mengajar, membaca kitab, berdzikir, shalat maupun bercakap-cakap dengan tamu.

Kelembutan suaranya sama persis dengan kelembutan hatinya. Beliau mudah sekali menangis. Apabila ada anaknya yang membandel dan akan memarahinya, beliau menangis dulu, akhirnya tidak jadi marah.

 “Angel dukane, gampang nyepurane”, kata Durrah, menantunya.

Kebersihan hatinya ditebar kepada siapa saja, semua orang merasa dicintai beliau. Bahkan kepada pencuri pun beliau memperlihatkan sayangnya. Beliau melarang santri memukuli pencuri yang tertangkap basah di rumahnya. Sebaliknya pencuri itu dibiarkan pulang dengan aman, bahkan beliau pesan kepada pencuri agar mampir lagi kalau ada waktu.

Bila ada undangan suatu acara, beliau memilih duduk bersama orang-orang biasa, di belakang. Kalau ke masjid, dimana ada tempat kosong di situ beliau duduk, tidak mau duduk di barisan depan karena tidak mau melangkahi tubuh orang.

Kiai Hamid juga dikenal sebagai orang yang dermawan. Biasanya, kebanyakan orang kalau memberi pengemis dengan uang recehan Rp. 100,-. Tidak demikian dengan Kiai Hamid, beliau kalau memberi tidak melihat berapa uang yang dipegangnya, langsung diserahkan. 

Kalau tangannya kebetulan memegang uang lima ribuan, ya uang itu yang diserahkan kepada pengemis (th 70 an)Tak hanya bentuk uang, tapi juga barang. Dua kali setahun beliau selalu membagi sarung kepada masing-masing anggota keluarga.

Seperti kebanyakan para kiai, Kiai Hamid banyak memberi ijazah (wirid) kepada siapa saja. Biasanya ijazah diberikan secara langsung tapi juga pernah memberi ijazah melalui orang lain. Diantara ijazah beliau adalah:

1. Membaca Surat Al-Fatihah 100 kali tiap hari. Menurutnya, orang yang membaca ini bakal mendapatkan keajaiban-keajaiban yang tidak terduga. 

Bacaan ini bisa dicicil setelah sholat Shubuh 30 kali, 
Selepas shalat Dhuhur 25 kali,
Setelah Ashar 20 kali, 
Setelah Maghrib 15 kali 
Dan setelah Isya’ 10 kali.

2. Membaca Hasbunallah wa ni’mal wakil sebanyak 450 kali sehari semalam.

3. Membaca sholawat 1000 kali. Tetapi yang sering diamalkan Kiai Hamid adalah shalawat Nariyah dan Munjiyat.

4. Membaca kitab Dala’ilul Khairat. Kitab ini berisi kumpulan shalawat.

BACAAN SHOLAWAT KHIDIRIYAH KH AS'AD SYAMSUL ARIFIN

BACAAN SHOLAWAT KHIDIRIYAH KH AS'AD SYAMSUL ARIFIN

Salah satu bacaan yang selalu disampaikan almarhum KHR. As'ad Syamsul Arifin iyalah sholawat khidriyah

صلى الله على محمد ١٠٠ مرة

Setiap selesai sholat 5 waktu dibaca persis selesai salam sebelum posisi kaki berubah.
Menurut beberapa Kiai yg menerima langsung dari beliau diceritakan bahwa beliau Kiai AS'AD SYAMSUL ARIFIN menerima dari Sunan Ampel Maulana Rahmatullah di suatu malam sekitar jam 11 ke atas, dawuh Sunan Ampel sholawat ini disebut Sholawat Khidriyah karena sholawat ini sering dibaca NABI KHIDIR.
Oleh karena itu jika mengamalkan sholawat ini harus selalu kirim Fatihah tawassul kepada :

1. Rasulullah ﷺ
2. Nabiyaallah Khidir Balyan bin Malkan As.
3. Maulana Rahmatullah Sunan Ampel.
4. KHR. As'ad Syamsul Arifin

Begitu selesai membaca hati kita langsung bilang " YA RASULALLAH HAMBA DALAM KEADAAN ............ [Minta Hajat Anda]

Faidahnya
1. Mudah sampai ke Mekkah Madinah.
2. "Derres" rizqinya...
3. Rasulullah akan hadir di saat sakarotul maut.

واجزم نيتك لطلب رضاالله

Kokohkan niatmu untuk mencari ridlo Allah SWT.
Mari kita jadikan Thariqat untuk nyambung rohani kita dengan Rasulullah ﷺ dengan wasilah
KHR. AS'AD SYAMSUL ARIFIN.
Semoga kita senantiasa mendapat Ridlo dari Allah, Syafaat dari Rasullullah, Karomah para Waliyullah, Barokah para Kiai dan Habaib serta wasilah doa orang tua kita.

5 Ijazah Amalan Kiai Hamid Pasuruan yang Membuat Hidup Jadi Ajaib

5 Ijazah Amalan Kiai Hamid Pasuruan yang Membuat Hidup Jadi Ajaib

Kiai Hamid beliau waliyullah banyak memberi ijazah wirid kepada siapa saja. Biasanya ijazah diberikan secara langsung tapi juga pernah memberi ijazah melalui orang lain. 
Di antara ijazah beliau adalah:
1. Membaca Surat Al-Fatihah 100 kali tiap hari. Menurutnya, orang yang membaca ini bakal mendapatkan keajaiban-keajaiban yang tak terduga. Bacaan ini bisa dicicil setelah sholat Shubuh 30 kali, selepas shalat Dhuhur 25 kali, setelah Ashar 20 kali, setelah Maghrib 15 kali dan setelah Isya’ 10 kali.
2. Membaca Hasbunallah wa Nikmal Wakil sebanyak 450 kali sehari semalam.
3. Membaca sholawat 1000 kali. Tetapi yang sering diamalkan Kiai Hamid adalah shalawat Nariyah dan Munjiyat.
4. Membaca kitab Dala'ilul Khairat. Kitab yang berisi kumpulan shalawat.
5. Wirid rutin al-Wirdul Lathif dan Ratib Al-Haddad. Dua wirid yang diajarkan oleh Kiai Hamid dan diwariskan hingga sekarang kepada para santri dan keluarganya.
Demikian lima amalan Kiai Hamid Pasuruan yang biasa diijazahkan secara umum kepada para murid-muridnya dan para santri.

IMAM AL GHAZALI Rahimahullah: CARA MENGETAHUI MALAM LAILATUL QADAR

IMAM AL GHAZALI Rahimahullah: CARA MENGETAHUI MALAM LAILATUL QADAR

Dari Aisyah ra Nabi ﷺ bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ 
“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” 
HR. Bukhari
Aisyah ra: "Rasulullah ﷺ sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” 
HR. Muslim
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” 
HR. Bukhari
Menurut Imam Al-Ghazali Rahimahullah, dan juga ulama lainnya:
Sebagaimana disebut dalam I’anatut Thalibin juz 2, hal. 257, 
Cara untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari hari pertama dari bulan Ramadan:
‏قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر
فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين 
أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين 
أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين 
أو الخميس فهي ليلة خمس وعشرين 
أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين
قال الشيخ أبو الحسن ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة
1. Jika awalnya jatuh pada hari Ahad / Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29
2. Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21
3. Jika awalnya jatuh pada hari Selasa / Jum'at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27
4. Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25
5. Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23
Syekh Abul Hasan As-Syadzili Rahimahullah berkata:
“Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah melesat dengan jadwal atau qaedah tersebut."
Kaidah ini tercantum dalam kitab-kitab para ulama termasuk dalam kitab-kitab fiqh Syafi’iyyah. 
Rumus ini teruji dari kebiasaan para tokoh ulama’ yang telah menemui Lailatul Qadar. 
Formula ini diceritakan Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin; juga terdapat dalam kitab Hasyiah Sulaiman Al Kurdi juz hal 188; 
Tafsir Shawi; kitab I’anah at-Thalibin II/257
Syaikh Ibrahim al Bajuri dalam Kitabnya Hasyiah 'Ala Ibn Qasim Al Ghazi juz I halaman 304; 
as Sayyid al Bakri dalam Kitabnya I'anatuth Thalibin Juz II halaman 257-258 juga kitab Mathla`ul Badrain karangan Syaikh Muhammad bin Ismail Daud al-Fathoni.
Allahu'alam.
Berikut Doa Lailatul Qadar
Ada do’a yang pernah diajarkan oleh Rasul ﷺ jikalau kita bertemu dengan malam kemuliaan tersebut yaitu do’a: 
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni 
"Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku"
‏عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ 
أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا 
قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, 
“Aku pernah bertanya pada Rasulullah ﷺ, 
yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?”Rasul ﷺ menjawab, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni 
"Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku"
HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850.
Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.
Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih
Hadits ini dibawakan oleh Imam Tirmidzi dalam bab :
“Keutamaan meminta maaf dan ampunan pada Allah ﷻ”.
Hadits di atas disebutkan pula oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Marom pada hadits no. 706. 
Maksud dari “innaka ‘afuwwun” adalah yang banyak memberi maaf. Demikian kata penulis kitab Tuhfatul Ahwadzi.
Para ulama menyimpulkan dari hadits di atas tentang anjuran memperbanyak do’a 
“Allahumma innaka ‘afuwwun …” pada malam yang diharap terdapat lailatul qadar. 
Do’a di atas begitu jaami’ (komplit dan syarat makna) walau terlihat singkat. Do’a tersebut mengandung ketundukan hamba pada Allah ﷻ dan pernyataan bahwa dia tidak bisa luput dari dosa. Namun sekali lagi meminta ampunan seperti ini tidaklah terbatas pada bulan Ramadhan saja.
Al Baihaqi berkata, “Meminta maaf atas kesalahan dianjurkan setiap waktu dan tidak khusus di malam lailatul qadar saja.” 
Fadho-ilul Awqot, hal. 258
Hadits ‘Aisyah ra di atas juga menunjukkan bahwa do’a di malam lailatul qadar adalah do’a yang mustajab sehingga dia bertanya pada Rasul mengenai do’a apa yang mesti dipanjatkan di malam tersebut.
Semoga kita semua mendapatkan malam lailatul qadar pada Ramadhan ini, amin ya Raab🤲🏿

-Minhatul ‘Allam fii Syarh Bulughil Marom, Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan
-Lathoif Al Ma’arif fii Maa Limawasimil ‘Aam minal Wazhoif, Ibnu Rajab Al Hambali

Semoga bermanfaat🙏🏿🌹

Shalawat al-Fateh

Allahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhammadinil faatihi limaa ughliqa, wal khaatimi limaa sabaqa wannaashiril haqqi bil haqqi walhaadii ilaa shiraathikal mustaqiimi, shallallaahu 'alaihi wa 'alaa aalihi wa ash haabihi haqqa qadrihii wamiqdaa rihil 'adziim". 
Ya Allah, curahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang dapat membuka sesuatu yang terkunci, penutup dari semua yang terdahulu, penolong kebenaran dengan jalan yang benar, serta petunjuk kepada jalan-Mu yang lurus.
Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat kepada beliau, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya dengan sebenar-benar kekuasaan-Nya yang Maha Agung".

ABUYA SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKI & PESANTREN PROGRESIF BUMI SHOLAWAT SIDOARJO

ABUYA SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKI & PESANTREN PROGRESIF BUMI SHOLAWAT SIDOARJO

Suatu saat saya pernah berbicara di depan aba saya tentang kehebatan dan ketenaran salah satu Ulama zaman ini. Dengan wajah sedikit sedih dan mimik serius aba berkata: "Mad, gak ono guru koyok Abuya Sayyid Muhammad al Maliki, wes 'alim, sayyid, ganteng, loman. Aku gak fanatik Mad! Kelilingo dunyo gak bakal awakmu nemu koyok Abuya, wong Alim akeh Mad tapi sing Loman gak pilih pilih koyok Abuya gurung nemu aku Mad!"
Perihal kelomanan (kedermawanan) Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi al Maliki saya sendiri waktu umrah Ramadhan tahun 2000 pernah menyaksikan di kediaman beliau bagaimana setiap tamu pasti disangoni dan diberi kitab oleh beliau. Dan Aba setiap Haji dan Umrah pasti menyempatkan untuk sowan beliau dan itu tadi pasti disangoni."

Pada Ramadhan tahun 2000 itu saya pernah bilang ke aba "nopo'o bah kok mboten teraweh ten griyane abuya mawon eco singkat mboten kesuwen ? Jawaban singkat aba : sungkan aku mad aku nek sowan mesti disangoni Abuya masih ping telu ping pat, wes wingi wes sowan cukup.

Malah terkadang amplop sangu untuk kiai atau ustadz yang sowan ke Abuya bisa banyak macamnya ada yang untuk ustadz itu sendiri, ada yg untuk santri dan pondoknya, untuk istri kiai bahkan untuk anak anak sang kiai.

Alhamdulillah dan semua amplop sangu dari Abuya Sayyid Muhammad itulah yang dikumpulkan oleh aba sejak ahir tahun 80an sampai Abuya wafat 2004, uang sangu dari Abuya aba kumpulkan dan tidak dicampur dengan uang uang yang lain, Dan uang Sangu dari abuya itulah cikal bakal pembelian tanah awal di Pesantren Progresif Bumi Shalawat Lebo Sidoarjo pada tahun 2009. Uang sangu dari Abuya Sayid Muhammad itu kurang lebih cukup waktu itu untuk membeli tanah seluas sekitar 1,3 hektar dan saat itu aba bilang ke saya: "Mad iki sing tak gae tuku tanah pondok iki duwike Abuya, duwik bibit insya Allah Barokah tak kumpulno teko sangune abuya ket cilikanmu".
Alhamdulillah pada tahun 2022 ini tanah pondok yang awalnya 1 hektaran sekarang sudah menjadi 11 hektar dengan segala bangunan yang berdiri di dalamnya, saya yakin semuanya akan terus berkembang karena barokah Abuya Sayid Muhammad bin Alwi al Maliki. Oleh karena itu di setiap doa dan Al Fatihah kami selalu sebut nama Beliau al Imam al Mujaddid Muhadditsul Haromain Fahrul Hijaz As Sayyid Muhammad bin Alwi al Maliki al Hasani rahimahullah rahmatan wasi'ah.
***
Ditulis oleh Gus Aria Muhammad bin KH. Ali Masyhuri (Sidoarjo Jawa Timur)
Di Makkah, Ahad 16 Ramadhan 1443 H

Mengapa Harus Berlebihan Mencintai Rasulullah?

Mengapa Harus Berlebihan Mencintai Rasulullah?

Habib Umar bin Hafidz pernah berkata,
"Jika ada yang bertanya kepada kita, mengapa cinta dan sayang kepada rasulullah sampai menangis? Dan kenapa sampai berlebihan seperti itu?" 
Maka katakan kepada mereka,
"Karena baginda Rasulullah telah berlebihan dahulu menangis karena kita, karena dosa kita..
tidak pernah ada insan yg mendoakan kita yg meminta kepada Allah sebagimana Rasulullah..
Beliau pernah sujud  وعلى  Allah dengan sangat lama sambil menangis seraya berdoa kepada Allah agar diampuni segala kesalahan dan dosa kita sehingga Allah mengutus malaikat Jibril untuk membujuk beliau agar bangun dari sujudnya..
Bahkan nanti di Yaumul Mahsyar, baginda Rasulullah tak akan bangun dari sujudnya. sebelum seluruh umatnya masuk kedalam surga tanpa tersisa satupun..

 اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

KISAH WALI BESAR YANG DULUNYA AHLI MAKSIAT

KISAH WALI BESAR YANG DULUNYA AHLI MAKSIAT

Diriwayatkan dulu ada wali besar bernama Uthbah al-Ghulam, tdk ada perbuatan maksiat yg tdk pernah dilakukan oleh Uthbah, semua dosa besar pernah dia lakukan.
Uthbah dikenal sbg orang yg fasik, orang yg byk berbuat maksiat.
Suatu ketika Uthbah diberi hidayah oleh Allah tiba2 tergiring hatinya utk datang ke majlisnya Imam Hasan Al-Bashri.
Di majlis Imam Hasan Al-Bashri, semua orang menangis termasuk Uthbah ketika mendengar penjelasan nasehat yg tulus dari Imam Hasan Al-Bashri.
Setelah itu Uthbah bertanya kpd Imam Hasan Al-Bashri: "Ya Syekh, Apakah Allah itu mau menerima taubat seorang pendosa seperti saya ini?"
"Diterima. Pintu taubat Allah selalu terbuka, selama kau benar2 mhn ampun kpd Allah, " jawab Imam Hasan Al-Bashri.
Mendengar jawaban tsb Uthbah jatuh pingsan, bangun dari pingsannya Uthbah kembali bertanya kepada Imam Hasan Al-Bashri, dia masih tidak percaya orang seperti dirinya ketika bertaubat masih diterima oleh Allah SWT. Karena Uthbah begitu menyadari betapa dosa-dosa yang dia lakukan begitu banyak.
Lalu Imam Hasan Al Basri menjelaskan, "Sebesar apapun dosamu jika kau benar2 bertaubat kpd Allah, maka dosa2mu akan di ampuni oleh Allah"
Seketika Uthbah pingsan kembali, ketika bangun dari pingsannya Uthbah bertanya lagi, dan Imam Hasan Al-Bashri tetap menjelaskan bahwa diterima taubatnya seseorang yg benar2 bertaubat.
Lalu Uthbah berdoa, "Wahai Allah, jika Engkau menerima taubatku dan Engkau ampuni dosa2ku maka muliakanlah aku dgn memahami dan menghafal ilmu dan Al Qur'an yang aku dengar. Wahai Allah muliakanlah aku dengan suara yg merdu sehingga orang yang mendengar bacaanku bertambah kelembutan dalam hatinya. Wahai Allah muliakanlah aku dan berikanlah aku rejeki yang halal dan berikanlah aku rejeki yang tak terduga". 
Dan Doa Utbah diijabah oleh Allah swt, karena orang yang bertaubat itu berubah derajatnya, dari orang yang dimurkai menjadi orang yang dicintai oleh Allah swt.
Diriwayatkan bahwa sampai2 setiap orang yg mendengar bacaan AlQuran dari Uthbah bisa membuat orang tsb bertaubat kpd Allah swt.
Dan setiap hari di rumahnya tiba2 ada saja orang yang memberi makanan ke Uthbah, dan itu terus berjalan sampai Uthbah meninggal dunia.

Sumber: Habib Ahmad bin Muhammad Al Habsyi.

Doa Atau Hizib Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani

 
Doa Atau Hizib dan Khasiatnya
Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani 

Siapakah yang tak tahu Syaikh Abdul Qadir Al-Jaliani ? Beliaulah Sulthaanul Auliya', dan pada pagi siang hari ini admin akan membagikan salah satu doa yang dinisbatkan kepada beliau.

Doa Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dan Khasiatnya
Doa Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dan Khasiatnya
Doa di bawah ini dikenal dengan sebutan Hizib Abdul Qadir Al-Jailani, berisi kumpulan doa dan ayat al-Quran dan merupakan hizib yang dinisbatan kepada junjungan kita Sayyidina Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, rajanya para wali dan para kekasih Allah. Doa berikut ini apabila diamalkan maka memiliki khasiat yang banyak, diantaranya sebagai berikut:

1. Akan hilang kesusahannya, bagaimanapun besar kesusahan yang dirasakannya

2. Akan dihilangkan keprihatinan dalam hidupnya

3. Akan diluaskan rizkinya, sehingga mengucur deras sebagaimana kucuran air hujan dari langit

4. Akan selamat dari setiap orang yang hendak mencelakakannya. Sebab doa ini merupakan pagar gaib yang sangat ampuh.

5. Akan dijauhkan dari musuh-musuhnya, dan apabila mereka mendekat kepadanya maka mereka akan binasa

6. Akan dijauhkan dari sihir, tenung, teluh, dan sebangsanya. Apapun sihirnya, insya Allah tidak akan bisa membahayakannya. Sebab ini doa untuk mengalahkan para dukun yang beramal menggunakan amalan setan

7. Dan lain sebagainya.

Nah, tanpa panjang lebar lagi, berikut ini doanya, saya ambilkan dari kitab Mujarabat:



رَبِّ اِنِّي مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ وَاجْبُرْ قَلْبِي المُنْكَسِرْ وَاجْمَعْ شَمْلِي المُنْدَثِرْ اِنَّكَ اَنْتَ الرَّحْمَنُ المُقْتَدِرْ وَاكْفِنِي يَا كَافِي فَأَنَا العَبْدُ المُفْتَقِرْ وَكَفَي بِا للهِ وَلِيًّا وَكَفَي بِاللهِ نَصِيْرًا اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ وَمَا اللهُ يُرِيْدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ فَقُطِعَ دَابِرُ القَوْمِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Rabbi innii maghluubun fantashir. Wajbur qalbil munkasir. Wajma' syamlil mundatsir innaka antarrahmaanul muqtadir Wakfinii yaa kaafii fa anal 'abdul muftaqir wa kafaa billaahi waliyyan wa kafaa billaahi nashiiraa innasy Syirka ladzulmun 'adziim. wamallaahu yuriidu dzulman lil'ibaad. Faquthi'a daabirul qaumilladziina dzalamuu walhamdulillaahi rabbil 'aalamiin.

Artinya:

Wahai Allah, aku telah kalah (kalah oleh tubuh dan nafsuku hingga tak mampu terus-menerus berdzikir dan mendekat kepadaMu), maka berilah pertolongan

Maka hiburlah hati yang telah hancur ini

Maka padukanlah kemuliaan dan kesempurnaan yang telah terselubung, sungguh Engkau Yang Maha Pengasih dan maha Menentukan

Cukupkanlah bagiku (cukupilah segala kebutuhanku) dan aku adalah hamba yang sangat membutuhkan uluran bantuan dari Mu

dan cukuplah sudah Allah sebagai Dzat yang diandalkan, dan cukuplah sudah Allah sebagai penolong

Sungguh menduakan Allah merupakan kejahatan atau kedzaliman yang amat besar, dan tiadalah Allah itu menginginkan kejahatan dan kegelapan bagi hamba-hambaNya

Maka terputuslah segala tipu daya dan usaha mereka yang berbuat kejahatan dan segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam."

Cara Pengamalan:

1. Bacalah doa di atas sebanyak tujuh kali setiap ba'da shalat maghrib dan tujuh kali setiap ba'da shalat subuh

2. Sebelum membacanya, ada baiknya berkirim hadiah bacaan fatihah kepada:

a. Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam 1x
b. Keluarga beliau dan para sahabat beliau 1x
c. Syaikh Abdul Qadir al-Jailani 1x
d. Para ulama al-amilin 1x
e. Kaum muslimin seluruhnya 1x

3. Bacalah doa di atas dengan baik, tulus ikhlas, yakin, dan istiqamah. Perhatikan Adab dalam Berdoa. Adab ini sangat penting agar amalan di atas mujarab. Selain itu perhatikan pula Beberapa Hal Penolak Doa. Agar anda bisa waspada dan berhati-hati selama pengamalan.

Minggu, 06 Oktober 2024

Syariat,Thareqat, Hakikat dan Ma'rifat

JALANKAN SYARIAT THAREQAT HAKIKAT DAN MA'RIFAT 

Jalankan syariat, thareqat, hakikat dan ma'rifat, supaya mengisi badan, mengisi nyawanya, mengisi rasanya serta mengisi rasa ning rasa.... alat untuk mengisinya yaitu ingat kepada Allah. Dzikir kepada Allah. 

Isilah dzikir itu di tiap-tiap lathifah, dari qolbi, ruhi, sirri, ahkfa, nafsi sampai kepada qolab, bulu, kulit, daging, tulang, sumsum dan darah penuh dengan rasa dzikir. Dzikir itu tidak akan mengisi jika tetap kurang memperhatikan. 

Ibadahkan tubuh dengan cara melaksanakan fiqih 
Ibadahkan nyawa dengan cara tasawwuf 
Ibadahkan rasa dengan cara melaksanakan tauhid 
Ibadahkan rasa ning rasa dengan cara yakin seyakin yakinnya 

Tidak akan disebut yakin jika belum benar-benar percayanya, terkadang percaya terkadang ragu. Itu artinya kosong. Jika sedang banyak uang ia percaya segalanya dari Allah, tapi jika sedang tidak punya uang merasa ragu kepada Tuhan. 

Untuk meningkatkan yakin maka dzikirnya harus menyerap kesetiap lathifah supaya bisa meningkatkan kepada muroqobah. 


TERIMAKASIH ABAH 
ENGKAU TELAH BENAMKAN 
KALIMAT YANG AGUNG DIDALAM DADAKU 

Illaa hadhoroti syaikhina almukarrom assayyidisy syaikh ahmad shohibul wafa tadjul arifin qoddasallahu sirrohu. Alfaatihah

Tata Cara berziaroh

Niat baik, setelah itu, Mandi dan wudhu sebelum pergi ke makam, serta memasuki makam dalam keadaan suci dan memakai pakaian yang bersih.
Istigfar sebanyak sebelas kali. Selain itu, seraya menghadirkan hati sebelum memasuki area pemakaman. Tumbuhkan rasa sedih dan penyesalan dalam hati, pertanda taubat, sehingga memasuki area makam, dalam keadaan bersih lahir maupun batin.
Berdiri di hadapan pintu makam seraya meminta izin untuk masuk. Selayaknya bertamu, kita harus meminta izin untuk masuk serta berdiri di hadapan pintu.
Membaca surat al-fatihah kepada para masyaikh ketika jalan (menuju makam)
Melepas sandal ketika masuk
Mendahulukan kaki kanan ketika masuk
Memasuki area dengan tenang
Membaca لاإله إلا الله sebanyak sebelas kali, dan diakhiri dengan membaca محمد الرسول الله
Membaca do’a berikut:
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَيُّهَا الْوَلِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، أَنْتُمُ السَّابِقُوْنَ وَإِنَّا بِكُمْ إِنْ شَاءَ اللهُ لَاحِقُوْنَ
Assalamualaikum ayyuhal waliyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Antumus Sabiquuna wa inna bikum insyaallahu lahikun
Membaca surat al-fatihah 11 kali
Membaca surat yasin
Membaca surat al-ikhlas 11 kali
Menghadiahkan pahala Al Quran dengan mengucapkan:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ ثَوَابَهَا فِي صَحِيفَةِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَثَوَابَ مِثْلَ ذَلِكَ لِأَرْوَاحِ أَبِيْنَا آدَمَ وَأُمِّنَا السَّيِّدَةِ حَوَاءَ وَمَنْ وَلَدَا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَثَوَابَ مِثْلَ ذَلِكَ لِآلِ بَيْتِ النَّبِيِّ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَتِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ أَجْمَعِيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَعَنَّا وَنَفَعَنَا بِهِمْ دُنْيَا وَأُخْرَى وَأَلْحِقْنَا بِهِمْ فِي الدَّارَيْنِ آمِيْنَ وَثوَابَ مِثْلَ ذَلِكَ فِي صَحِيْفَةِ هَذَا الْوَلِيِّ وَإِلَى مَنْ تُحِبُّ
Allahummajal tsawabaha fi shahifati sayyidil mursalin Shallalahu alaihi wasallam wa tsawaba dzalika li arwahi abina adama wa ummina as-sayyidati hawa’a wa man waladaa minal ambiya’i wal mursalin was syuhada’i was shalihin wa tsawaba mitsla dzalika li aali baitin nabiyyi wa ashhabihi wa azwajihi wa dzurriyatihi wa ahli baitihi ajmain, radiyallahu anhum wa anna wa nafa’ana bihim dunya wa ukhra wa alhiqna bihim fiddaraini amin, wa tsawaba mitsla dzalika fi shahifati hadzal waliyyi wa ila man tuhib
Berdoa dengan mengucapkan: يَا سَيِّدِي فُلَانٌ شَيءٌ لِلهِ اَلْمَدَدُ sebelas kali
Bersalawat kepada nabi dan keluarganya sebanyak sebelas kali
Berdoa kepada Allah SWT seraya membentangkan tangan ke langit, memohon agar kebutuhan dunia maupun akhirat dipenuhi olehNya. Berdoalah dengan menghadap makam wali, maka sang wali itu akan meng-amin-kan doamu. Mulailah doa dengan memuji Allah SWT dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW serta meminta ilmu dan kebaikan dari seluruh kebaikan di dunia dan akhirat kepada Allah SWT, kemudian tutuplah doamu dengan bacaan:
يَا إِلَهِي بِحَقِّ وَلِيِّكَ هَذَا فَرِّجْ كَرْبِي وَهَمِّي فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَارْحَمِ اللَّهُمَّ صَاحِبَ هَذِهِ الْمَقَامِ وَعُمَّهُ بِاللُّطْفِ وَالْإِكْرَامِ وَاسْتَجِبْ دُعَائِي اللَّهُمَّ بِحَقِ الْمًصْطَفَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِسِرِّ ثَوَابِ الفَاتِحَةِ
Ya Ilahiy bihaqqi waliyyika hadza farrij karby wa hammy fid dunya wal akhirah warham allahumma shahiba hadzihil maqam wa ummahu billutfi wal ikram wastahib du’ai. Allahumma bihaqqil mustafa shallallahu aialihi wasallam wa bisirri tsawabil fatihah
Mengucapkan kalimat syair dibawah ini dengan khusyuk:
لَنْ أَبْرَحَ الْبَابَ حَتَّى تُصْلِحُوا عِوَجِي # وَتُقَبّلُوْنِي عَلَى عَيْبِي وَأَوْزَارِي
Lan Abrahal baaba hatta tshlihu `iwaji # wa tuqabbiluni ala aibi wa auzari
Kemudian mengucapkan:
أَشْهَدُ يَا سَيِّدِي يَا فُلَانُ أَنَّنَا نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ جَدَّكَ مُحَمَّدٌ عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ وَهِيَ لَنَا وَدِيْعَةٌ عِنْدَكَ
Asyhadu ya sayyidi ya fulan annana nasyhadu an la ilaaha illa Allah wa anna jaddaka muhammad abdullahi wa rasuluhu wa hiya lana wadiatu indaka
Membaca ayat kursi sekali, dan mengulang-ngulang ayat وَلَا يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ (walaa ya’udhu hifdzuhuma wa huwal aliyyul adzim) sebanyak tiga kali.
Menghormati penjaga makam, dan berbuat baik kepada mereka
Membaca al-fatihah untuk wali di makam tersebut seraya meminta izin untuk kembali pulang dan berkata: “Aku telah menghadirimu wahai tuanku, bukannya aku jemu ataupun bosan, akan tetapi aku memiliki keperluan, gairahku pun berkurang dan melemah, dan aku bermaksud untuk pamit dari makammu”
Tidak membelakangi makam ketika hendak pulang
Bersedekah di sekitaran makam kepada orang-orang yang membutuhkan

Nasehat kanjeng Syaikh Abdul Qodir Jaelani

Berkata syekh Abdul Qadir Al Jaelani: dianjurkan bagi orang yang melihat biarawan atau gereja atau mendengar suara lonceng atau melihat perkumpulan orang2 musyrik dan Yahudi dan juga nashoro untuk mengucapkan:

 Asyhadu An laa Ilaha IllaLaah wahdahu laa syarika lah ilahan Wahidan laa na'budu Illa iyyah,

sesungguhnya hal itu diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda: (siapa yang mengucapkan itu) diampuni oleh Allah dosanya sebanyak jumlah orang2 musyrik