Kamis, 09 November 2023

SYEIKH SALMAN AL-FARISI,RA



SYEIKH SALMAN AL-FARISI,RA

Tiga kelompok manusia yang membuatku heran hingga tertawa :

1. Orang yang senantiasa mengangan- angankan dunia,  padahal kematian selalu mengejarnya.

2. Orang yang lalai, padahal semua perbuatannya tidak akan dilalaikan ( akan dibalas )

3. Orang yang tertawa, padahal dia tidak tahu, Allah swt yang Maha memelihara alam semesta, murka atau ridha kepadanya


"Hati dan jasad adalah seperti seorang tuna netra ( orang buta ) dan seorang lumpuh memasuki sebuah kebun. Si lumpuh berkata kepada sang tuna netra, "Aku bias melihat buah-buahan yang ada di kebun ini tetapi tidak dapat memetiknya, karena aku lumpuh. Kau tidak dapat melihatnya, tetapi kau tidak lumpuh. Gendonglah aku." Sang tuna netra menggendong si lumpuh, dan memetik buah-buahan tersebut, kemudian mereka memakannya. Ruh dan jasad bekerja sama untuk berbuat maksiat kepada Allah swt, maka keduanya layak mendapat siksa."


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

Al-IMAM QUTHBIL MU’TI AL-HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSYI,RA



Al-IMAM QUTHBIL MU’TI AL-HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSYI,RA

Camkanlah, jangan sampai kalian tidak mempelajari ilmu bahasa, Nahwu dan shorof. Karena ilmu bahasa merupakan dasar dan perantara kalian untuk memahami semua ilmu “Wahai saudaraku, berprasangka baiklah kepada Allah swt, wujudkanlah kebenaran janji-Nya. cukuplah bagi kita firman Allah swt,seperti disabdakan Rasulullah saw,”Aku bersama prasangka hamba-Ku terhadap-Ku,maka berprasangkalah kepada-u sesukamu.”


Jika seorang hamba memedulikan penyakit hati seperti penyakit badan, niscaya mereka akan mendapatkan tabib di hadapan mereka. Tetapi, sedikit sekali yang membahas masalah ini, karena mereka telah dikuasai nafsu dan akal. Jika tak ada ketamakan, dan tak ada satu mahluk pun keluar dari lingkaran jejak nabi saw, tidak akan ada manusia mengejar dunia yang fana ini atau berpaling dari kebahagiaan akhirat yang kekal. Tak ada derajat yang lebih tinggi daripada prasangka baik. Karena di dalam prasangka baik terdapat keselamatan dan keberuntungan. Didalam keluasan rahmat Allah swt sirnalah amalmu seperti amal setiap mahluk. Di dalam rahasia Allah swt, yang dititipkan pada mahluk-Nya, terdapat sesuatu yang mengharuskan untuk berkeyakinan bahwa semua mahluk adalah Aulia.


Keteguhan yang sempurna berbeda-beda. Keteguhan dalam perkataan berbeda dengan keteguhan dalam perbuatan. Keteguhan dalam perbuatan berbeda dengan keteguhan dalam beramal. Keteguhan dalm beramal berbeda dengan keteguhan dalam mencari. Keteguhan dalam mencari berbeda dengan keteguhan dalam apa yang dicari. Sedangkan hakikatnya,secara utuh dan merupakan kedudukan yang terakhir, adalah tidak memalingkan pandangan dari Allah swt sekedip mata pun,bahkan yang lebih cepat dari itu.


Janganlah kau putuskan kehadiranmu ditempat-tempat yang baik karena alasan kesibukan dunia. Hati-hati lah karena itu merupakan tipu daya syetan. Hadirkanlah Allah swt ketika sendirian. Sembahlah Dia,seakan melihatnya, dan jika tidak melihatnya, sesungguhnya dia melihatmu.


Orang yang lalai mengira bahwa dirinya mencapai kelezatan dunia tanpa mengetahui bahwa sebenarnya kemanisan dunia bercampur dengan kepahitannya. Sedangkan kehidupan indah yang sebenarnya adalah berpaling dari dunia, kemudian masuk ke hadirat yang Maha Kaya dengan sifat faqir, miskin, lalu memetik sesuatu yang indah dari tempat itu. "Kerjakanlah segala perintah Allah swt dan tinggalkanlah larangan- Nya. Jangan sampai Allah swt melihatmu melakukan apa yang dilarang-Nya, atau kehilangan Mu pada perintahnya. Bangkitlah untuk memenuhi hak Allah swt. Bersemangatlah melakukan sesuatu yang membuat para salaf Mulia. Cabutlah ketajaman dari sarung pedang tabiatmu yang membelah akar cinta dari asalnya. Taburilah tanah dengan benih pohon-pohon kezuhudan, hingga menghasilkan qurb ( kedekatan) kepada Allah swt,air telaga dari celah wishal( persatuan dengan Allah swt ), dan pengetahuan padapuncak tujuan."


Sesungguhnya( balasan ) setiap amal tergantung dari niatnya.( HR.Bukhari dan Muslim ) Niat seorang Mukmin lebih baik daripada amalnya. Sudah menjadi sifat seorang Mukmin untuk menetapkan berbagai amal yang agung dan berusaha mengamalkannya, padahal dia hanya mampu mengamalkan sebagian darinya. Sebagai contoh adalah orang yang berniat menggunakan semua nafasnya ( waktunya ) untuk membaca wirid,  dzikir atau untuk berpikir. Ternyata dia hanya mampu menggunakan sebagian waktunya saja. Apa yang telah dia kerjakan itu baik, tapi niatnya tersebut lebih baik dari amal yang telah dia kerjakan."

https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

IMAM IBNU ATHA,RA



IMAM IBNU ATHA,RA

Jika sebelumnya kau sedikit melakukan shalat dan puasa sunah, maka perbaikilah kekuranganmu dengan banyak bershalawat kepada Rasulullah saw. Andaikata sepanjang hidupmu engkau melakukan segala jenis ketaatan dan kemudian Allah swt bershalawat kepadamu sekali saja, maka satu shalawat Allah ini akan mengalahkan semua amalmu itu. Sebab, engkau bershalawat kepada Rasulullah sesuai dengan kekuatanmu, sedangkan Allah swt bershalawat kepadamu sesuai dengan kebesaran-Nya. Ini jika Allah swt bershalawat kepadamu sekali, lalu bagaimana jika Allah swt membalas setiap shalawatmu dengan sepuluh shalawat sebagaimana‚yang disebutkan dalam sebuah Hadits Shahih? Betapa indah hidup ini jika kau isi dengan ketaatan kepada Allah swt, dengan berdzikir kepada-Nya dan bershalawat kepada Rasulullah saw."


Orang yang menggunakan masa sehatnya untuk bermaksiat kepada Allah swt, adalah seperti seorang anak yang mendapat warisan dari ayahnya sebesar seribu dinar,kemudian ia gunakan semua uang itu untuk membeli ular dan kalajengking yang sangat berbisa yang kemudian mengelilingi dan menggigitnya. Bukankah ular dan kalajengking tersebut akan membunuhnyaa? Kamu gunakan amasa sehatmu untuk bermaksiat kepada Allah swt, maka nilaimu adalah seperti burung pemakan bangkai yang terbang berkeliling  mencari bangkai, dimana pun ia dapatkan, maka ia segera mendarat. Jadilah seperti tawon, kecil tapi memiliki cita2 yang mulia. Ia hisap wewangian dan ia produksi madu yang enak. Engkau telah terlalu lama bergelimang kemaksiatan,kini terjunlah kedalam hal2 yang dicintai Allah swt.


Telah kujelaskan hakikat permasalahan ini kepadamu, tetapi orang yang lalai tidak akan sadar meskipun memperoleh berbagai rencana. Sebab wanita yang kurang waras akalnya ketika puteranya mati,ia justru tertawa. Begitu pula dirimu, engkau tinggalkan sholat malam, puasa sunah dan berbagai amal shaleh lain yang dapat kau kerjakan dengan seluruh anggota tubuhmu, tetapi tidak sedikitpun engkau merasa sakit. Kelalaian telah membunuh hatimu. Orang hidup akan meras sakit ketika tertusuk jarum,akan tetapi,sesosok mayat tidak akan  merasa sakit meskipun tubunya dipotong-potong dengan sebilah pedang. Saat ini hatimu sedang mati,karenaitu duduklah dimajelis yang penuh hikmah,sebab didalamnya terdapat hembusan karunia dari Syurga. Hembusan karuna itu dapat engkau temukan dirumahmu,diperjalananmu. Jangan tinggalkan majelis ilmu,andaikata dirimu masih melakukan banyak maksiat,jangan berkata : Apa manfaatnya aku datang kemajelis ilmu, sedangkan aku senantiasa bermaksiat dan tidak mampu meninggalkanya. Akan tetapi,lepaskanlah busur panahmu selalu,jika hari ini tidak tepat sasaran,bisa jadi besok tepat sasaran.”


Engkau hendaknya berpikir untuk melakukan amal sebaik mungkin, bukan sebanyak mungkin. Banyak amal jika tidak dilakukan dengan baik adalah seperti pakaian yang banyak jumlahnya, tetapi harganya murah harganya. Sedangkan sedikit amal tetapi berkualitas ( dikerjakan dengan baik ) adalah seperti sedikit pakaian tetapi mahal harganya. Amal yang berkualitas( dikerjakan dengan baik ) adalah seperti sebuah intan berlian, kecil bentuknya tetapi mahal harganya. Orang yang menjadikan hatinya selalu ingat kepada Allah swt dan berjuang untuk melindungi hatinya dari pengaruh hawa nafsu, maka itu lebih utama daripada banyak melakukan shalat dan puasa sunah ( tetapi hatinya dikuasai hawa nafsu ). Orang yang melakukan shalat dengan hati lalai adalah seperti seseorang yang menghadiahkan seratus peti kosong kepada seorang raja, tentunya sang raja akan marah dan selalu mengingat perbuatan buruknya ini. Sedangkan orang yang shalat dengan hati yang hadir ( khusyuk ), adalah seperti seorang yang menghdiahkan sebutir intan berlian seratus dinar kepada seorang raja, sang raja pun akan mengingat dan memujinya selalu.


Suatu perbuatan paling berbahaya yang harus kamu waspadai adalah dosa-dosa kecil. Sebab, ketika berbuat dosa besar, engkau menyadari bahayanya dan segera bertobat. Tetapi, terhadap dosa- dosa kecil, engkau seringkali meremehkannya dan tidak bertobat darinya. Engkau seperti seorang diselamatkan oleh Allah swt dari kejaran seekor harimau ( pemisalan dosa besar ), tetapi kemudian bertemu dan diterkam oleh lima puluh ekor srigala ( pemisalan dosa kecil ). Allah Ta'ala mewahyukan . Kalian menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah swt adalah besar.( An-Nur, 24 : 15 ).

Dosa besar jika disandarkan pada kemurahan Allah swt menjadi kecil. Sedangkan dosa-dosa kecil jika kau lakukan secara terus-menerus menjadi dosa besar. Racun meskipun sedikit mampu membunuh. Dosa kecil itu ibarat percikan-percikan api. sebuah kota. Dan pada hakikatnya api yang berkobar berasal dari percikan-percikan api kecil.


Ukurlah dirimu dengan shalat. Jika ketika shalat engkau tidak memikirkan segala sesuatu selain Allah swt, maka berbahagialah. Tetapi, jika tidak demikian, maka tangisilah dirimu setiap kali kau gerakkan kakimu menuju shalat. Pernahkah engkau melihat seorang kekasih tidak ingin bertemu kekasihnya? Allah Ta'ala  mewahyukan? Sesungguhnya shalat akan mencegah dari ( perbuatan-perbuatan ) keji dan mungkar. ( Al-Ankabut, 29 : 45 )


Barangsiapa ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah swt, maka ia perhatikan bagaimana shalatnya, ia kerjakan dengan tenang dan khusyuk, atau dengan tergesa-gesa dan lalai. Jika shalat tersebut ternyata kau lakukan dengan lalai dan tergesa-gesa, maka taburkanlah pasir ke wajahmu. Seseorang yang duduk bersama penjual parfum akan mencium aroma wanginya. Sedangkan shalat adalah sebuah ibadah yang seakan-akan kita sedang duduk bersama Allah swt. Jika engkau duduk bersama Allah swt, tetapi tidak memperoleh apa-apa, itu tandanya dalam hatimu terdapat penyakit, entah itu kesombongan, berbangga diri atau ketidak sopanan. Allah swt mewahyukan? Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. ( Al-A'raf, 7 : 146 ).


Selepas shalat ia tidak pantas bergegas ( tergesa-gesa ) untuk meninggalkan tempat shalatnya. Akan tetapi, hendaknya dia berdzikir kepada Allah swt dan beristigfar memohon ampun kepada-Nya atas segala kekurangan yang ia lakukan di dalam shalatnya. Berapa banyak shalat yang tidak layak untuk diterima Allah swt, tetapi setelah engkau beristigfar memohon ampun kepada-Nya atas shalat tersebut, Allah swt kemudian menerimanya. Dahulu Rasulullah saw selepas shalat beristigfar sebanyak tiga kali. Sesungguhnya orang yang bermaksiat kepada Allah swt adalah dia yang tidak mengenal siksa-Nya, dan orang yang tidak taat kepada-Nya adalah dia yang tidak mengetahui pahala yang Allah sediakan.”


Andaikata mereka melihat siksa neraka, tentu mereka tidak akan lalai. Dan andaikata mereka melihat berbagai kenikmatan yang disediakan Allah swt bagi penghuni surga,  tentu sekejap pun mereka tidak akan meninggalkan ibadah. "Jika engkau berteman dengan para pecinta menyeretmu untuk mencintai dunia. Jika engkau berteman dengan para pecinta Akhirat, maka mereka akan membawamu untuk mencintai Allah swt.


Jika kau ingin bermaksiat kepada Allah swt, maka lakukanlah di tempat dimana DIA tidak melihatmu dan dengan kekuatan yang tidak berasal dari-Nya, dan kedua hal ini mustahil dapat kamu lakukan, sebab semua yang kau gunakan untuk bermaksiat adalah nikmat-Nya. Kau gunakan nikmat yang IA anugerahkan untuk bermaksiat kepada-Nya. Bahkan kau sangat ahli bermaksiat dalam berbagai bidang. Terkadang engkau menggunjing, terkadang mengadu domba dan terkadang memandang yang haram. Ibadah yang kau bangun selama tujuh puluh tahun kau robohkan dalam sekejap. Hai penghancur ketaatan, Allah swt menjadikanmu miskin adalah agar kau berdoa' dan memohon kepada-Nya.


Hai orang yang menenggelamkan nafsunya dalam berbagai keinginan jahat dan maksiat, andai saja kau beri nafsumu hal-hal yang mubah ( tidak berdosa dan tidak berpahala ). Mengapa engkau tidak mencintai DIA yang ketika kau berbuat buruk kepada-Nya, justru memberimu berbagai nikmat dan bermurah kepadamu? "Jika ingin membersihkan air maka akan kau singkirkan segala hal yang dapat mengotorinya. Anggota tubuhmu ini seperti selokan-selokan yang bermuara ke hati. Karena itu jangan kau alirkan kotoran ke dalam hatimu, seperti pergunjingan, pengadu dombaan, ucapan yang buruk, pandangan yang haram dan lain sebagainya. Hati akan bercahaya dengan memakan makanan halal, berdzikir, membaca Al-Qur'an dan menjaga mata dari pandangan yang tidak mendatangkan pahala, pandangan yang kurang disukai agama dan pandangan yang haram. Jangan biarkan matamu memandang sesuatu, kecuali jika pandangan itu menambah ilmu dan hikmahmu."

https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

Rabu, 08 November 2023

AL-IMAM SYEKH ABU BAKAR BIN SALIM,RA



AL-IMAM SYEKH ABU BAKAR BIN SALIM,RA

Orang yang bahagia adalah orang yang disenangkan oleh Allah tanpa alasan tertentu dan orang yang sengsara adalah orang yang disengsarakan Allah tanpa sebab tertentu. Demikianlah menurut ilmu hakikat. Sedangkan menurut ilmu syariat; orang yang bahagia adalah orang yang oleh Allah diberi kesenangan dengan melakukan berbagai amal saleh, dan orang yang disengsarakan oleh Allah dengan meninggalkan amal-amal saleh dan melanggar syariat agama. Orang yang sengsara adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya Barangsiapa mengenal dirinya, ia tidak akan melihat selain Allah swt. Barangsiapa tidak mengenal dirinya, ia tidak akan melihat Allah swt.


Barangsiapa tidak memelihara waktunya, ia tidak akan selamat dari bencana. Dalam Qanaah terdapat ketenteraman dan keselamatan; dalam tamak terdapat kehinaan dan penyesalan. Orang yang arif melihat aib-aib dirinya; sedang orang yang lalai melihat aib-aib orang lain. Dan orang yang bahagia adalah orang yang melawan hawa nafsunya, berpaling dari alam untuk menghadap kepada penciptanya, dan melewatkan waktu2pagi dan sore dengan meneladani sunah nabinya.


Kesuksesanmu adalah ketika kamu membenci nafsumu dan kehancuranmu adalah saat kamu  meridhainya. Karena itu, bencilah nafsumu dan jangan meridhainya, niscaya kamu akan berhasil meraih segala cita- citamu, Insya Allah. Berprasangka baiklah kepada sesama hamba Allah, sebab buruk sangka timbul karena tiadanya taufiq. Ridhalah selalu pada qodho, bersikap sabarlah, walaupun musibah yang kamu alami teramat besar. Firman Allah : Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan dibalas dengan pahala tanpa batas. ( Az Zumar,39 :10 )


Ketahuilah oleh kalian sesungguhnya Allah swt bertajalli ( mengagungkan dirinya ) di hati para kekasihnya; para kaum Arifin, karena mereka menghapus selainnya di hati mereka dan mereka menghilangkan selain Allah swt dalam pandangan mereka terhadap semesta dan pada setiap kejadiannya bahwa semuanya adalah semata-mata ciptaan Allah swt, dan mereka melalui siang, pagi serta sore hari selalu dalam keadaan taat kepadanya; mereka selalu beribadat serta berharap dan takut kepadanya; serta selalu ruku dan bersujud kepadanya, mereka selalu dalam keadaan bahagia dan gembira serta ridho dengan segala ketentuan Qadha dan Qadar yang telah ditentukan Allah swt atas mereka; berkata Nabi Ayyub as : mana aku hendak memilih di antara dua perkara, maka aku akan memilih perkara yang ada Ridho Allah swt didalamnya karena hanya hal itulah yang mendatangkan kemaslahatan bagiku.


Berkata kaum Arifin : Kalau sekiranya kedua mataku melihat selain Allah, maka akan ku butakan, kalau sekiranya ke dua telingaku mendengar selain Allah, maka akan kutulikan, dan bilamana lidahku berkata yang tidak diperintahkan Allah, maka akan ku potong.


Sedikit amal dari hati menyamai amal seluruh manusia dan jin. Sesungguhnya Bala yang menimpamu pada saat lupamu, bila engkau menyadarinya adalah merupakan jalanmu untuk kembali mengenal Allah swt dan kembali mendekatkan dirimu kepadanya pada saat engkau meminta bala tersebut dihilangkannya, dan bala sesungguhnya adalah bilamana engkau melupakan Allah swt dan engkau lupa bahwa dirimu selalu faqir kepadanya.


Beristiqamahlah kalian dalam setiap amal, karena para Ahli kasyaf sekalipun semua bermohon kepada Allah swt agar mereka diberikan kekuatan dalam beristiqamah agar mereka tidak jatuh dalam keadaan terhijab darinya. Ketahuilah oleh kalian; Marifat kepada Allah swt adalah dengan kejelasan dan bukan dengan tersamar, dan bilamana seorang hamba diberinya marifat kepadanya, maka ia pasti akan melihat semua amal yang dicintai oleh Rasulullah saw.

https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

AL-IMAM QUTHBIL IRSYAD WAL BILAD AL-HABIB ABDULLAH AL-HADAD,RA



AL-IMAM QUTHBIL IRSYAD WAL BILAD AL-HABIB ABDULLAH AL-HADAD,RA

Sesungguhnya aku tidak ingin bercakap-cakap dengan masyarakat, aku juga tidak menyukai pembicaraan mereka, dan tidak peduli kepada siapapun dari mereka. Sudah menjadi tabiat dan watakku bahwa aku tidak menyukai kemegahan dan kemasyhuran. Aku lebih suka berkelana di gurun sahara. Itulah keinginanku; itulah yang kudambakan. Namun, aku menahan diri tidak melaksanakan;keinginanku agar masyarakat dapat mengambil manfaat dariku.


Ketahuilah! Amal yang bernilai tinggi adalah amal yang dianggap kecil dan dipandang remeh oleh nafsu. Adapun amal yang dipandang mulia dan bernilai oleh nafsu, pahalanya dapat sirna, baik karena pelakunya, amalnya itu sendiri ataupun karena orang lain yang berada sekitarnya."


Dizaman ini kita harus berhati-hati, sebab zaman ini adalah zaman syubhat. Para Ulama menyatakan, tidak sepatutnya seorang yang berilmu bingung membedakan yang baik dan buruk. Sebab, kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang sangat jelas,setiap orang dapat membedakannya.Seorang berilmu ketika harus memilih satu diantara dua kebaikan atau dua keburukan,maka dia akan memilih kebaikan yang terbaik dan meninggalkan keburukan yang terburuk.


Ikut langkah-langkah ulama salaf (ulama terdahulu) akan membuahkan kebaikan yang amat besar, walaupun si pengikut bukan tergolong ahlil bathin. Tetapi jika ia serasikan langkahnya dengan ulama salaf, maka ia akan mendapatkan seperti apa yang di dapat oleh mereka para salaf sholihin. Jika satu zaman itu rusak, maka wajiblah bagi mereka yang hidup di zaman itu, untuk mengikuti jejak langkah ulama salaf sholihin. Jika tidak mampu menyamakan diri dengan mereka dalam setiap langkah, paling tidak hampir menyamai mereka, sebab setiap orang dalam kehidupan itu harus memiliki panutan (imam), sedang orang yang tidak memiliki panutan (Imam) maka panutannya adalah setan


Seorang murid (pencari jalan menuju Allah) tidak boleh menyakiti hati gurunya karena belajar dan ilmunya tidak akan diberi berkah. Adakalanya seseorang murid (pencari jalan menuju Allah) diuji dengan kemiskinan, kepapaan dan kesempitan dalam kehidupan. Maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah SWT, disebabkan dengan hal tersebut di atas dan harus beranggapan berprasangka bahwa takdir / kehendak Allah menjadikan anda miskin, papa dan susah serta sempit sebagai sebesar-besarnya kenikmatan karena dunia adalah musuh Allah. Anda harus bersyukur, maka Allah akan mengangkat derajatnya sama dengan para nabi-Nya, para Auliya-Nya dan hamba- hamba yang sholeh.


Ketahuilah bahwa rizki itu telah ditentukan dan telah dibagikan oleh Allah SWT. Diantara hamba-hamba-Nya ada yang diluaskan rezekinya dan dilapangkan kehidupannya, dan dikurangkankan rizkinya menurut kebijaksanaan-Nya. Bersifatlah qonaah(cukup) atas apa yang ditentukan Allah bagimu. Awas dan waspadalah dengan panjang angan-angan dan harapan tentang kehidupan di dunia, karena dunia akan menariknya untuk mencintai dunia, dan anda akan terikat dengannya sehingga sukar untuk beribadat dan mengasingkan diri untuk menuju jalan akhirat. Aku tidak pernah melihat ada yang benar- benar memberi, selain Allah SWT. Jika ada seseorang memberiku sesuatu, kebaikannya itu tidak meninggikan kedudukannya di sisiku, karena aku mrnganggap orang itu hanyalah perantara saja,


Awas! Jangan sekali-kali anda mentaati syaikh (guru) itu hanya lahiriah semata, karena ketahuilah bahwa syaikh itu dapat melihat ketaatanmu padanya, dibelakangnya anda membantah dan mendurhakai kerena sangkaanmu, anda sangka Allah tidak tahu kelakuanmu, sedangkan syaikhmu itu dekat dengan-Nya. Kalau anda begitu akan mendapatkan kecelakaan, kesempitan dan kebinasaan.Bukankah Allah berjanji kepada barang siapa Aku cintai maka penglihatannya adalah penglihatan-KU,pendengarannya adalah pendengaran-KU, mulutnya adalah mulut-KU, tangannya adalah tangan-KU dan kakinya adalah kaki-KU, barangsiapa memusuhinya atau menyakitinya, maka AKU dan para malaikatKU mengumandangkan perang terhadap dirinya.


"Persahabatan,pertemanan dan pergaulan memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk membuat seseorang menjadi baik maupun buruk. Persahabatan dan pergaulan dengan orang-orang shaleh dan berbudi membawa manfaat, sedangkan persahabatan dan pertemanan dengan orang-orang fasik dan durhaka membawa bahaya. Hanya saja manfaat persahabatan dengan orang shaleh atau bahaya pergaulan dengan pendurhaka tersebut terkadang tidak tampak secara langsung, akan tetapi secara bertahap dan setelah berlangsung lama.


"Secara umum, pada awalnya kebaikan itu berat untuk dilakukan, tetapi akhirnya penuh dengan kenikmatan. Orang yang berbuat baik ibarat seorang pendaki gunung terjal. Ia tidak akan merasa tenang sebelum sampai ke puncaknya. Sedangkan, keburukan awalnya manis dan akhirnya kelak berat. Orang yang melakukan perbuatan buruk adalah ibarat seorang yang jatuh dari puncak gunung atau atap sebuah rumah. Ia baru merasa akan merasa kesakitan setelah mendarat di tanah."


Tuntutlah ilmu dari orang-orang yang benar-benar mewarisi ilmu dari Rosulullah SAW, yang sanad isnadnya (silsilah ilmunya sampai kepada Rosulullah)”. Para orang sholeh itu setelah wafat hanya hilang jasadnya saja, pada hakikatnya masih hidup seperti sedia kala malah tambah tajam pandangan bashirohnya dan makin kuat tawajuhnya (menghadap) kepada Allah SWT.


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

AL-IMAM QUTBIL ANFAS AL-HABIB UMAR AL-ATTAS,RA



AL-IMAM QUTBIL ANFAS AL-HABIB UMAR AL-ATTAS,RA

Sumber-sumber ilmu tidak akan berkurang sedikitpun dari generasi terkemudian, akan tetapi pada umumnya mereka datang dengan membawa wadah yang bocor, sehingga tidak memperoleh ilmu kecuali sedikit.Sebagian orang yang datang dengan membawa bejana yang dapat mencukupi dalam waktu sebulan, ada juga yang mencukupinya hanya 8 hari, ada juga yang hanya mencukupinya sehari, tetapi ada juga yang dapat mencukupinya sepanjang hidupnya.


Dulu di antara {manusia ada yang datang membawa pelita lengkap dengan minyak dengan koreknya, yakni dengan persiapan yang lengkap, sehingga gurunya dapat menyalakan. Tetapi kini banyak di antara mereka yang datang kepada gurunya, tetapi mereka tidak membawa)apapun yang gurunya dapat menyalakan.


Hendaknya orang-orang yang Menghendaki keselamatan Akhirat meninggalkan tidurnya,demi untuk mendapatkan siraman rahmat di malam hari.

Hendaknya kalian senantiasa menghadirkan hati kalian kepada Allah SWT dan hendaknya kalian bertawakal kepadanya sepenuh hati, sebab Allah SWT mengetahui di manapun kalian berada. Alangkah entengnya musibah dalam agama menurut kalian, Padahal kalian tidak pernah menyatakan belasungkawa andaikata aku terlambat sholat berjama’ah. Bila waktu Sholat telah tiba, tinggalkanlah semua kegiatanmu, sebab Allah SWT lebih pantas diperhatikan daripada yang lain.


Janganlah terlalu peduli dengan dunia dan penghuninya dan janganlah merasa iri pula dengan pakaian atau makanan yang dimiliki oleh penghuninya. Yang dikatakan orang baik adalah seorang yang telah melewati pintu surga sampai masuk kedalamnya. Perbanyaklah membaca Istigfar dan Al-Hamdulillah sebanyak mungkin setelah membaca maulud. Perbanyaklah baca Istigfar dan Sholawat, karena  keduanya adalah sebaik-baik dzikir yang dapat menolong kesulitan di masa kini.


Perhatikan kebiasaan baik yang engkau inginkan, wafat dalam kebiasaan itu, karena itu tetaplah dalam kebiasaan itu, dan perhatikanklah kebiasaan buruk yang engkau tidak inginkan wafat dalam kebiasaan seperti itu, karena itu jauhilah kebiasaan itu.


Tentang Sabda Rasulullah SAW : Seseorang adakalanya beramal kebajikan- kebajikan sampai antara ia dengan surga hanya tinggal sejengkal, tetapi dalam ketentuan Ilahi, ia ditetapkan sebagai penghuni neraka, sehingga ia melakukan perbuatan- perbuatan amal penghuni neraka, sampai ia masuk neraka. Seseorang adakalanya beramal kejahatan-kejahatan sampai antara ia dengan neraka hanya tinggal sejengkal, tetapi dalam ketetapan Ilahi, ia ditetapkan sebagai calon penghuni surga, maka ia beramal penghuni surga, sampai ia masuk surga”.


Pendapat Habir Umar Al-Attas tentang sabda Nabi SAW diatas : Seseorang yang selalu mengerjakan amalan ahli surga, kebanyakannya akan masuk ke dalam surga; sebab perbuatan lahiriyah adalah lambing perbuatan batiniyah, jika ia masuk ke dalam neraka, maka hal itu jarang sekali. Hal itu seperti orang yang jatuh dari tempat yang tidak terlalu tinggi, tentunya orang itu tidak akan berbahaya. Demikian pula seorang yang melakukanamal-amal ahli neraka, …kebanyakannya ia akan masuk ke dalam neraka; tetapi jika ia masuk ke dalam surga, maka hal itu jarang sekali terjadi.

Hal itu seperti orang yang jatuh dari puncak gunung, kebanyakan akan wafat.


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html


AL-IMAM QUTHBIL IRFAN AL-HABIB ALI AS-SAKRAN,RA

AL-IMAM QUTHBIL IRFAN AL-HABIB ALI AS-SAKRAN,RA

“Barang siapa memiliki hubungan dengan orang- orang yang telah meninggal dunia dengan terbiasa menghadiahkan pahala membaca Al-Qur’an, zikir, do’a, sedekah dan ibadah lainya, maka kelak dikubur dia tidak akan mrasa kesepian. Bahkan setelah meninggal dunia dia akan merasa senang. Dia seperti orang yang berkunjung kerumah teman yang pandai menghibur dan selalu memuliakannya. “


“Saudaraku! Jangan tinggalkan satupun summah dan adab yang terdapat dalam syari’at, tanpa udzur (alasan) yang benar. Sebab, Abdullah bin Mubarak Ra berkaata : *Barang siapa meremehkan adab, akibatnya dia akan meninggalkan sunnah. Dan barang siapa meremehkan sunnah, akibatnya dia akan meninggalkan yang wajib, akibatnya dia tidak akan memperoleh makrifat.”


“Rasulullah SAW bersabda : Maksiat merupakan utusan (kurir) kekufuran.

Memandang remeh hal-hal yang makruh akan mendorong seseorang untuk berbuat yang haram dan meremehkan yang haram akan mendorong seseorang untuk kufur. Oleh karena itu, wahai saudaraku,dengan berlandaskan sunnah dan hukum-hukum syari’at, biasakan dirimu untuk menentang dan tidak mengikuti keinginan nafsu. Curahkanlah semua tenagamu untuk berjuang mendapatkan keridhoan Allah SWT dan kesuksesan dihari esok.”


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

AL- IMAM MUHYIN NUFUS AL- HABIB ABDULLAH AL-AYDRUS AKHBAR,RA



AL- IMAM MUHYIN NUFUS AL- HABIB ABDULLAH AL-AYDRUS AKHBAR,RA

“Diantara waktu yang bernilai tinggi, merupakan pembuka pembendaharaan illahi, diantara zuhur dan ashar, magrib dan isya dan tengah malam terakhir sampai ba’da shubuh.”


“Sumber segala kebaikan dan pangkal segala kedudukan dan keberkahan akan dicapai melalui ingat mati, kubur dan bangkai.”


“Keridhaan Allah swt dan Rasul-Nya terletak pada Muthalaah (mempelajari dan memperdalam) Al-Qur’an dan Hadits serta kitab-kitab agama islam. Meninggalkan dan menjauhi ghibah adalah Raja atas dirinya, menjauhi naimah (mengadu domba) adalah ratu dirinya, baik sangka kepada orang lain adalah wilayah dirinya, duduk bercampur dalam majelis dzikir adalah keterbukaan hatinya.”


Peraslah jasadmu dengan mujahadah ( memerangi hawa nafsu dunia ) sehingga keluar minyak kemurnian. Barangsiapa yang menginginkan keridhaan Allah, hendaklah mendekatkan diri kepada Allah swt, karena keajaiban dan kelembutan Allah terdapat pada akhir malam.


Jangan kau abaikan sedekah pada setiap hari sekalipun sekecil atom; perbanyaklah baca Al quran setiap siang dan malam hari. Ciri-ciri orang yang bahagia adalah mendapatkan taufik dalam hidupnya, banyak ilmu dan amal serta baik perangi maupun tingkah lakunya.

“Orang yang berakal adalah yang diam (tidak bicara sembarangan).”

“ Orang yang takut pada Allah swt adalah orang yang banyak sedih (merasa bersalah).”

“Orang yang Roja’ (mengharap Ridho Allah swt) adalah orang yang banyak melakukan ibadah.”

“Orang yang mulia adalah yang besungguh-sungguh dalam kebaikan dan ridho Allah swt yang didambakan hidupnya.”

“Orang yang betaubat adalah yang menyesali perbuatanya, menjauhi pendengaran yang tidak bermanfaat, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.”

https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SAYYIDINA AL-IMAM AL-QUTB SYEIKH ABDURRAHMAN AS-SEGAF,RA



SAYYIDINA AL-IMAM AL-QUTB SYEIKH ABDURRAHMAN AS-SEGAF,RA

(Al-Muqaddam Ats- Tsani Li As-Sa'adati Ba'alawi)

Semua manusia membutuhkan ilmu,ilmu membutuhkan amal,amal membutuhkan aqal, aqal membutuhkan taufiq dan taufiq adalah pemberian Allah swt. Setiap ilmu tanpa amal, maka bathil. Setiap ilmu dan amal tanpa niat, maka tiada bernilai. Setiap ilmu,amal dan niat tanpa sesuai dengan sunnah, maka tertolak. Setiap ilmu,amal,niat dan sesuai sunnah, tanpa wara’ maka suatu kerugian. Di khawatirkan pelakunya akan kehilangan semuanya disaat hari ditimbangnya amal.


Janganlah engkau beranggapan bahwa amalan-amalan lahirmu itu bernilai. Sedikit dari amalan bathin lebiih baik dari lautan amalan lahir.


Obatnya hati adalah tidak tergantung pada makhluq. Barang siapa yang tidak mempunyai wirid, maka ia seperti monyet.. Barang siapa yang tidak menelaah dan mempelajari kitab ihya, maka ia tidak punya rasa malu.

SAYYIDINA AL-IMAM MUHAMMAD MAULA AD-DAWILAYH. RA



SAYYIDINA AL-IMAM MUHAMMAD MAULA AD-DAWILAYH. RA


"Sesungguhnya aku tidak takut miskin, sebab yakin bahwa karunia Allah lebih dekat dari yang ditanganku. Sesungguhnya aku tidak membenci kematian, sebab yang membenci kematian berarti membenci bertemu dengan Allah swt. Aku tidak pernah membenci tamu, meskipun tidak memiliki sesuatu yang dapat aku hidangkan."


Syekh Abdurrahman Assegaff berkata: "Bilamana ayahku sedang membaca satu ayat AL- Quran, maka lidah beliau seolah-olah menjadi bara. Dan tak lama kemudian akan terlihat bibir beliau terbakar, karena dahsyatnya rasa Khauf beliau kepada Allah swt.


Dan ayahandaku pernah berkata kepadaku : "Kalau sekiranya lidahku berada diluar badanku ketika aku sedang membaca ayat Al-Qur'an niscaya akan aku bakar lidahku dengan tanganku sendiri sebagai peringatan bagi diriku sendiri agar bertaqwa kepada Allah swt."


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SAYYIDINA AL-IMAM SYEIKH ABU HASAN ALI ASY-SYADZILI,RA



SAYYIDINA AL-IMAM SYEIKH ABU HASAN ALI ASY-SYADZILI,RA

“Jika kasyaf bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah, tinggalkanlah Kasyaf dan berpeganglah pada Al-Qur’an dan Sunnah. Katakan pada dirimu sesungguhnya Allah swt menjamin keselamatan saya dalam kitab-Nya dan Sunnah Rasul-Nya dari kesalahan, bukan dari Kasyaf, ilham, maupun Musyahadah sebelum mencari kebenaranya dalam Al-Qur’an dan Sunnah terlebih dahulu.”

“Jika engkau menginginkan bagian dari anugerah para wali, berpalinglah dari manusia kecuali dia menunjukkanmu kepada Allah swt dengan cara yang benar dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunah”


“Manakala dzikir terasa berat di lisanmu, sementara pintu kontemplasi tertutup, ketahuilah bahwa hal itu semata-mata karena dosa-dosamu atau kemunafikan dalam hatimu. Tak ada jalan bagimu, kecuali bertaubat, memperbaiki diri, hanya menggantungkan diri kepada Allah swt dan ikhlas beragama.”


“Ketuklah pintu zikir dengan hasrat dan sikap sangat membutuhkan kepada Allah swt melalui kontemplasi, menjauhkan diri segala hal selain Allah swt. Lakukanlah dengan menjaga rahasia bhatin, agar jauh dari bisikan nafsu dalam seluruh nafas dan jiwa, sehingga kalian memiliki kekayaan rohani. Tuntaskan lisanmu dengan berdzikir, hatimu untuk tafakur dan tubuhmu untuk menuruti perintah-Nya. dengan demikian kalian bias tergolong orang-oran shaleh.”

https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SYEIKH IMAM AL-GHAZALI,RA



SYEIKH IMAM AL-GHAZALI,RA

Renungkanlah pendeknya umurmu. Andaikata engkau berumur seratus tahun sekalipun,maka umurmu itu pendek jika dibandingkan dengan masa hidupmu kelak diakhirat yg abadi,selama-lamanya. Coba renungkan agar dapat beristirahat (pensiun)selama 20 th,dalam satu bulan atau setahun engkau sanggup menanggung berbagai beban berat dan kehinaan didalam mencari dunia. Tetapi mengapa engkau tidak sanggup menanggung beban ibadah selama beberapa hari demi mengharapkan kebahagiaan abadi diakhirat nanti ? jangan panjang angan2,engkau nanti akan berat untuk beramal. Yakinilah bahwa tak lama lagi engkau akan mati. Katakana dalam hatimu :pagi ini aku akan beribadah meskipun berat, siapa tahu nanti malam aku mati. Malam ini aku akan sabar beribadah, siapa tahu besok aku mati. Sebab, kematian tidak datang pada waktu,keadaan dan tahun tertentu. Yg jelas pasti ia datang. Oleh karena itu,mempersiapkan diri menyambut kedatangan maut lebih utama daripada mempersiapkan diri menyambut dunia. Bukankah kau menyadari betapa pendek hidupmu didunia? Bukankah bisa jadi ajalmu hanya tersisa satu tarikan dan hembusan nafas atau satu hari? Etiap hari ;lakukanlah hal ini dan paksakan dirimu untuk sabar beribadah kepad Allah swt. Andaikata engkau ditakdirkan untuk hidup selama 50th dan kau biasakan dirimu untuk sabar beribadah, nafsumu akan tetap berontak,tetapi ketika maut menjemput kau akan berbahagia selama-lamanya. Tetapi, ketika engkau tunda2 dirimu u/ beramal, dan kematian datang diwaktu yang tidak kau perkirakan.


Kehidupan seorang muslim tidak dapat dicapai dengan sempurna, kecuali mengikuti jalan Allah SWT yang dilalui secara bertahap. Tahapan- tahapan itu antara lain : tobat, sabar, faqir,zuhud, tawakal, cinta, makrifat dan ridha. Karena itu seseorang yang mempelajari tasawuf wajib mendidik jiwa dan akhlaknya. Sementara itu, hati adalah cermin yang sanggup menangkap makrifat.


Dan kesanggupan itu terletak pada hati yang suci dan jernih.

"Berbicara tentang nasihat, kulihat diriku tak pantas untuk memberikannya. Sebab, nasihat seperti zakat, nishabnya adalah kemampuan untuk memetik nasihat itu bagi dirinya sendiri. Seseorang yang belum mencapai nishab, bagaimana ia akan mengeluarkan zakat ? Dan seorang yang tak memiliki cahaya, bagaimana dapat dijadikan sebagai alat penerang oleh orang lain? Bagaimana bayangan akan lurus jika kayunya bengkok? Allah swt mewahyukan kepada 'Isa bin Maryam AS : "Nasihatilah dirimu, jika kau mampu memetik nasihat, maka nasihatilah orang lain. Jika tidak, maka malulah kepada-Ku"

"Barangsiapa hendak mengetahui aib-aibnya, maka ia dapat menempuh empat jalan berikut :

1. Duduk dihadapan seorang guru yang mampu mengetahui keburukan hati dan berbagai bahaya yang tersembunyi didalamnya. Kemudian ia memasrahkan dirinya kepada sang guru dan mengikuti petunjuknya dalam bermujahadah membersihkan aib itu. Ini adalah keadaan seorang murid dengan syeikhnya dan seorang pelajar dengan gurunya. Sang guru akan menunjukkan aib-aibnya dan cara pengobatannya, tapi di zaman ini guru semacam ini langka.

2. Mencari seorang teman yang jujur, memiliki bashiroh ( mata hati yang tajam ) dan berpegangan pada agama. Ia kemudian menjadikan temannya itu sebagai pengawas yang mengamati keadaan, perbuatan, serta semua aib batin dan zhohirnya, sehingga ia dapat memperingatkannya. Demikian inilah yang dahulu dilakukan oleh orang-orang cerdik, orang-orang terkemuka dan para pemimpin agama.

3. Berusaha mengetahui aib dari ucapan musuh-musuhnya. Sebab pandangan yang penuh kebencian akan berusaha menyingkapkan keburukan seseorang. Bisa jadi manfaat yang diperoleh seseorang dari musuh yang sangat membencinya dan suka mencari-cari kesalahannya adalah lebih banyak dari teman yang suka bermanis muka, memuji dan menyembunyikan aib-aibnya. Namun, sudah menjadi watak manusia untuk mendustakan ucapan musuh-musuhnya dan mengangnya sebagai ungkapan kedengkian.Tetapi, orang yang memiliki mata hati jernih mampu memetik pelajaran dari berbagai keburukan dirinya yang disebutkan oleh musuhnya.

4. Bergaul dengan masyarakat. Setiap kali melihat perilaku tercela seseorang, maka ia segera menuduh dirinya sendiri juga memiliki sifat tercela itu. Kemudian ia tuntut dirinya untuk segera meninggalkannya. Sebab, seorang Mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Ketika melihat aib orang lain ia akan melihat aib-aibnya sendiri


Sangat jauh jika bermaksud memaknai sehat atau kenyang tanpa mengalami sendiri rasa sehat atau kenyang. Mengalami mabuk lebih jelas daripada hanya mendengar tentang arti mabuk, meskipun yang mengalaminya mungkin belum pernah mendengar teori mabuk. Maka mengetahui arti dan syarat-syarat zuhud tidak sama dengan bersifat zuhud.


"Kehidupan seorang muslim tidak dapat dicapai dengan sempurna, kecuali mengikuti jalan Allah SWT yang dilalui secara bertahap. Tahapan- tahapan itu antara lain : tobat, sabar, faqir, zuhud, tawakal, cinta, makrifat dan ridha. Karena itu seseorang yang mempelajari tasawuf wajib mendidik jiwa dan akhlaknya. Sementara itu, hati adalah cermin yang sanggup menangkap makrifat. Dan kesanggupan itu terletak pada hati yang suci dan jernih."


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html

SAYYIDINA AL-IMAM QUTBIL RABBANI SYEIKH ABDUL QODIR AL-ZAELANI,RA




SAYYIDINA AL-IMAM QUTBIL RABBANI SYEIKH ABDUL QODIR AL-ZAELANI,RA

“Hai orang-orang yang lalai! Secara terang-terangan engkau menentang Allah swt Yang Maha Benar dengan bermaksiat kepada-Nya tetapi merasa aman dari siksa-Nya? ketahuilah tak lama lagi rasa aman itu akan berubah menjadi ketakutan, masa luangmu menjadi kesempitan, kesehatanmu menjadi sakit, kemulianmu menjadi kehinaan, kedudukanmu menjadi rendah, kekayaanmu menjadi kemiskinan. Ketahuilah ! rasa aman dari siksa Allah swt ‘Azza wajalla yang akan kau peroleh di hari kiamat sesuai dengan rasa takutmu kepada-Nya didunia ini. Sebaliknya, ketakutanmu dihari kiamat, sesuai rasa aman mu (dari siksa Allah swt) didunia. Sayangnya! engkau tenggelam didunia dan terperosok ke lembah kelalaian, sehingga cara hidupmu seperti hewan. Yang kalian ketahui hanya makan, minum, menikah dan tidur. Keadaan kalian ini tampak nyata bagi orang-orang yang berhati suci. Rasa rakus terhadap dunia, keinginan untuk mencari dan menumpuk-numpuk harta telah memalingkan kalian dari jalan Allah swt dan pintu-Nya. Hai yang ternoda arena ketamakanya, andaikata kau bersama penghuni bumi bersatu untuk mendatangkan sesuatu yang bukan bagianmu, maka kalian semua tidak akan mampu mendatangkanya. Oleh karena itu tinggalkanlah rasa tamak untuk mencari sesuatu(rezeki) yang telah ditetapkan untukmu, maupun yang tidak ditetapkan untukmu. Apakah pantas bagiseorang yang berakal untuk menghabiskan waktunya memikirkan sesuatu yang telah selesai pembagianya.”


“Tabir penutup kalbumu tak akan tersibak selama  engkau belum lepas dari alam ciptaan; tidak berpaling darinya dalam  keadaan hidup selama hawa nafsumu belum pupus; selama engkau melepaskan diri dari kemaujudan dunia dan akhirat, selama jiwamu belum bersatu dengan kehendak Allah swt dan cahayanya. Jika jiwamu bersatu dengan kehendak Allah swt dan mencapai kedekatan  dengan-Nya lewat pertolongan-Nya. Makna hakiki bersatu dengan Allah swt ialah berlepas diri dari makhluk dan kedirian, serta sesuai dengan kehendak-Nya tanpa gerakmu, yang ada hanya kehendak-Nya. Inilah keadaan fana dirimu, dan dalam keadaan itulah engkau bersatu denga-Nya, bukan bersatu dengan ciptaa-Nya. Sesuai firman Allah swt; “tak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya”. dan dialah yang maha mendengar dan maha melihat.”


“Anak-ku pertama-tama nasehatilah dirimu, kemudian nasehatilah orang lain. Perhatikanlah dirimu, jangan mengurusi prang lain. Jangan mengurusi orang lain selama dalam dirimu masih ada sesuatu yang harus diperbaiki. Sungguh celaka, engkau mengetahui cara menyelamatkan orang lain! Engkau buta, bagaimana dapat menuntun orang lain? Hanya yang memiliki penglihatan tajamlah yang mampu menuntun umat manusia. Hanya orang yang mengenal Allah swt lah yang dapat mengembalikan manusia kejalan-Nya. Seseorang yangtidak mengenal-Nya, bagaimana dapat menuntun umat manusia ke jalan-Nya?”


“Kalian mengahadiri majelis ilmu hanya untuk mencari jalan keluar bagi permasalahan duniawi kalian, bukan untuk mengobati penyakit hati. Kalian tidak mendengarkan nasehat para penceramah, tetapi meneliti kesalahan mereka, kemudian menghina dan menertawakanya, kalian juga bermain-main dalam majelis. Sesungguhnya kalian sedang mempertaruhkan diri kepada Allah swt Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Segeralah bertobat, jangam mencontoh musuh-musuh Allah swt. Berusahalah untuk mengambil manfaat dari apa yang kalian dengar.”


https://para-auliya.blogspot.com/2011/12/nasehat-para-wali-allah.html